KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 12


__ADS_3

Sesampainya dirumah Devon..Safa langsung menuju kedapur..


"Oofftt....ya ampun aku lupa..kompornya belum ada gasnya..lalu bagaimana dong..."Safa menggaruk dahinya yang tidak gatal.


Tapi bukan Safa namanya kalau tidak punya ide di saat genting seperti ini..


Safa pergi kehalaman belakang sambil membawa perlengkapan memasak.


Safa mencari kayu-kayu bekas dan ranting yang sudah kering.Safa juga mencari beberapa bata untuk dijadikan kompor.Safa ingin memasak dengan kayu.


Setelah beberapa lama...masakan Safa sudah jadi,meskipun hanya sekedar mie instan yang penting ada buat mengganjal perutnya yang lapar.


Safa makan mie instan buatannya dengan lahap.


Selesai makan,Safa bermain ponsel diruang tengah..


***


"Lebih baik..aku pergi kerumah itu dulu..baru nanti menemui papa sama mama.."ujar Devon berbicara sendiri sambil menyetir mobilnya.


Setelah beberapa saat Devon sampai dirumah yang dia sediakan untuk Zia.


Devon turun dari mobil dan menatap rumah yang masih belum jadi itu.


Devon membuka kaca mata yang sedari tadi bertengger dihidungnya.


Devon berjalan menuju pintu utama.


Devon menarik nafas saat menginjakkan kaki disetiap anak tangga.Devon melihat kesekeliling.Devon ingin membuka pintu rumahnya,tapi hati Devon terasa berat.Devon memejamkan matanya lalu menarik nafas.


Devon ingin membuka kunci pintu tapi saat Devon memutar handle pintu,tiba-tiba pintu terbuka.Devon sedikit terkejut karena seingat dia yang pegang kunci rumah hanya Devon dan pak Toni,penjaga rumah Devon selama ini.Sedangkan pak Toni hari ini tidak ada dirumah,lalu siapa yang sudah membuka pintu rumahnya.


Devon masuk dengan pelan-pelan.


Saat masuk keruang tamu,Devon melihat rambut yang menjuntai dari balik sofa.


Devon berjalan pelan-pelan dan ingin melihat siapa yang sedang tiduran di sofa.


"Kamu....sedang apa kamu disini.."Devon terkejut karena yang dilihatnya adalah Safa yang sedang bermain ponsel sambil memasang headset ditelinganya.


Safa langsung menoleh kesumber suara.


Safa juga terkejut melihat Devon berdiri didepannya.


Safa langsung berdiri dari sofa.


"De..Devon.."suara Safa ketakutan..


"Sedang apa kamu disini...dan bagaimana caranya kamu bisa masuk kesini...."


"Aku...aku..."Safa terlihat bingung dan berjalan mundur.Safa melepas headset yang menggantung ditelinganya.


"Aku..._"Safa berjalan mundur lalu berlari keluar dari rumah..


"Hei..tunggu...jangan lari kamu..."Devon mengejar Safa.Safa terus saja berlari dan Devon tidak berhenti untuk mengejar Safa..


"Safaaaa....jangan lari kamu..."


Akhirnya Devon dapat meraih pundak Safa....


"Aaaww...."

__ADS_1


"Mau kemana kamu haah..."


Devon merangkul Safa dari belakang...


"Lepaskan aku..."Safa mencoba berontak tapi rangkulan Devon semakin kencang..


Disaat Devon dan Safa saling berontak,orang tua Devon datang karena mendengar Devon sudah pulang...


Orang tua Devon tahu kalau Devon pasti kerumah barunya sedangkan mereka sangat merindukan putranya.


Dan disaat itu pula seorang pemilik warung tadi kebetulan lewat...


"Wah....Nak Devon sudah pulang...calon istri nak Devon cantik dan ramah juga....selamat ya..."ujar ibu pemilik warung lalu berlalu..


Devon terkejut saat melihat kedua orang tuanya...kedua orang tua Devon juga terkejut melihat putranya sedang memeluk seorang wanita.


"Calon istri....apa maksudnya ini Devon..."mama Devon menghampiri Devon dan Safa.


"Calon istri...siapa yang Calon.._"Devon melihat Safa lalu tersenyum..


"Ya ma..ini calon istri Devon..calon menantu mama.."


Safa membuka matanya lebar-lebar..


"Apa..kam.._"Safa terkejut dan Devon segera membungkam mulut Safa.


"Hhmmpp....hhmm..pp"Safa mencoba membuka tangan Devon dari mulutnya..


"Dengarkan aku...kalau kau tidak mau membantuku...aku akan melaporkanmu kepolisi..karena sudah masuk kerumahku tanpa seizinku...mengerti..."bisik Devon ditelinga Safa.Safa menelan salivanya mendengar Devon akan melaporkannya ke polisi.Safa mengangguk setuju untuk membantu Safa.


"Devon ada apa ini..."Papa Devon menghampiri keduanya.


"Papa..mama.."


"Devon..jelaskan pada mama ada apa ini sebenarnya...kenapa ibu Ayu tadi bilang kalau dia calon istrimu..."


Safa dan Devon sama-sama merapikan baju mereka.


"Perkenalkan ini Safa...pacar Devon..."Devon menekan pundak Safa.


"Halo om..tante...Saya Safa..."


Safa menjabat tangan kedua orang tua Devon.


Kedua orang tua Devon masih saling pandang.


"Saya Ridho,papanya Devon dan ini istri saya,Aida,mamanya Devon..."


Safa mencium kedua tangan orang tua Devon.


Devon mengajak kedua orang tuanya untuk masuk kedalam rumah.


"Papa sama mama ada apa datang kesini.."


Devon dan kedua orang tuanya berbincang-bincang sebentar sebelum mereka pamit untuk pulang..


"Devon...bawa Safa kerumah..agar keluarga yang lain tahu...dan satu lagi..kalian tidak boleh hidup dalam satu rumah sebelum kalian menikah..."ujar Mama Devon sebelum pulang.


"Ya ma.."


"Ya tante.."

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu papa sama mama pulang dulu...Safa jaga diri baik-baik selama disini...dan Devon..nanti malam kamu tidur dirumah..."


"Ya ma..."


Papa dan mama Devon akhirnya kembali kerumah utama.


Devon melihat Safa yang juga melambaikan tangan pada kedua orang tua Devon.


"Hei..aku ingin bicara denganmu..."


Devon mengajak Safa untuk masuk kedalam rumah.Safa mengikuti Devon dari belakang.


"Ada apa.."tanya Safa ketus.


"Kamu akan berpura-pura menjadi pacarku dalam beberapa minggu."


"Maksud kamu beberapa minggu..."Safa melihat Devon dengan tatapan bingung.


"Ya..aku membutuhkan bantuanmu untuk menjauhi Zia.aku sudah menjelaskan padamu semuanya kan..."


"Baiklah...kalau itu dalam batas yang wajar...aku bisa membantumu...tapi untungnya buatku apa...


"Aku akan membayarmu jika pekerjaanmu bagus.Aku akan membiayai semua pengobatan ibumu..."


Safa terkejut saat Devon berbicara tentang ibu Safa yang sedang sakit..


"Apa maksud kamu.."


"Aku sudah tau semua tentang keluarga kamu..bahkan ibumu yang sedang sakit..."


"Kau benar-benar menyelidikiku..."


"Jika aku menginginkan sesuatu..aku harus tau semuanya..."


"Dasar kamu ya..."Safa menyilangkan tangannya didada.


"Kenapa..tidak suka..atau kamu tidak terima jika aku menyelidiki semua tentang keluargamu.."


"Ya aku tidak suka.."


"Suka atau tidak..tapi aku sudah mengetahui semua...Bagaimana dengan tawaranku...kamu membantuku untuk memanas-manasi Zia,dan kamu bisa membiayai pengobatan ibumu...Atau kau menolakku dan aku akan melaporkanmu ke polisi..."


Safa memijit keningnya..


"Huuftt....bakalan sulit berhubungan denganmu..."ujar Safa.


"Apa maksud kamu.."


"Tidak ada maksud apa-apa..."


Devon mengangguk...


"Jadi kau bersedia membantuku.."


"Ya..terpaksa.."ujar Safa.


"Oh ya jangan lupa untuk beli gas untuk aku masak..dan jangan lupa listrik dan juga airnya..tolong hidupkan..aku mau mandi..gerah.."sambung Safa.


"Apa maksud kamu..."


"Kamu ingin aku mmbantumu kan...jadi aku akan tinggal disini dan kau membiayai kehidupanku selama aku jadi kekasih sementaramu..."

__ADS_1


__ADS_2