
waktu semakin berlalu beranjak meninggalkan masa lalu dan menuju masa depan, ayo dong kay.. hidup tidak diam di tempat kamu harus bergerak maju kalau tidak kamu akan tertinggal dan hanya bisa menyesal, " ucapku dalam hati"
"kakak mau kemana rapi banget? " tanya kayra yang tiba-tiba sudah berada dalam kamar ku
"mau ketemu taman dek " jawab ku lirih
"teman apa demen" usil kayra sukses membuat pipi ku memerah karena malu
"apaan sih kamu" ucap ku sambil melemparnya dengan bantal yang ada di dekatku
"ayo.. kakak mau ketemu kak rayhan ya? " tanya kayra membuatku sedikit kaget kerena dia menyebut nama rayhan
"tidak, kenapa kakak harus ketemu dia? kakak tidak ada urusan dengan dia, " dalihku karena memang aku tidak ingin bertemu dengan rayhan melainkan dengan andika
"tapi kok pipi kakak mirah gitu pas aku nyebut nama kak rayhan? " usil kayra lagi memojokkan ku
"kata siapa? " bantah ku
"kata ku lah " ucap kayra
"anak kecil jangan sok tau deh" ucap ku mengalihkan perhatian
"ye.. orang kenyataan kok" ucap kayra tidak mau kalah
"udah kakak mau berangkat dulu nanti telat lagi" ucap ku sambil melangkahkan kaki menuruni anak tangga
__ADS_1
"salam buat kak rayhan ya kak" teriak kayra mengejek ku
dari tangga tampak jelas terlihat bunda yang sedang asik menonton berita kesukaan nya, tak butuh waktu lama aku pun sudah berdiri di samping bunda
"bun, kayla pamit dulu ya," ucapku
"mau kemana kay? " tanya bunda
"ada janji dengan teman kampus bun" ucap ku
"yasudah, tapi jangan malam-malam ya jam 10 harus sudah ada di rumah" perintah bunda
"insyaallah bun, assalamualaikum" pamit ku sambil mencium punggung tangan bunda
"waalaikum salam"
"assalamualaikum kay" suara yang tidak asing lagi memudarkan kekaguman ku atas keindahan suasana di sekelilingku
"waalaikum salam" jawab ku
"bunga yang indah untuk orang yang indah" ucap andika sambil memberikan ku setangkai mawar merah
"terimakasih" ucap ku sambil menerima pemberian andika
"mari masuk" ajak andika kepada ku sambil melangkahkan kakinya mendahului ku dan aku mengekorinya dari belakang "silahkan duduk" perintah andika sambil menarik kursi untuk ku
__ADS_1
"terimakasih ucap ku lagi"
"apa kamu suka" tanya andika
"iya"ucapku sambil tersenyum manis padanya
"mau pesan apa? " tanya andika padaku yang sedari tadi seperti pelayan yang siap melayani ku
"terserah kamu" ucap ku menyerahkan semuanya pada andika
"baiklah" ucap andika sambil melambaikan tangan kanannya pertanda bahwa ia memanggil pelayan untuk memesan beberapa makanan dan lama kemudian semua hidangan sudah tersaji di meja tempatku dan andika berada
"ayo, silahkan makan kay" ajak andika
"iya" ucapku mengiyakan ajakan andika
kami berdua menikmati makanan di temani dengan gerlap-gerlipnya lampu serta di iringi dengan beberapa lagu klasik yang di putar oleh pihak restoran sampai pada akhirnya andika memulai pembicaraan yang membuatku tersedak
"kay, aku ingin mengulangnya dari awal, aku tau kemarin aku sudah mengatakannya tapi itu secara tidak langsung dan sekarang aku ingin semuanya berjalan sempurna
"kayla salsabila ahmad" maukah kau menjadi yang halal untuk ku? " ucap andika membuat bulu kuduk ku berdiri dan seluruh badan ku keringat dingin, ini adalah kata yang ingin ku dengar sejak pertama bertemu dengan andika dan malam ini dia mengungkapkannya langsung di hadapanku tanpa ada ragu di matanya
"kay... kayla.. " ucap andika menyadarkan lamunan ku
"sebenarnya aku juga menyukaimu dan aku juga berharap bisa menjadi yang halal bagi mu" ucap ku membuat raut wajah andika berseri
__ADS_1
"terimakasih kay" ucap andika yang tampak terlihat semakin bahagia
bersambung...