
jarum jam menunjukkan pukul 19:25 baru setengah jam yang lalu aku nyampe rumah, karena telfon dari bunda yang mengabarkan bahwa tante dinda akan berkunjung ke rumah aku buru-buru pulang dari kafe bahkan aku lupa membaca surat berwarna biru langit dari andika.
"yaaa surat itu" gumam ku dalam hati tak butuh waktu lama langsung ku ambil tas berwarna abu-abu kesukaan ku yang selalu menemaniku saat aku pergi,
"di mana surat itu? " tanya ku dalam hati sambil mengobrak-abrik isi tas berukuran sedang itu, "ha ini dia" teriakku kegirangan seperti anak kecil yang di kasih permen
*teruntuk calon halalku
assalamualaikum kay..
maaf jika datangnya surat ini mengagetkan mu
aku hanya ingin memnyampaikan bahwa selama ini aku mengagumi mu dan bahkan sampai detik ini aku masih mengagumi dan akan terus seperti itu
aku tidak punya kata yang tepat untuk mengungkapkan rasa ku pada mu karena aku bukan tipe pria romantis
aku hanya ingin kau menjadi yang halal untukku
kayla salsabila ahmad maukah kau menjadi halalku dunia sampai akhirat??
__ADS_1
aku tunggu jawaban kamu besok
tertanda
andika triyoga saputra*
deggg..
jantung ku seperti mau copot membaca surat berwarna biru langit itu,
"apakah andika melamar ku? " pertanyaan itu memenuhi otakku, benarkah ini benarkah pria yang aku sukai itu juga menyukaiku? bahkan sekarang dia melamar ku, sejak kapan? sejak kapan andika menyukai ku?
"ciee cieee yang mau di jodohkan kayaknya seneng banget nih" suara dari arah pintu mengagetkan ku
"maksud kamu apa ra" tanya ku pada kayra adik ku satu-satunya yang sedang berjalan menghampiriku
*kayra naila ahmad* ya adik perempuan ku itu masih kelas 3 SMA, dia sangat suka menggangguku hanya untuk sekedar mencari perhatian, karena sikapnya yang masih kekanakan dan dia juga merupakan anak bungsu jadi aku dan bunda memperlakukan dia sedikit manja mungkin itu sebabnya dia suka gangguin aku dan bunda.
"tante dinda udah dateng tuh"
__ADS_1
"huh" ucapku kaget, aku baru ingat kalau malam ini tante dinda mau ke rumah
"bagaimana ini? gumam ku dalam hati baru saja aku membaca surat dari orang yang aku sukai yang menyatakan dia ingin menghalalkan ku dan sekarang ada tante dinda yang berniat ingin melaksanakan amanat ayah yaitu menjodohkan ku, apa yang harus aku lakukan apakah aku harus berkata jujur pada tante dinda kalau aku sudah di lamar atau aku harus diam saja?
ahh... ini sulit bagaimana kalau bunda jadi sedih karena aku menolak perjodohan ini, tapi kalau aku menerimanya bagaimana dengan perasaan ku? apakah aku kuat hidup dengan orang yang tidak aku cintai bahkan namanya saja aku belum tau
"woyy, bengung lagi" suara kayra membuyarkan lamunan ku lagi
"ya kay"tanya ku lirih
"di tunggu bunda tuh di ruang tamu, tante dinda dah dateng dari tadi"
"sama siapa saja" tanyaku pada kayra
"berdua kak, sama cowok ganteng dan manis, ramah lagi" jawabnya membuatku penasaran
"ya udah kakak siap-siap dulu, kamu duluan nanti kakak nyusul" pintaku pada kayra
"siap boss" ucapnya sambil mengangkat tangan kanannya dan di taruh di depan kepalanya sebagai tanda hormat
__ADS_1
bersambung...