KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 09


__ADS_3

Devon mengantar Safa pulang,kebetulan hari ini Safa tidak membawa sepeda seperti biasanya.


"Akhirnya sampai juga...terima kasih ya sudah mengantarku pulang...mobilmu lumayan nyaman buat dikendarai..."celetuk Safa sambil tersenyum..


"Benarkah..."


"Hhmmm..ya sudah..aku sudah kangen dengan Briziku.."


Safa membuka shifbeltnya.


"Brizi...siapa.."


"Ya..dia kekasihku..."Safa tersenyum lalu keluar dari mobil...


Devon terkejut ketika Safa bilang kalau Brizi kekasihnya...


"Kekasih...jadi dia sudah punya kekasih...lalu...untuk apa aku mendekati wanita yang sudah punya kekasih..."Devon membuang muka lalu melajukan mobilnya untuk pulang keapartemennya.


Sesampainya diapartemen Devon langsung menyegarkan tubuhnya.Saat berada dibawah guyuran air shower,Devon menunduk sambil sesekali menyingkap rambutnya yang basah ke belakang.


Tak lama,Devon keluar dari kamar mandi.


Devon duduk di sofa samping jendela dan sudah berganti pakaian piyama.


Devon mengutak atik I-pad miliknya.


"Jadi aku ada proyek diperusahaan G grup..tapi sepertinya nama perusahaan ini harus diganti dulu.."Devon berbicara sendiri.


***


"Halo sayang...kangen banget aku sama kamu.."Safa menyapa boneka kesayangannya.


"Kamu tau gak...hari ini aku ada teman baru,namanya Devon..Dia itu pria tampan tinggi dan juga kaya.Kamu pasti heran kan..kenapa aku bisa punya teman orang kaya..Sama aku juga tidak menyangka kalau ada orang kaya yang ingin berteman denganku.."


Safa terus berceloteh dengan Brizi,sampai akhirnya dia tertidur dengan sendirinya.


***


Devon masih bekerja melalui gadgetnya.Saat melihat ponselnya,Devon teringat dengan Safa.


Devon langsung menelfon asistennya..


"Halo...Andi...apakah informasi soal wanita yang kutugaskan padamu itu sudah benar.."


"Saya rasa sudah benar presdir..memangnya ada yang salah presdir.."


"Apakah..kau benar-benar sudah melengkapinya..tentang kekasihnya juga.."


"Kekasih..dari penyelidikan saya...wanita tersebut tidak punya kekasih atau lelaki spesial dikehidupannya.."


'Jika memang begitu..terus siapa Brizi...yang dia sebutkan sebagai kekasihnya..'Devon membatin.


"Ya sudah kalau begitu.."Devon menutup telfonnya.


***


"Apa jadwalku hari ini.."Devon bertanya pada Andi saat memasuki lift kantor.


"Hari ini jadwal presdir tidak terlalu padat..hanya ada rapat bersama nona Zia di D grup 2..untuk membahas proyek pengembangan didaerah pegunungan.."


"Bersama nona Zia..kenapa harus dia.."

__ADS_1


"Karena nona Zia yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.."


"Hhmm...ok jam berapa kita ada rapat dengannya.."


"Sekitar jam 10 pagi ini.."


"Baiklah..atur semuanya.."


Andi mengangguk.


Seperti biasa,Devon dan Andi akan sibuk dengan berkas proyek harian mereka,sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 9.45..


Tok..tok..tok...suara pintu diketuk.


sekretaris Devon masuk keruangan Devon..


"Presdir..nona Zia sudah datang.."


Devon hanya berdehem lalu menutup kertas yang ada didepannya.


"Cepat kamu siapkan berkasnya..dan kamu bereskan meja ini.."Devon menyuruh Asisten dan sekretarisnya.


Diruang rapat.


"Selamat pagi Dev...maksud saya presdir Dev..."Zia mencoba bersikap profesional.


"Selamat pagi nona Zia..."Zia dan Devon berjabat tangan.Zia terus menatap Devon,sedangkan Devon hanya bersikap biasa dan santai.


Dua jam berlalu,akhirnya rapat selesai.Zia merapikan laporan-laporannya,Devon mengecek berkas yang lain sedangkan Andi merapikan berkas yang berantakan.Zia melihat Andi sambil tersenyum lalu melihat Devon.


Devon tahu kalau sedari tadi Zia memperhatikannya.Tapi Devon hanya menanggapinya dengan cuek.


Andi keluar lebih dulu dari ruang rapat, yang tersisa hanya Zia dan Devon diruang rapat.


Devon mengangkat kepala dan melihat sekitar,Devon tidak melihat siapapun kecuali dirinya dan Zia.


"Dev..aku bertanya...bagaimana kabarmu.."


"Seperti yang kamu lihat.."jawab Devon sambil melanjutkan memeriksa berkasnya.


"Dev...kenapa sikapmu berubah padaku.."


"Maaf nona Zia...Saya masih ada pekerjaan lain...jika sudah tidak ada lagi yang perlu dibahas...aku akan keluar terlebih dahulu.."Devon merapikan berkasnya.


"Tunggu Devon...aku minta maaf soal yang terdahulu.."


Devon menghentikan pekerjaannya..


"Minta maaf untuk soal apa.."


"Saat terakhir kali kita berada dipuncak.."


"Aku sudah melupakannya..kamu tidak perlu minta maaf atau merasa bersalah.."


"Tapi Dev.._"


"Maaf nona..saya permisi terlebih dahulu.."


"Dev tunggu..."Zia mencoba meraih tangan Devon tapi Devon lebih cepat untuk menghindarinya.


Devon keluar dari ruang rapat..

__ADS_1


"Aku tidak boleh tergoda lagi dengan wajah polos Zia..."


"Andi aku akan keluar..kau tidak perlu mengikutiku.."


"Baik presdir.."


Devon keluar dari kantor dan pergi mengambil mobilnya diparkiran.Devon membuka jas dan blazernya,dia hanya memakai kemeja berwarna hitam dan melipat lengannya.


Devon pergi kesebuah cafe yang ada dipinggiran kota..


"Menurut informasi,Safa bekerja disini.."Devon berbicara sendiri.Devon memarkirkan mobilnya berada jauh dari cafe.


Devon memperhatikan sekitar..begitu banyak orang berlalu lalang.


Safa keluar dari cafe dengan memakai seragam cafe.


"Dasar bos galak..tidak bisa apa..nyuruhnya biasa saja..tidak perlu pakai otot.."Safa menggerutu sendiri.


Devon masih memperhatikan Safa yang keluar dari cafe dan pergi kewarung terdekat.Safa terlihat membeli sesuatu. lalu kembali kecafe.


Safa menyadari kalau ada seseorang yang sedari tadi memperhatikannya..


"Sepertinya aku kenal dengan mobil itu.."Safa berjalan mendekati mobil Devon.


Devon keluar dari mobilnya.


"Kamu..sedang apa disini"Safa menyapa Devon.


"Sedang jalan-jalan saja..."


"Memangnya kamu tidak bekerja.."


"Aku kan bos..jadi bisa semauku bekerja atau tidak.."


"Jangan seperti itu...walaupun kamu seorang bos...tapi harus memberi contoh yang baik untuk karyawannya.Siapa tahu sekarang karyawan kamu sedang membutuhkan kamu atau sedang bermalas-malasan karena bosnya tidak ada.."


"Tidak mungkin...aku sudah memasang cctv dikantorku dan terhubung dengan ponselku...jadi mereka tidak akan berani macam-macam..."


"Ya..ya baiklah bos besar...eh kamu mau mampir ke cafe tempat aku bekerja..."Safa menunjukkan cafenya.


"Boleh..sekalian pengen ngopi.."


"Ya sudah..ayok.."Safa tersenyum sambil menarik tangan Devon.


Devon mengikuti Safa masuk kedalam cafe.


"Silahkan duduk..biar aku ambilkan buku menu dulu ok..."


Safa melayani Devon layaknya pelanggan.


"Bisa temani aku mengobrol sebentar.."Devon meminta kepada Safa


"Tidak bisa bos..aku harus bekerja.."


"Hhmm..baiklah kalau begitu aku akan membantumu..."


"Tidak perlu..nanti bosku marah dan mengira aku malas bekerja.."


"Terus aku akan duduk disini sendirian.."


"Tuan bos...yang duduk sendirian bukan cuma kamu saja...lihat ada beberapa orang yang juga duduk sendirian."

__ADS_1


Devon melihat sekitar.Memang ada beberapa orang yang duduk sendiri dan sibuk dengan laptop atau ponselnya.


__ADS_2