
Suasana pagi di sebuah kota yang ramai dan begitu sejuk,terlihat seorang gadis sedang mengendarai sepeda gayung dan melintasi jalanan yang masih pagi.
Gadis itu bernama Safa.Setiap orang yang dilewatinya selalu disapanya dengan senyuman..
"Selamat pagi paman..."Safa menyapa dengan sangat ramah.
"Selamat pagi safa.."
Safa berhenti disebuah taman dan memarkirkan sepedanya.
Safa berjalan-jalan ditaman yang penuh dengan bunga bermekaran dan sesekali dihinggapi kupu-kupu.
Setelah puas bermain ditaman,Safa kembali kekost-kostan.
Safa gadis ceria dan juga ramah hidup disebuah kota besar seperti Jakarta,
Hidup di Jakarta tidaklah mudah,Safa dengan kehidupan yang serba kekurangan membuatnya harus banting tulang mencari pekerjaan.
Apapun pekerjaannya dia jalani dengan semangat.Saat siang hari Safa bekerja sebagai pelayan Resto dan saat malam tiba dia bekerja sebagai bartender disebuah club malam.
Safa tinggal dirumah kost-kostan yang sederhana.
Biar hidup Safa serba kekurangan tetapi saat ada seseorang yang membutuhkan bantuan atau semacamnya,Safa tidak pernah melipat tangan,dia selalu membantu sebisanya.
Safa mempunyai sebuah boneka berbentuk koala yang selalu menemaninya,tempat dia berkeluh kesah dan bercerita tentang hari-harinya.Boneka Safa diberi nama Brizi..
"Halo Brizi..Selamat pagi sayang...bagaimana istirahatmu...pasti nyenyak kan..."Safa menyapa boneka kesayangannya.
"Brizi...semoga hari ini pekerjaanku lancar ya..doakan ya..."Safa masih berceloteh dengan Brizi.
Ponsel Safa berdering..Safa segera menggeser tombol terima..
"Halo bibik...apa kabar.."Bibik Safa yang sedang menelfon,adik dari ibunya.
"Kabar bibik baik Fa..Safa kamu tidak bisa pulang dalam minggu-minggu ini..."
"Memangnya ada apa bik..kabar ibu baik-baik saja kan.."
"Ibumu baik-baik saja...Bibik menelfon karena ingin memberi tahumu kalau pernikahan Adikmu akan dilaksanakan dua minggu lagi.."
"Apa mendadak sekali...apa jangan-jangan Melda hamil bik.."
"He...sembarangan aja kalau ngomong...bukan seperti itu..calon suami Melda akan bekerja diluar kota,jadi pernikahannya akan dilaksanakan segera..."
"Oohh..kirain....hhmm..coba nanti Safa izin dulu sama bos Safa..."
"Ya..baiklah.."
Melda sepupu Safa,putri dari bibiknya yang akan segera melangsungkan pernikahan.
Waktunya untuk Safa berangkat bekerja,
"Sayang...ibu berangkat kerja dulu ya...baik-baik dirumah..."Safa berpamitan pada Brizi sebelum dia berangkat kerja.
Safa mengendarai sepedanya untuk berangkat kerja.Gadis ceria seperti Safa,tidak pernah malu atau canggung saat mengendarai sepeda gayung dijalanan.Malah sesekali dia menyapa orang-orang yang ada disekitarnya dengan senyum ramahnya.
Setelah beberapa saat,Safa sampai ditempat kerja..
"Selamat pagi Bimo.."sapa Safa pada seorang temannya..
"Safaaaa....."teriak seseorang dari sebuah ruangan yang ada samping dapur...
"Apa bos sudah datang.."tanya Safa pada Bimo...
Bimo mengangguk..
__ADS_1
"Mati aku..."ujar Safa sambil menepuk dahinya..
"Kenapa kamu tidak bilang.."
"Safa..aku itu sudah bosan setiap hari harus mengirim pesan padamu...tapi kamu terus saja terlambat..."ujar Bimo..
"Safaaaa....masuk keruangan saya.."Bos Safa terlihat sangat geram dengan kelakuan safa yang hampir setiap hari terlambat untuk masuk kerja.
Safa mengikuti sang bos untuk masuk kedalam ruangannya..
"Safa.._"
"Maaf bos...Safa tadi..eemm..."
"Ada apa..ban sepeda kamu meletus lagi,tadi menolong orang jatuh dari sepeda motor..atau tetangga kamu sedang minta bantuan kamu lagi...
Alasan apa lagi yang ingin kamu katakan pada saya..."
Safa memejamkan mata dan mulutnya dengan rapat.Safa berfikir alasan apa lagi yang akan dibuatnya sekarang..
"Hhmm..itu._"
"Dengar ya Safa...sekali lagi kamu terlambat...kamu saya pecat...mengerti.."
"Tapi bos..."
"Sudah gak ada tapi-tapian...sekarang kamu kembali bekerja..."
Safa keluar dari ruangan bosnya dengan mulut cemberut.Safa menghentikan langkahnya dan memutar badan kembali keruangan bosnya..
"Ada apa lagi..."
"Mm...bos lusa...saya ambil cuti..mau pulang kampung.."
"Safa...sebenarnya mau kamu apa sih..
Sudah datangnya sering telat sekarang minta cuti lagi...."
Safa menggaruk lehernya yang tidak gatal..
"Itu bos...hhmm..saudara saya ada acara nikahan...jadi saya diminta untuk datang..."
Bos Safa menunduk lesu sambil melepas kaca mata yang sedari tadi menempel dihidungnya.
"Bagaimana bos..."
"Lihat nanti saja.."
Safa mengerucutkan bibirnya..
"Sekarang kamu keluar dulu.."
Safa keluar dari ruangan bosnya.
***
Devon membawa kekasihnya untuk berjalan-jalan di puncak.
Devon menyiapkan kejutan untuk sang kekasih..
"Kita akan pergi kemana sayang.."
"Ada aja...nanti kamu juga akan tahu..."
Devon dan kekasihnya sampai disebuah restoran yang ada dipuncak.
__ADS_1
Restoran itu menghadap kepemandangan yang sangat indah sampai membuat kesan romantis bagi siapa saja yang ingin menikmati pemandangan gunung.
Kekasih Devon bernama Zia,dia seorang sekretaris ditempat Devon bekerja.Mereka menjalin hubungan selama tiga tahun.Hari ini Devon ingin melamar Zia,Devon terlihat semangat sekali saat menyiapkan kejutan untuk Zia.
"Sayang..kamu tutup mata dulu.."Devon menutup mata Zia dengan seutas kain.
"Ada apa sih sayang...kenapa harus tutup mata dulu.."
"Sudah kamu diam saja..."
Devon menggandeng tangan Zia..
"Sayang...kamu jangan macam-macam ya..."Zia merasa penasaran dan juga senang..
Setelah sampai ditempat tujuan..Devon melepas kain penutup mata Zia.
"Sekarang buka mata kamu.."
Zia membuka mata perlahan-lahan.
Zia terkejut dengan kejutan yang disiapkan Devon.
Devon menghias halaman restoran dengan berbagai bunga kesukaan Zia dan beberapa foto saat mereka bersama..
Zia berjalan sambil melihat kagum dengan apa yang disiapkan kekasihnya untuknya.
"Sayang..ini indah banget.."
Devon tersenyum dengan pujian Zia..
Devon menarik salah satu kursi untuk Zia.
"Terima kasih sayang..."
"Suka..."
"Suka banget..."
Devon dan Zia berbincang-bincang sebentar sambil menikmati hidangan yang sudah tersedia dimeja.
Devon menjetikkan jari dan seorang pemain biola datang sambil memainkan musik romantis.
Zia terlihat bahagia..
Devon mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku bajunya.Devon memegang tangan Zia sambil menatap Zia dengan senyum manisnya.
"Zia...kamu terlihat cantik hari ini..."
Zia tersenyum malu sambil menyingkap rambutnya yang menutupi telinganya.
"Kita sudah bersama selama tiga tahun..suka duka kita lewati bersama.Keluarga kita juga sudah saling kenal.aku bahagia saat bersamamu.
Kamu adalah alasanku untuk tersenyum,kamu juga semangatku untuk mencapai kesuksesan."
"Devon ini ada apa.."Zia bingung dengan segala ucapan Devon.
"Zia...izinkan aku membuat pengakuan. dengan segala perasaan yang ada dihatiku,aku tidak hanya ingin memilikimu tapi aku juga ingin menghalalkanmu...
Zia..maukah kamu menjadi istriku..."
Zia terkejut dengan lamaran Devon,Zia menarik tangannya yang sedari tadi dipegang Devon.
Devon merasa bingung dengan sikap Zia.
Zia merasa tidak percaya dengan ucapan Devon.
__ADS_1