KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 03


__ADS_3

Setelah beberapa saat,akhirnya Safa sampai ditempat kerjanya.Sebuah klub malam yang cukup hits dikotanya.


Safa diperintahkan oleh bos keduanya untuk mengecek barang yang habis.


Ada beberapa minuman yang sudah habis stoknya.


"Eh...tambahkan minumanku.."Ujar seseorang kepada Safa.Safa melihatnya sejenak.


Safa mengambilkan sebotol minuman dan menuangkannya kedalam gelas pria tadi.


"Dasar wanita penghianat.."


Safa melihat pria itu lagi,dia terlihat sudah sangat mabuk...


Safa meletakkan buku dan bulpoin yang tadi dipegangnya.


Safa menghampirinya si pria.Saat pria itu ingin meneguk minumannya,Safa menahan gelasnya.


"Hei....apa yang kamu lakukan.."


"Masalah tentang perempuan itu gak akan ada habisnya...jika kamu ada masalah dengan kekasihmu..selesaikan...bukan malah pergi minum-minum sampai mabuk seperti ini..."


"Hei..siapa kamu..berani menceramahiku..."


"Aku bukan siapa-siapa...aku hanyalah seorang pelayan wanita yang setiap hari harus melihat dan mendengar keluhan para pelanggan club ini..."


"Apa kamu tau masalah apa yang sedang aku hadapi..."


"Aku bukan peramal..yang pasti tau tentang masalah seseorang...tapi jika kamu mau bercerita,aku bisa meminjamkan telingaku sebentar..."


Pria itu kembali meneguk minumannya.Dia menatap gelas kosong yang ada didepannya dengan tatapan kosong..


"Aku sudah bersamanya selama tiga tahun..aku juga sudah menyiapkan sebuah rumah impian dia.Tadi siang aku membawanya ke puncak untuk melamarnya,tapi apa kau tau...dia menolak lamaranku..."


"Kalian sudah bersama selama tiga tahun,ketika kamu melamarnya dia menolakmu...kenapa..apa dia sudah tidak mencintaimu lagi..."


"Aku tidak tau..


Setelah dia menolakku,aku masih bisa menerimanya..aku mencoba mengerti dia.aku hanya minta waktu sebentar padanya,karena dia sudah menolak lamaranku..."


"Mungkin dia hanya menunda..bukan menolakmu.."


"Awalnya aku juga berfikir seperti itu..


Tapi setelah dari restoran itu..akhirnya aku tau kenapa dia menolakku..."


"Kenapa.."Safa penasaran.


"Dia menolakku karena dia sudah ada lelaki lain yang lebih kaya...


Dia selingkuh didepan mataku,Dia berselingkuh dengan klien dari perusahan kami bekerja.Dan yang lebih membuatku hancur,aku melihatnya memasuki kamar hotel bersama pria brengsek itu.Coba kamu bayangkan seorang wanita dan seorang laki-laki masuk kedalam hotel saat malam hari,apa yang akan mereka lakukan..."


Safa menepuk pundak pria itu..


"Sungguh nasib yang buruk untukmu..."


"Makanya dari itu...aku kesini..untuk menghilangkan kekecewaan hatiku..."


"Hhmm...tapi gak semua yang kamu alami itu yang paling menyedihkan..ada yang paling menyedihkan..."


"Apa.."


"Nanti aku tunjukkan.."


"Oh..namaku Devon.."


"Aku Safa.."

__ADS_1


"Safa..."ujar Devon sambil menganggukkan kepala..


"Apa yang katamu tadi lebih menyedihkan.."


"Tunggu sebentar..aku akan mengambil tasku dulu.."


Tak lama kemudian..Safa keluar dengan berganti pakaian dan membawa tas ranselnya.


"Ayo.."ajak Safa pada Devon.


Devon menerima ajakan Safa.


"Kita mau kemana.."


"Sudah kamu ikut saja...kamu masih bisa kan jalan sendiri.."


"Aku masih sadar..belum terlalu mabuk..masih bisa jalan sendiri.."


"Bagus kalau begitu.."


Safa dan Devon keluar dari club..


"Kita naik mobilku saja.."


"Tidak perlu..kita jalan kaki saja.."


"Eemm..baiklah.."


Safa berjalan beriringan dengan Devon..


"Eh..kamu belum menceritakan tentang kamu.."Tanya Devon pada Safa..


Safa melihat Devon dengan senyum kecut..


"Apa yang harus diceritakan...hidup wanita miskin sepertiku tidak akan menarik.."


"Ayolah..kamu jangan berkecil hati.."


"Kamu tidak mempunyai kekasih.."


Safa tersenyum..


"Jangankan kekasih teman saja aku tak punya...hidupku itu hanya bekerja dan bekerja .."


"Jangan terlalu keras dengan hidupmu.."


"Kamu orang kaya..bisa berbicara seperti itu.."


Safa berhenti disebuah warung nasi kecil..dia membeli beberapa nasi bungkus..


"Untuk apa kamu membeli nasi begitu banyak...kamu mau makan itu semua.."


"Kamu lihat saja nanti.."


Safa menjinjing kantong plastiknya.Safa dan Devon berjalan menyusuri trotoar..


Saat melihat beberapa gelandangan..Safa membagikan nasi bungkus tadi..


Devon hanya melihat dari kejauhan..


Setelah selesai membagikan makanan Safa dan Devon kembali ke club untuk mengambil sepeda dan mobilnya.


"Kenapa kamu membagikan makanan kamu...aku lihat tadi uangmu hanya tinggal beberapa lembar.."


"Kamu melihatnya ya.."


Safa tersenyum..

__ADS_1


"Memangnya kamu tidak merasa kalau hidup mereka lebih menyedihkan darimu.kamu hanya dihianati cinta,sedangkan mereka...mereka harus menahan lapar setiap hari..."


"Itu salah mereka...kenapa mereka tidak bekerja.."


"Mereka ingin sekali mendapatkan pekerjaan..tapi coba kamu berfikir,siapa yang akan mempekerjakan mereka..."


Devon melihat lagi para gelandangan tadi.Devon melihat para gelandangan itu tampak senang dengan makanan yang mereka dapatkan.


Didalam hati,Devon merasa bersyukur dengan keadaan ekonominya sekarang..


Dia bisa memilih makanan yang ingin dia makan,tanpa harus menunggu belas kasihan orang.


Safa dan Devon sudah berada diparkiran Club.Safa langsung mengambil sepedanya..


"Aku duluan ya...jangan lupa semangat..tunjukkan pada kekasihmu kalau kamu bisa lebih sukses..."ujar Safa sambil meninggalkan Devon..


"Hei tunggu biar aku antar..."


"Tidak perlu..naik sepeda lebih menyenangkan.."teriak Safa berlalu meninggalkan Devon.


Devon tersenyum dengan semangat yang dimiliki Safa.


***


Setelah pertemuannya dengan Safa,kini Devon sudah tidak terlalu memikirkan tentang Zia lagi.Saat Zia datang,Devon hanya bersikap dingin.


"Sayang..Kamu dingin banget sekarang..tidak pernah mengajakku jalan-jalan lagi..."ujar Zia saat berada diruangan Devon.


"Aku sibuk.."


"Sibuk apa sih sayang...bukannya semua klien sudah aku handle semua...dan presdir juga tidak terlalu banyak memberimu pekerjaan....kita nanti jalan ya sayang...kita pergi shoping..."Zia menggelayut dilengan Devon.


Devon melihat mata Zia,Lalu melepaskan lengannya yang dipegang Zia..


"Aku tidak bisa.."Ujar Devon sambil melihat-lihat berkas yang dari tadi dipegangnya.


"Sayang kamu berubah..."Zia merajuk.


Devon menutup berkasnya..


"Aku berubah...gak salah.."


"Apa maksud kamu...Ohh..mungkin karena aku menolak lamaran kamu..kamu jadi seperti ini...ayolah Devon...kita masih muda...belum saatnya memikirkan tentang keluarga..


"Bukan itu yang kumaksud Zi..."


"Zi..kamu panggil aku Zi...biasanya kamu memanggilku dengan sebutan sayang..."


Devon membuang muka..


"Baiklah..Ya...aku berubah karena penolakanmu..sekarang kita punya banyak waktu...sekarang kamu jelaskan kenapa kamu tidak menerima lamaranku.."


"Aku sudah katakan,kalau aku belum siap.."


"Bukan karena ada laki-laki lain..."


"Laki-laki lain...apa maksud kamu...


kamu menuduhku berselingkuh..Ya.."


Devon berkacak pinggang dan mengendorkan dasinya..


"Devon cepat katakan apa maksud ucapanmu tadi.."Zia menarik tangan Devon yang membelakanginya..


"Ya..Zia..kamu sudah berselingkuh dibelakangku..."


"Apa buktinya kalau aku berselingkuh..."

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya.jangan lupa tinggalkan vote,like dan komen kalian.


Terima kasih..😘😘😘


__ADS_2