KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 20


__ADS_3

Devon keluar dari cafe dan melihat Safa yang baru datang.Devon melihat jam tangannya.


"Kamu terlambat..."


"Masa sih.."Safa melihat jam diponselnya..


"Ya ampun hanya terlambat lima menit..."


"Aku tidak suka orang yang terlambat walau hanya lima menit..mengerti.."


"Ya..ya...aku minta maaf.."


"Bagaimana tadi pertemuannya dengan kak Zia.."


"Bagaimana apanya..."


"Ya pertemuannya dengan kak Zia tadi...apa ada perkembangannya...."


"Kau tidak perlu tau..bagaimana pertemuanku tadi..."


"Hiishh...pelit amat..."


"Terus kamu menyuruhku kesini untuk apa..."tanya Safa.


"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan..."


"Jalan-jalan...dalam rangka apa.."


"Dalam rangka Agustusan.."


"Agustusan...tapi kan ini sudah bulan November"


Devon memutar bola matanya..


Devon memberi kode untuk melihat kedalam Resto.


Safa melihat ada Zia yang sedang memperhatikannya dari dalam.


"Ohhh....ya aku mengerti sekarang..."ujar Safa.


"Ayo..."Devon berjalan mendahului Safa..


"Eehh...tunggu..biar terlihat romantis dan sungguhan kita harus berpegangan tangan..."Ujar Safa sambil menautkan tangangannya ketangan Devon.Devon melihat tangannya lalu melihat Safa yang sedang tersenyum,Ada perasaan canggung dihati Devon,saat Safa memegang tangannya.


Tangan Safa terlihat kecil ditangan Devon,Sehingga tanpa sadar Devon merasa nyaman menggenggam tangan Safa.Ada perasaan tenang dihati Devon saat Safa memegang tangannya sambil berjalan dan berceloteh.


"Kita mau kemana.."Safa terus bertanya saat berada didalam mobil..


"Sudah kamu jangan banyak nanya..telingaku sampai panas mendengar pertanyaanmu itu terus.."

__ADS_1


"Hissh kau ini...jadi orang jangan terlalu judes...nanti jodohnya bakal menjauh..."


"Kalau jodohku menjauh...kan masih ada kamu..."Devon menarik sudut bibirnya


"Iiihhh...siapa juga yang mau sama kamu...aku sih nggak mau..."ujar Safa sambil menyilangkan tangannya.


Ciiyytt....


Devon menginjak rem dadakan...


"Kamu ini ya...mau bikin aku jantungan..."Safa terlihat marah dan kesal pada Devon.


"Apa katamu tadi...kamu tidak mau jika suatu saat menjadi jodohku..."


"Iya...emangnya kenapa.."


Devon mulai mengikis jarak antara dirinya dan Safa.


"Apa yang mau kamu lakukan..jangan mendekat.."Safa sedikit mundur dan merasa takut dengan sikap Devon.


"Dev...berhenti...jangan dekati aku.."


Devon terus mendekati Safa..


"Kamu masih mau menolakku..."Ujar Devon seperti serigala yang kelaparan.


Mata Devon terus menatap mata Safa.Air mata Safa mulai berlinang...


"Devon...hentikan..."Safa menutup matanya rapat-rapat.


Devon menghentikan aksinya..Dia mengamati setiap inci dari wajah Safa.Mulai dari rambut,alis,mata,hidung dan mata Devon berhenti dibibir Safa yang kecil tebal dan terlihat penuh.


Jantung Devon berdetak begitu cepat saat menatap mata Safa yang terpejam dengan bulu mata yang lentik.


Devon masih menatap wajah Safa.Sampai akhirnya Safa membuka sebelah matanya dan membuat Devon tersadar dan bergerak mundur kembali ketempat duduknya.


Devon kembali melajukan mobilnya.Safa dan Devon terlihat salah tingkah dan saling membisu.Devon melihat dari kaca spion kalau sedari tadi,mobil taksi dibelakangnya selalu mengikutinya.


"Ada mobil taksi mengikuti kita dari tadi..."ujar Devon pada Safa.


Safa melihat kebelakang..


"Siapa mereka.."


"Kemungkinan itu Zia..."


"Oohh..."


Devon menambah kecepatan laju mobilnya.Dan setelah sampai disebuah taman umum Devon memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


"Ini tempat apa.."


"Sebuah taman umum.."


"Ooh.."


"Dari tadi kamu jawabnya ohhh..."


"Terus aku harus jawab apa...."


"Ya apa gitu..."


"Hhhmmm baiklah...waaahhh sebuah taman umum ya....sungguh indahnya..."ujar Safa sambil berakting kagum..


Devon mengangkat sudut bibirnya merasa geli dengan tingkah Safa.


"Biasa saja tidak perlu seperti itu..."


Safa mencibirkan bibirnya.


Safa dan Devon masuk ke taman,Devon sengaja bersembunyi dipinggir gerbang,ingin melihat siapa yang dari tadi mengikutinya.


Seorang wanita keluar dari dalam taksi dengan buru-buru.


"Sudah aku duga.."ujar Devon.


Safa yang berjalan terlebih dahulu baru menyadari kalau Devon tertinggal dibelakang..


Devon segera menyusul Safa dan menggenggam tangan Safa.


"Hei ada apa ini.."


"Sudah kamu diam saja.."


Safa mengikuti perintah Devon.


Devon dan Safa berkeliling taman dengan santai.


"Hei tuan sampai kapan kamu akan memegang tanganku.."


"Sampai Zia percaya kalau kita sedang pacaran.."


"Zia...dimana ada Zia..."Safa mencari-cari keberadaan Zia.


Devon memegang kepala Safa..


"Kamu jangan mencarinya seperti itu..nanti dia sadar..kalau kita mengetahui keberadaannya..."


Devon kembali memegang tangan Safa.

__ADS_1


__ADS_2