keikhlasan cinta kayla

keikhlasan cinta kayla
Berpisah?


__ADS_3

hari berlalu dengan cepat, tinggal 4 minggu lagi aku dan rayhan akan melaksanakan pernikahan sesuai dengan keinginan almarhum ayah yang menginginkan ku menikah di usiaku yang ke 21 tahun dan itu berarti bulan depan, sebenarnya aku belum siap baik lahir ataupun batin apa lagi aku masih kuliah tetapi amanat ayah sepertinya memang harus aku lakukan sepenuhnya,


"kay, kamu hari ini ada acara? " tanya bunda sambil berjalan menghampiriku dari arah dapur


"nanti sore ada kelas bun" jawab ku jujur


"tante dinda ingin ketemu kamu katanya" beritahu bunda pada ku


" memang ada apa bun? " tanya ku penasaran


" mungkin ingin membahas persiapan pernikahan kamu kay" ucap bunda


"ciee yang mau nikah" ucap kayra yang tiba-tiba muncul dari arah pintu


"kayra, ga boleh gitu sama kakak nya" nasehat bunda pada kayra yang terlihat makin iseng, sedang aku hanya tersenyum mengejek kayra yang di tegur oleh bunda


"yah... bunda ga seru" ucap kayra kesal


"kenapa tante dinda bun? kenapa bukan rayhan sendiri? " tanya ku penasaran


"bunda juga kurang tahu kay, lebih baik kamu tanya sama tante dinda nya langsung" ucap bunda


sedang aku hanya mengangguk mengiyakan ucapan bunda


"kak, kayra ikut ya? sumpek di rumah" ucap keyra merengek

__ADS_1


"tapi kamu ga anih-anih kan? " tanya ku memastikan karena bila ada kayra pasti ada kekacauan,


(adik ku yang satu ini memang sangat suka mengganggu orang bahkan orang yang belum ia kenal sekalipun, meskipun dia cewek tapi kelakuannya melebihi cowok namun meskipun begitu dia tetap seorang kayra cewek yang cantik yang banyak di sukai oleh para cowok di sekolahnya)


"tenang saja kak" ucap kayra sambil menunjukan telunjuk dan jari tengahnya pertanda bahwa ia tidak akan berbuat semaunya


"baiklah kamu boleh ikut" ucap ku membuat kayra berteriak kegirangan


"jam berapa bun? " tanya ku pada bunda


"jam 10 kay di restoran tante dinda" ucap bunda lalu berlalu meninggalkan ku dan kayra di ruang tamu


"ya udah kakak mandi dulu, kamu siap-siap gih" ucap ku pada kayra


"siap bos" jawab kayra kemudian berlalu


suasana nampak sedikit mendung dan jalanan nampak sesak oleh polusi yang di timbulkan oleh kenalpot kendaraan serta di padati oleh para pengamen jalanan yang berlarian kesana-kemari sambil memainkan alat musik yang di buat dari tutup botol bekas,


"ada apa kay? " tanya ku pada kayra yang nampak sedih


"lihat lah mereka kak? betapa beruntungnya kita? " ucap kayra yang kali ini sudah meneteskan air matanya


dan aku hanya bisa meratapi nasib para pengamen yang di tunjuk kayra tadi


"apakah mereka bisa bahagia kak" tanya kayra membuat hati ku sakit

__ADS_1


" mereka punya jalan kebahagiaan nya masing- masing ra" ucap ku sambil memeluk kayra yang sedari tadi sudah menjatuhkan air matanya karena tidak tega,


tak butuh waktu lama, taxi yang kami tumpangi kini sudah sampai di restoran tante dinda, tak ingin membuang waktu aku dan kayra langsung melangkah memasuki restoran dan ketika kami masuk sudah ada sosok perempuan yang nampaknya sudah menunggu kedatangan kami yan tak lain perempuan itu adalah tante dinda


"assalamualaikum tan" ucap ku dan kayra


"waalaikum salam, baguslah kalian sudah datang, ayo duduk" ucap tante dinda sambil menarik kan salah satu kursi untuk kami duduki


"kak aku pesan makanan dulu ya" ucap kayra lalu berlalu menuju dapur


sedang aku hanya bisa mengangguk permintaan kayra


"ada apa tan? " tanya ku pada tante dinda memulai pembicaraan


"maaf kay tante cuma mau menyampaikan pesan dari rayhan" ucap tante dinda gugup


"pesan apa tan? " tanya ku penasaran


"rayhan tidak bisa mengurus persiapan pernikahan kalian" ucap tante dinda kelihatan bersedih


"maksudnya? " tanya ku makin penasaran


"kalian akan berpisah" jawab tante dinda membuatku kaget


"berpisah? " tanya ku lagi semakin penasaran atas pernyataan tante dinda barusan.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2