KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 19


__ADS_3

Safa menarik tangan Devon saat melihat pedagang es krim.


"Kita beli es krim ini saja.."ujar Safa.


"Kamu yakin mau beli es krim ini.."


"Ya.."


Safa memesan dua es krim stik rasa buah.Safa langsung menyesap es krimnya..


"Haaaahh...segarnya.."ujar Safa..


"Kenapa kamu tidak memakan es krimmu.."Sambung Safa pada Devon.


"Nanti saja.."


"Kamu tidak pernah makan es krim ya...."


"Pernah lah..."


"kalau pernah...mana ada makan es krimnya nanti...pasti mencair kalau dimakan nanti..."


"Nanti di masukkan kedalam lemari es lagi..biar beku lagi.."


"Ya gak bisa gitu...kamu harus makan sekarang.."Safa merebut es krim stik milik Devon lalu membukanya dan segera menyuapi Devon.


"Bagaimana...enak kan.."ujar Safa.


Devon masih menyesap eskrimnya..


"Enak nggak.."


Devon mengangkat alisnya.


"Lumayan..."ujar Devon menyesap es krimnya lagi.


"Kan..apa aku bilang..


hidup itu jangan terlalu perfeksionis..nanti capek sendiri.sekali-kali bersantai dan menikmati suasana sekitar.."Ujar Safa.


Devon memperhatikan Safa yang sedang tersenyum menikmati es krimnya.Lama Devon melamun memandang Safa yang terkadang bercanda dengan penjual eskrim.Tanpa disadari seulas senyum,tersungging dibibir Devon.Entah fikiran apa yang merasuki diotak Devon kali ini,Tapi yang pasti Devon merasa senang saat ini.

__ADS_1


"Hei tuan...kenapa anda tersenyum sendiri.."Safa mengejutkan Devon yang sedang melamun.


"Apa anda belum pernah makan es krim dipinggir jalan.."


"Jangan sok tahu...ayo sekarang kita pulang.."


"Hhhmm..baiklah.."Safa mengerucutkan bibirnya.


***


Keesokan paginya,Zia mengajak Devon bertemu.Devon dan Zia bertemu direstoran yang kemarin Zia dan Safa bertemu.


Zia datang lebih dulu..


"Hai.."Sapa Devon saat sudah sampai direstoran


"Hai..."


"Ada apa kamu mengajakku bertemu.."


Devon tanpa basa-basi.


"Tidak perlu...aku hanya sebentar saja...."


"Oh begitu.."


"Ada apa.."


"Bagaimana keadaan Safa kemarin..."


"Keadaan Safa.."Devon masih mengingat..


"Oh yang kemarin...dia sudah tidak apa-apa..."


"Sungguh...dia sudah tidak marah lagi.."


"Tidak..dia sudah tidak marah lagi padaku...aku memberinya pengertian..."


"Syukurlah kalau begitu.."


Zia mengaduk-ngaduk minumannya..

__ADS_1


"Dev...aku ingin tahu sebesar apa kau mencintai Safa.."ujar Zia.


Devon menatap Zia,..


"Kenapa kau menanyakan itu.."


"Aku ingin kau bahagia Dev...aku tidak ingin kau kecewa untuk yang kedua kalinya..."


"Maksud kamu.."


"Aku tahu...dulu aku pernah berbuat salah padamu...aku menghianatimu dan sekarang aku menjadi temanmu..jadi sebagai teman aku tidak ingin melihatmu terluka lagi..."


"Tenang saja...kamu tidak perlu menghawatirkanku seperti itu..Aku bahagia dengan Safa.Dia gadis yang baik dan tulus.."Devon menatap kedepan..


"Apa kau sangat mencintainya..."


"Tentu saja.."


"Apa yang paling kau suka darinya.."


Devon terdiam dan mengingat semua tentang Safa..


"Aku suka segalanya tentang dia...tingkahnya,cara bicaranya,matanya..."Devon berbicara sambil membayangkan Safa.Kata-kata tentang Safa meluncur begitu saja dari mulut Devon.


"Kau pasti sangat mencintainya...dan Safa bisa sangat beruntung,bisa dicintai olehmu..."ujar Zia yang merasa cemburu saat Devon memuji Safa.


Devon tersadar dari lamunannya.


"Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan...aku pergi dulu.."ujar Devon.


"Kau mau kemana.."


"Aku akan berkencan..."


"Ohh baiklah.kalau begitu sampai jumpa..."


"Hhmm..ya"


Devon pergi meninggalkan Zia sendiri dicafe.


"Apakah aku masih bisa masuk kedalam hatimu lagi Dev.."

__ADS_1


__ADS_2