
tak lama dari keluarnya kayra dari kamar, ku langkahkan kaki ku mengikuti kayra yang sudah terlebih dahulu menapakkan kakinya di ruang tamu, hati ku rasanya gelisah tapi juga ada rasa deg degan tapi itu bukan karena aku bahagia hanya saja aku penasaran siapa dan seperti apa pria yang ayah pilihkan untuk ku, apakah dia baik untukku atau sebaliknya.
dari arah pintu ku lihat bunda sedang asik berbincang dengan wanita sebayanya, penampilan nya cukup elegan dengan dress berwarna navy dan di lengkapi dengan beberapa berlian yang menempel di beberapa jari tangannya dan juga lehernya, siapa lagi kalau bukan tante dinda, nampaknya sekarang sudah jadi ibu-ibu sosialita dan levelnya juga bukan kelas menengah lagi.
"assalamualaikum tante" sapa ku sambil menciumi tangan lembut tante dinda yang nampaknya sering melakukan perawatan tubuh
"waalaikum salam kay" jawabnya sambil memperhatikan tingkahku yang agak anih di depannya, aku hanya tersenyum menanggapi tatapan dinda pada ku
"kay sini duduk, kamu sedang apa? tanyanya seperti penasaran
"iya tante" sambil menganggukkan kepala tapi aku tidak bisa bohong kalau sedari tadi mataku mencari sosok pria yang di ceritakan kayra pada ku di kamar beberapa menit yang lalu, ah mungkin kayra berbohong pada ku dia hanya ingin menjahili ku saja, "ya ampun kay kenapa kamu bisa sebodoh ini bukankah kayra sering berbuat iseng pada mu kenapa kamu masih bisa menganggap perkataan kayra itu serius" maki ku dalam hati pada diri ku sendiri
__ADS_1
"kamu pasti cari rayhan ya" tanya tante dinda membuatku sedikit kaget
"huh" rayhan siapa rayhan apakan dia yang di maksud bunda, apakah namanya rayhan
"namanya muhammad rayhan maulana" belom juga aku melanjutkan perkataan ku bunda sudah terlebih dahulu memberitahu ku
"rayhan pulang duluan kay, dia ada urusan dadakan di kantornya" ucap tante dinda memperjelas keberadaan rayhan
"dia menitipkan permintaan maaf pada mu karena tidak bisa melanjutkan pertemuan malam ini, mungkin lain waktu kalian bisa berjumpa" ucap tante dinda berharap
"iya, tidak apa-apa kok tante" jawabku
__ADS_1
namun hati ku merasa lega karena tidak jadi bertemu dengan sosok laki-laki asing yang ingin di jodohkan dengan ku, tapi tidak ku pungkiri bahwa aku sedikit penasaran seperti apa laki-laki itu.
jam menunjukkan pukul 21:45 tak terasa sudah berapa banyak aku dan tante dinda bertukar cerita sedari tadi dan kini tante dinda berpamitan untuk pulang, mungkin setelah makan malam membuatnya tidak semangat bercerita lagi karena kulihat raut wajahnya nampak sudah mulai lelah apa lagi setelah dia menghabiskan sup daging dan sambel pete buatan bunda yang menjadi favoritnya waktu masih tinggal bersama dulu itu pasti membuatnya kekenyangan.
"makasih mbak atas jamuan nya, sudah lama aku merindukan suasana dan makanan seperti ini" ucapnya pada bunda
"jangan sungkan-sungkan, anggap saja ini rumah mu sendiri" pinta bunda pada tante dinda sambil keduanya berpelukkan erat seperti anak dan ibunya, mungkin karena sudah lama berpisah makanya meraka belum puas melepas rindu waktu ketemu di kafe waktu itu, tak ketinggalan sehabis memeluk bunda tante dinda langsung memelukku dan kayra mungkin dengan begitu dia bisa melepas rindu nya pada almarhum ayah yang tak lain adalah kakaknya.
"kay, mungkin rayhan nanti bakal telfon kamu buat minta maaf langsung" bisik tante dinda membuat hati ku deg degan.
bersambung.....
__ADS_1