keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
Dia


__ADS_3

pagi ini nampak berbeda dari biasanya jika pagi kemarin sepi sekarang rasanya rumah ini sudah seperti panti asuhan yang ramai dengan suara anak-anak yang berlari-larian


"kay, kamu sudah mandi" tanya bunda


"sudah bun" jawabku serak "mereka siapa bun? " tanya ku pada bunda sambil menunjuk pada beberapa orang yang sedang duduk di ruang tamu anak-anak sedang bermain di lantai bawah


"oh, itu para ibu-ibu arisan yang sengaja datang kesini mau memberi selamat atas pertunangan kamu kay" jelas bunda


"oh" jawab ku lirih


"ayo temui mereka"ajak bunda


"tapi bun" tolak ku


"tidak baik membuat mereka menunggu key" ucap bunda sambil menggandeng tangan ku menuju ruang tamu


ku salami ibu-ibu yang sebaya dengan bunda itu satu persatu dan tak lupa ku perlihatkan senyumku untuk memuaskan hati bunda


jam sudah menunjukkan pukul 9:23


kini rumah kembali seperti semula sepi dan sunyi, aku hanya bisa berdiam diri sambil menonton tv karena mimang hari ini aku tidak punya jadwal kuliah


"kay, "panggil bunda dari arah dapur yang jaraknya tidak jauh dari tempatku menonton tv

__ADS_1


"iya bun, ada apa? " tanya ku sambil melangkah menghampirinya


"bisa bantu bunda ambil pesanan kue di restoran tante dinda" tanya bunda


"bisa bun, kebetulan kayla lagi sumpek di rumah" jawabku


"tapi kamu jangan mampir kemana-mana kay, kamu harus istirahat buat acara nanti malam" pinta bunda


"iya bun" jawab ku lesu


aku beranjak pergi meninggalkan bunda menuju kamar, setelah selesai bersiap-siap ku langkahkan kaki menuruni anak tangga dan menghampiri bunda yang sedang sibuk di dapur


"bun, kayla berangkat dulu ya" ucapku sambil mencium punggung tangan bunda


"iya bun, assalamualaikum" ucapku


"waalaikum salam" jawab bunda


ku langkahkan kaki menuju taxi berwarna putih yang sudah terparkir rapi di depan rumah, kubuka pintu taxi dan duduk di dalamnya senyaman mungkin tak butuh waktu lama untuk sampai restoran tante dinda karena jaraknya yang lumayan dekat dari rumah, setengah jam berlalu dari aku meninggalkan bunda di rumah tadi dan kini taxi yang kunaiki sudah terparkir di depan restoran tante dinda, aku beranjak meninggalkan taxi yang ku tumpangi tadi dan melangkah memasuki restoran tante dinda, dari kejauhan sudah terlihat sosok tante dinda yang sedang sibuk memerintah karyawannya, dia adalah sosok wanita pekerja keras dan tak suka berdiam diri menikmati kekayaan suaminya


"assalamualaikum" ucap ku mengalihkan perhatian tante dinda yang sedari tadi nampak sibuk dengan beberapa karyawannya


"waalaikum salam, eh kamu kay" sapa tante dinda sambil melangkah menghampiri ku

__ADS_1


"iya tan, bunda menyuruhku mengambil kue pesanannya" ucapku


"oh, tante hampir lupa untung kamu datang kay, " ucap tante dinda sambil mengelus dada lega


"tidak apa-apa tan, aku ngerti tante pasti sibuk" ucapku lirih


"ya sudah kamu tunggu dulu sebentar ya tante ambilkan dulu kuenya di kulkas" pinta tante dinda


"iya tan" ucapku mengiyakan perintah Tante dinda


kulihat tante dinda pergi meninggalkan ku menuju dapur untuk mengambil kue aku pun meranjak dari tempatku berdiri menuju kursi kosong di area pinggir kolam, namun sial aku terpeleset saat berjalan karena mataku yang tak memperhatikan jalan malah asik memandang ikan-ikan yang sedang berenag dan itu membuatku hampir jatuh tapi untung ada sosok pria yang menahan ku sehingga aku bisa terselamatkan dari jatuh kelantai


"kau" betapa kagetnya aku saat mata ku memandangi pria yang menolongku


"ukhti? " sapa pria itu juga nampak kaget melihatku, ya dia pria yang ku tabrak di restoran waktu pertama kali aku dan bunda menemui tante dinda,


selama beberapa detik aku dan pria itu saling tertegun tampa ada satu kata yang keluar dari kita berdua sampai pada akhirnya kedatangan tante dinda memecah keheningan


"ray, kamu kenal kayla" ucap tante dinda menyapa pria didepan ku itu


*ray, tante dinda memanggilnya ray? apakah dia rayhan? tanya ku dalam hati* beberapa pertanyaan kini memenuhi otakku tapi aku tak bisa bertanya langsung pada tante dinda ataupun pada pria yang di panggil ray oleh tante dinda itu.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2