KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 16


__ADS_3

Devon melihat punggung Safa yang berjalan meninggalkan dirinya bersama Zia.


Zia yang melihat Devon terus menatap kepergian Safa merasa kecewa dan sedih.


"Devon...Dev.."Zia mencoba memanggil Devon,tapi Devon tak menghiraukannya.


"Devon.."Zia sedikit lebih keras memanggil Devon.


"Kau tidak perlu berteriak...aku dengar kau memanggilku.."


"Dev...apakah kita tidak bisa berteman...setelah kita melalui banyak kenangan indah..."


"Berteman...apa..memang itu tujuanmu.."


"Sejujurnya...aku ingin kembali bersama denganmu...tapi setelah aku melihat dirimu dan Safa....keinginanku itu tidak akan terwujud,dan sekarang aku hanya ingin berteman denganmu.....bagaimana..."tanya Zia ragu-ragu.


"Berteman...apa kau benar-benar menawarkan pertemanan denganku...tidak ada maksud lain..."


Zia mengangguk yakin.


"Baiklah kalau begitu..aku terima tawaran kamu.."


"Mulai sekarang kita berteman.."Zia mengulurkan jabat tangan sambil tersenyum.


Melihat senyum Zia,hati Devon terasa luluh kembali.


Safa yang melihat Devon dan Zia dari balik jendela,tersenyum kecil.


"Aku tau kalian masih saling menyayangi...aku harap bantuanku bisa menyadarkan perasaan kalian lagi.."Safa berbicara sendiri.


☘☘☘


Pagi-pagi sekali..nenek dan mama Devon datang kerumah Devon.Mama Devon mempunyai kunci cadangan rumah Devon.


Mama dan nenek Devon langsung masuk dan berjalan menuju kamar Safa.


Mama Devon beberapa kali mengetuk pintu kamar Safa tapi tidak ada jawaban.


"Bu...apa kita masuk saja ya...mungkin dia masih tidur..inikan masih pagi-pagi sekali...mungkin dia belum bangun...."


"Mungkin saja....kita beri kejutan saja pada Safa.."ujar nenek Safa sambil tersenyum.

__ADS_1


Nenek dan mama Safa masuk kekamar Safa.Mereka mendekati Safa yang sedang berbalut selimut.


"Calon menantu kita..saat tertidur terlihat manis Aida..."ucap nenek Devon.


"Ya ma.."


"Sa....safa..bangun sayang..."


Safa hanya menggeliat..


"Safa..bangun.."nenek kembali membangunkan Safa..


"Hhmm...sebentar Dev...lima menit lagi.."


Nenek dan mama Devon sedikit terkejut karena Safa mengira kalau yang membangunkannya adalah Devon.


"Sa..."


Safa sedikit membuka matanya...


"Kenapa kau terlihat beda Dev..."Safa masih mengira kalau yang membangunkannya adalah Devon.


"Safa...."Sekali lagi Aida membangunkan Safa..


Safa segera terbangun dan duduk..


"Tante..nenek....kalian disini.."Safa terkejut dengan muka bantalnya.


"Ya Sa..."Aida tersenyum melihat Safa yang sedikit tersipu malu.


Safa menutup wajahnya dengan selimut tapi dibuka lagi oleh neneknya.


"Tidak perlu malu sayang..."


"Maaf nek...maaf tante.."


"Tidak apa-apa Sa...lagian kan kita jadi tau seperti apa calon menantu kita saat bangun tidur...ternyata masih cukup manis..."


"Tante..Safa kan jadi malu....


Eh iya ada apa nenek dan tante datang kemari..."

__ADS_1


"Kami hanya datang untuk mengunjungimu..."


"Ohh...kalau begitu..Safa pergi kekamar mandi dulu ya..."


Aida mengangguk ramah.


Safa keluar dari kamar dan melihat mama Devon dan nenek sedang menunggunya diruang tamu.


"Sudah selesai Sa.."tanya Aida.


"Sudah tante..."


"Kalau begitu mari ikut kami sebentar..."


"Kemana nek.."


"Sudah ikut saja.."


Nenek dan Aida menuntun Safa berjalan keluar rumah.


"Sa...tadi pagi nenek dan mama Devon pergi jalan-jalan untuk menghirup udara pagi...kami selalu melakukannya setiap pagi...besok kamu ikut ya..


Tadi saat kami sedang jalan-jalan,nenek melihat ada pedagang bunga dan nenek tertarik untuk membeli salah satu bunganya.Jadi nenek membeli bunga mawarnya.Nenek ingin kamu merawat bunga mawar ini ya sayang..."Nenek memperlihatkan pot bunga mawar yang ia beli tadi pagi.


"Kamu mau kan Sa..merawat bunga ini.."Mama Devon menambahkan.


Safa melihat nenek dan mama Devon dengan perasaan haru.


"Baiklah nek...Safa janji...Safa akan merawat bunga pemberian nenek dengan baik..."Jawab Safa mantab sambil memeluk pot bunga mawarnya.


"Terima kasih ya nek..."


"Terima kasih untuk apa Sa.."


"Karena sudah mempercayakan bunga mawar ini pada Safa..."


"Nenek yang harusnya terima kasih...kamu sudah mau menerima dan mau merawat bunga ini..."


Safa dan nenek saling berpelukan..


***

__ADS_1


Hai semua..Terima kasih sebelumnya sudah bersedia meluangkan waktunya untuk membaca novel saya.maaf ya cerita ini tidak memakai visual.Visualnya bisa kalian kreasikan sendir Dan jangan lupa beri like dan votenya ya..


Terima kasih🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️.....


__ADS_2