KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 35


__ADS_3

Selesai makan siang dengan sang istri,Devon kembali kekantor.


"Aku kembali kekantor..kamu baik-baik dirumah...tunggu sampai aku pulang nanti.."ujar Devon.


Setelah berada diperjalanan Devon mengirim pesan pada Safa.


"Aku mengirim seseorang kerumah untuk membelikan beberapa baju untukmu,seperti yang sudah aku janjikan tadi malam..nanti malam kita dinner,pilih salah satu baju yang sudah aku belikan..aku ingin melihatmu tampil beda.."


Setelah mengirim pesan Devon senyum-senyum sendiri didalam mobil.


Tak lama kemudian suara bel pintu berbunyi..


Seorang pelayan membukakan pintu.Setelah menerima beberapa paper bag,pelayan itu langsung mengantarnya kekamar Safa karena Safa sedang berada disana.


"Terima kasih.."ujar Safa pada pelayan.


Pelayan lain datang kekamar kalau seorang MUA datang atas permintaan Devon.


Safa keluar dari kamarnya menemui tamunya.


"Selamat siang nona.."


"Siang.."jawab Safa.


"Saya seorang perias dan saya di minta tuan Devon untuk merias anda.."


"Siapa nama kamu.."


"Saya Lexi nona...anda bisa panggil Lexi.."


"Baiklah..mari ikut saya.."Safa mengajak Lexi kekamarnya.


sesampainya dikamar Safa,Lexi meletakkan semua peralatannya.


"Maaf nona...kalau boleh tau gaun seperti apa yang anda ingin pakai.."

__ADS_1


"Aku tidak tahu...coba kamu lihat sendiri didalam tas-tas itu....itu baru saja Devon yang mengirimnya..."


Safa menunjukkan beberapa paper bag yang baru datang.


Lexi membuka-buka paper bag satu persatu.


Sampai akhirnya Lexi menemukan sebuah dres sederhana selutut berwarna soft dengan lengan dibawah bahu.


Setelah menemukan baju yang cocok untuk Safa.Lexi membuka paper bag yang berisi beberapa sepatu dan sendal.


"Nona apa anda ingin memakai sepatu seperti ini.."ujar Lexi sambil menunjukkan sepatu hak tinggi berwarna hitam.


Safa mengangkat alisnya...


"Gak mau...saya gak biasa pakai sepatu hak tinggi..kalau ada sepatu flat saja.."


"Sepatu flat..."Lexi lalu mencari sepatu flat yang diinginkan Safa.


Lexi menemukan sepatu flat berwarna putih tulang yang sangat sederhana.


Safa meminta pada Lexi untuk meriasnya secara tipis-tipis dan natural.


Lexi mengerti dengan kemauan Safa.


"Tuan Devon sangat mencintai anda ya nona..."ujar Lexi.


"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu...apa Devon cerita sama kamu.."


"Oh tidak nona..di lihat dari buktinya saja nona...Jarang-jarang lo seorang suami yang membelikan barang-barang mewah sebegitu banyaknya buat istrinya..."


"Oh ya...memang biasanya seorang suami gak seperti itu.."


"Biasanya suami itu hanya memberikan istrinya uang dan istrinya akan berbelanja sendiri.kalau nona kan Tuan Dev yang pilihkan.."


"Itu karena aku tidak bisa memilih barang saja Lexi.."

__ADS_1


"Oh gitu..."


"Ya...kalau saya yang disuruh pilih dress,saya gak akan mengerti..soalnya dari dulu saya cuma pakai kaos biasa sama jins..udah itu saja model baju saya...kalau Lexi gak percaya lihat saja dilemariku...gak akan ada yang namanya gaun atau dress atau apalah saya gak ngerti lagi namanya..."ujar Safa panjang lebar.


"Oh..jadi dulu nona Safa tomboy.."


"Ya semacam itulah.."


Setelah selesai merias wajah Safa..Lexi menyuruh Safa untuk berganti pakaian dan memakai sepatu yang telah dipilihnya tadi.


Safa menuruti ucapan Lexi.Setelah berganti pakaian,Safa keluar untuk bertanya pada Lexi..


"Hhmm...Lexi...ini gak terlalu pendek..aku seperti tidak nyaman memakai baju seperti ini.."


"Itu karena kamu masih belum pernah mencoba memakai baju dress,kalau menurut aku itu gak terlalu pendek..."


"Benarkah...aku sedikit risih aja..."


"Kamu terlihat semakin cantik dengan memakai dress seperti itu nona..."


Safa tersenyum kecut sambil membenarkan dressnya.


Lexi sudah selesai dengan pekerjaannya dia pamit pulang.


Setelah itu,Andi,asisten Devon datang menjemput Safa.


Andi membawa Safa ke sebuah restoran bintang lima.Safa berjalan didalam restoran mengikuti Andi.Banyak mata yang memandang kecantikan seorang Safa.Setelah sampai diruang pribadi,Andi menyuruh Safa untuk masuk sendiri.Didalam Devon sudah menunggunya.


Seorang pelayan membukakan pintu dan mengantar Safa untuk pergi ke mejanya.


Disana Devon sudah duduk menunggunya.


Devon terus menatap Safa yang terus berjalan mendekatinya.


Devon terlihat kagum dengan kecantikan Safa yang sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2