KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 31


__ADS_3

"Devon..."Safa memanggil Devon yang sibuk memberitahu tentang sisi kamarnya.


Devon berbalik..


"Ya...ada apa...apa ada yang kamu butuhkan.."


Safa menggelengkan kepala..


"Ceraikan aku.."ujar Safa..


Devon terkejut dengan ucapan Safa..


"Ceraikan aku Dev.."ujar Safa lagi.


Devon duduk disisi ranjang.


"Apa maksud ucapanmu.."


"Ya...aku minta ceraikan aku.."


"Apa alasanmu meminta cerai dariku..sedangkan pernikahan kita masih hitungan hari.."


"Kita menikah tanpa cinta dan kita menikah karena keterpaksaan.."


Devon memegang sisi ranjang dengan tangan mengepal,dia membuang muka.


Safa duduk bersimpuh didepan Devon..


"Tolong ceraikan aku Dev..."ujar Safa sambil menitikkan air mata.


Devon tak tega dengan tatapan mata sayu Safa yang penuh dengan air mata.


"Tapi kita menikah baru seminggu Sa.."


"Aku tahu...aku hanya ingin melepaskanmu dari ikatan ini..agar kamu bisa menemukan seseorang yang benar-benar ingin kamu nikahi...bukan menikah karena belas kasihan.."


"Siapa yang menikah karena belas kasihan Sa.."


"Kamu menikahiku karena kasihan pada ibuku yang selalu ingin melihat aku menikah...dan sekarang ibuku sudah tiada jadi tugas kamu sudah berakhir Dev.."


"Bagaimana kalau aku tidak mau.."


"Tidak mau apa.."


"Aku tidak mau menceraikanmu.."


"Kenapa...apa alasan kita untuk bertahan sekarang.."


"Bagaimana jika aku mencintaimu sekarang...bagaimana jika aku sekarang menuntutmu untuk menjadi istriku seutuhnya..."


Safa terkejut dengan pengakuan Devon.


"Ini bukan cinta Dev...kamu hanya merasa kasihan padaku..sadarlah Dev.."


"Bagaimana jika aku benar-benar mencintaimu sekarang..dan aku tidak akan membiarkanmu untuk pergi..."

__ADS_1


Safa berdiri dari duduknya..


"Tidak...kamu tidak mencintaiku..kamu hanya ingin membantuku ya kan..."ujar Safa.


Safa berbalik ingin pergi dari kamar itu,tapi dikejar dan dipeluk dari belakang oleh Devon..


"Please Sa..beri aku kesempatan..


beri aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku benar-benar mencintaimu..."


ujar Devon sambil memeluk Safa dengan erat.


"Tapi Dev..."


"Beri aku waktu satu bulan...untuk membuktikan kalau aku benar-benar mencintaimu...please Sa...jangan pergi dariku.."


"Baiklah...aku akan memberi waktu satu bulan untuk membuktikan perasaanmu...apakah nyata atau hanya sekedar kasihan padaku.."


Dalam pelukannya Devon menyunggingkan senyum.


"Baiklah sekarang kamu istirahat biar nanti aku menyuruh pelayan untuk menyiapkan air panas untukmu.."ujar Devon.


"Terima kasih.."ujar Safa.


"Sekarang lepaskan pelukannya...aku mau membereskan barang-barangku.."


"Ok.."Devon melepas pelukannya..


"Aku pergi kekamarku dulu...atau aku akan tinggal disini bersamamu.."ujar Devon.


"Kita kan suami istri..boleh dong tinggal satu kamar.."


"Dev.."ujar Safa.


"Ok..ok..aku keluar tapi sepertinya ada yang lupa.."


"Apa.."Safa melihat kesana kemari.


Cup..


Devon mencium pipi Safa..


"Ini yang lupa.."ujar Devon sambil tersenyum.


Safa membuka matanya lebar-lebar karena kaget dengan apa yang dilakukan Devon.


Safa terdiam mematung.


Devon keluar dengan menutup pintu kamar Safa.


"Apa yang barusan Devon lakukan...kenapa dia berani sekali menyentuh pipiku.."ujar Safa sambil mengusap pipinya.


Devon masuk kedalam kamarnya dengan santainya seperti tidak terjadi apa-apa.


"Apa yang kulakukan barusan...kenapa aku sangat ingin memiliki Safa seutuhnya,kenapa aku merasa marah saat dia meminta untuk berpisah...bukankah itu wajar kalau dia meminta berpisah karena kita menikah juga karena ingin ibunya sembuh tapi kenyataannya malah seperti ini.."

__ADS_1


Devon berbicara sendiri.


Devon mengambil handuk lalu pergi kekamar mandi.Sebelum masuk kekamar mandi,Devon kembali dan mengambil ponselnya,dia mengirim pesan pada Safa.


"Cepat mandi..habis itu kita makan malam..."isi pesan Devon pada Safa.


Didalam kamar Safa masih membereskan pakaiannya.Saat mendengar ponselnya berbunyi,dia menghentikan pekerjaannya.


"Buat apa orang ini mengirim pesan seperti ini..kan bisa bicara langsung.."ujar Safa berbicara sendiri.


Safa pun langsung mengambil handuknya dan pergi kekamar mandi.


Safa melihat seisi ruang kamar mandi.


"Kamar mandinya besar sekali..bisa buat tiduran ini...ini sih lebih besar dari kos-kosanku dulu.."ujar Safa mengagumi kemewahan yang ada di mansion Devon.


"Sebenarnya orang seperti apa yang aku nikahi ini...apakah orang yang menjadi suamiku sekarang adalah seorang penjahat kejam,suka merampas atau seorang mafia...iihh ngeri...aku benar-benar tidak mengetahui tentang Devon..."Safa bergidik ngeri dengan khayalannya sendiri.


Makan malam telah siap,Devon sudah berada dimeja makan lebih dulu.


Safa baru keluar dari kamarnya dan turun dari anak tangga berjalan menuju meja makan.


"Cepat Sa..aku sudah lapar.."ujar Devon.


"Kalau lapar makan saja dulu.."ujar Safa.


Safa melihat meja makan yang penuh dengan berbagai macam masakan.


"Meja ini kenapa penuh sekali...apa ada orang lain yang kamu undang untuk makan malam.."


"Tidak ada...ini semua untuk kita berdua makan malam..."


"Ya ampun masakan segini banyak cuma untuk kita berdua.."ujar Safa sambil melihat Devon.Devon hanya mengangguk.


"Gak..gak...ini terlalu banyak Dev..kita gak akan bisa habiskan ini semua.."


"Yang nyuruh kita untuk menghabiskan ini semua siapa Sa.."


"Lalu kalau kita tidak menghabiskannya, siapa yang mau habiskan ini.."


"Kalau tidak habis tinggal dibuang Sa.."


"Sayang Dev kalau dibuang,lebih baik kita bagikan lagi sama pelayan.."


"Kita mau makan bareng pelayan..satu meja bareng pelayan Sa..."


"Kalau kamu tidak mau...biar mereka makan didapur...mubadzir masakan segini kalau harus dibuang.."


"Kamu kenapa gak ada bersyukurnya sih Sa...udah dikasih makanan lebih..."


"Aku bukannya tidak bersyukur Dev.Coba kamu bayangkan..orang-orang diluar sana banyak yang kurang beruntung,mereka nahan lapar karena belum dapat rejeki.Sedangkan kita udah dikasih kelimpahan rejeki,malah mau buang-buang makanan..."


"Ya..ya nona cerewet..sekarang terserah kamu...yang penting cepat makan,aku sudah lapar..."ujar Devon.


"Kamu ingin makan yang mana tidak lebih dari tiga macam saja,biar nanti dibawa pelayan masuk sisanya..."ujar Safa.

__ADS_1


Devon menunjuk beberapa makanan,sisanya Safa menyuruh pelayan untuk membawanya kedapur.


__ADS_2