
matahari sudah meninggalkan sinarnya di ufuk barat dan kini bulan sudah bersiap menggantikannya menerangi gelapnya malam
bunda dan kayra nampaknya sedang sibuk merias diri di kamar masing sedangkan aku hanya diam mematung sambil memandangi gaun warna putih pemberian rayhan, rasanya aku ingin berlari ke pantai dan teriak sekencang-kencangnya " sudahlah kay ini jalan yang kau pilih" ucapku dalam hati sambil menarik nafas dan mengeluarkannya secara perlahan
pelan namun pasti aku beranjak dari tempatku berdiam kuambil gaun yang sedari tadi hanya ku pandangi itu perlahan aku mengenakannya, tak ku pungkiri bahwa aku sangat suka memakai gaun putih itu semuanya nampak pas di badanku sepertinya rayhan memang sudah tau ukuran ku.
"kay, kamu sudah siap" tanya bunda sambil mengetok pintu kamarku
"bentar bun, kayla belum selesai " ucapku sambil memoles lipstik di bibir bawahku
"apa perlu bunda bantu?" tanya nya lagi
"tidak usah bun, bentar lagi kayla juga selesai " jawabku jujur, karena memang aku tidak terlalu suka berdandan berlebihan
"kalau begitu bunda tunggu di bawah ya, kamu cepat turun kita sudah di jemput oleh supirnya rayhan" beritahu bunda
"5 menit lagi bun" jawabku
"baiklah" ucap bunda sambil melangkah pergi dari depan pintu kamarku
***
jam menunjukkan pukul 19:43 dan aku pun sudah selesai berdandan
__ADS_1
ku langkahkan kakiku tuk menghampiri bunda dan kayra yang sudah sedari tadi menungguku di ruang tamu
"akhirnya keluar juga ini ratu" ucap kayra kesal mungkin karena dia sudah terlalu lama menunggu ku
"cantik sekali anak bunda" ucap bunda memujiku, berbeda dengan kayra yang nampak cemberut bunda nampak sangat bahagia melihatku
"ayo bun, tante dinda sudah sampai dari tadi " ajak kayra kesal
"kamu sudah siap kan kay? " tanya bunda pada ku
"Hem" jawabku sambil tersenyum pada bunda
kami bertiga pergi menaiki mobil yang sudah di sediakan rayhan untuk membawa kami ke hotel tempat aku dan rayhan akan melaksanakan pertunangan.
selain di kagumi oleh perlakuan yang sangat hormat kami juga di suguhkan dengan dekorasi yang begitu indah menurutku, semua bertema putih dari mulai lampu, gorden, meja, dan bunga mawar putih yang menambah lengkap dekorasi di ruangan itu,
"oh jadi ini yang namanya kayla" tanya seorang pria yang nampaknya lebih tua dari bunda
"iya, ini kayla salsabila ahmad" jawab bunda pada lelaki paruh baya itu, nampaknya bunda sudah mengenalnya karena kelihatan dari cara mereka mengobrol
"saya om nya rayhan" ucap pria itu sambil menjulurkan tangan nya padaku
"kayla om" jawabku kikuk karena memang aku tidak tau tentang keluarga rayhan
__ADS_1
"cantik anak kamu wid" ucap pria yang mengaku keluarga Rayhan itu pada bunda
"terimakasih bas" jawab bunda sambil tersenyum melihatku,
semua orang nampak bahagia dengan pertunangan ini terlihat sekali dari senyum yang tak pernah lepas dari bunda dan beberapa orang yang ada di ruangan ini.
kulihat kayra yang sedang asik mencicipi beberapa kue yang tersaji di atas meja, raut wajahnya nampak sangat berseri dan bahagia membuatku damai memandangnya
"assalamualaikum" terdengar suara pria dari sebelahku memberi salam
"waalaikum salam" jawabku sambil menoleh untuk mengetahui siapa pria yang menyapa ku, sekejap ku tatap wajahnya dia sangat tampan dengan lesung pipi yang membuatnya tampak manis saat tersenyum, penampilannya sangat rapi dengan setelan jaz berwarna putih dengan sentuhan hitam di ujung lengannya membuatku terpesona untuk beberapa detik
"kayla salsabila ahmad? " tanya pria itu membuyarkan kekagumanku padanya
"i.. ya" jawabku terbata
"saya muhammad rayhan maulana" ucapnya membuatku menganga
"rayhan? dialah orang nya? benarkah ini? setelah sekian lama akhirnya aku bertemu juga dengan rayhan" ucap ku dalam hati
"kay... kayla" sapa rayhan membuyarkan lamunanku.
bersambung...
__ADS_1