
Keesokan harinya di kantor..
Seperti biasa,dikantor, Devon akan disambut dengan beberapa pekerjaan hari ini.Andi,asisten Devon terus berceloteh sambil terus mengikuti langkah Devon.Devon mendengarkan dengan jelas tentang apa yang dikatakan Andi sambil memperhatikan sekitar.
"Apa tugas yang ku berikan padamu,sudah kamu selesaikan.."tanya Devon sambil menunggu pintu lift terbuka.
"Sudah presdir...nanti akan aku kirimkan berkasnya ke ruangan anda..."
"Apa kamu yakin sudah lengkap semua...tentang latar belakangnya..dan keluarganya..."
"Saya yakin sudah presdir...tapi kalau boleh saya tahu...untuk apa presdir menyuruh saya..menyelidiki wanita itu...apa dia membuat masalah dengan presdir..."tanya Andi penasaran.
Devon menatap Andi dengan tajam..
"Sejak kapan kau mulai bertanya tentang apa yang aku tugaskan padamu..."
"Maaf presdir..."Andi menundukkan kepala.
Devon dan asistennya telah sampai diruangan Devon..
"Ini presdir data yang anda minta..."Andi memberikan bio data Safa.
Devon membaca setiap kata yang ada dikertas dengan seksama.
tok..tok..tok
Suara pintu diketuk..Sekretaris Devon masuk..
"Permisi presdir.."
"Ada apa..."
"Presdir..nanti malam ada acara penggalangan dana untuk acara sosial...dan tuan Abimana mengundang anda untuk berpatisipasi di acara tersebut..."
"Kau saja yang berangkat.."Devon menunjuk Andi..
"Baik presdir..."
Devon berfikir sejenak..
"Tidak...biar aku saja yang datang...kamu nanti ikut dengan saya.."
"Baik tuan.."
"Rupanya gadis itu kesulitan ekonomi...ayahnya sudah meninggal dan ibunya sedang sakit parah..."Devon menyunggingkan ujung bibirnya saat membaca data tentang Safa.
"Apa ada tugas yang harus saya kerjakan presdir..."
"Cepat kamu urus tentang undangan nanti malam...aku ingin nanti malam semua tamu undangan tahu siapa Devon Pradipta....sekarang kamu persiapkan semuanya..."
"Baik presdir.."
__ADS_1
"Cari tahu tentang semua tamu undangannya...dan ingat namanya juga.."
Asisten Devon mengangguk lalu pamit untuk keluar dari ruangan Devon.
Andi dan sekretaris Devon mempersiapkan baju dan perlengkapan Devon nanti malam.
"Cepat kamu siapkan kemeja presdir...biar saya urus yang lain.."Andi memerintahkan pada sekretaris Devon.
"Baik mas.."
Sekretaris Devon menelfon perancang busana langganan Devon,untuk mengantar kemeja Devon,ke apartemen Devon.
Selesai mempersiapkan semua,Sekretaris Devon,melapor pada Andi.
"Presdir,Semua telah dipersiapkan untuk nanti malam.Semua akan disiapkan diapartemen anda...dan ini tentang tamu yang akan hadir..."Andi menyerahkan map yang berisi daftar tamu.
Devon membuka daftar tamu yang akan hadir.Saat membuka halaman berikutnya,Devon sedikit mengernyitkan dahinya,lalu melihat Andi..
"Zia....Abimana mengundang Zia.."
"Ya presdir..setahu saya...Zia adalah teman dari tuan Abimana..."
"Ini Zia...Sekretaris yang bekerja diperusahaan Gritama.."
"Ya Presdir...memangnya ada apa presdir..:
"Tolong nanti saat dipesta...jangan sampai dia mendekatiku..."
"Baik presdir..."
Malam penggalangan dana dimulai,para tamu undangan mulai berdatangan.
Para pelayan bayaran sudah mulai melayani tiap tamu yang datang.Mereka menawarkan minuman pada para pengusaha-pengusaha.
Safa juga ikut menjadi pelayan dipesta itu.Safa menawarkan minuman dengan menyunggingkan senyum manisnya.
"Silahkan nona..."Safa menawarkan minumannya pada Zia.
Zia mengambil segelas minuman dari nampan yang dibawa Safa.
Pintu ruang pesta terbuka,Semua mata melihat kearah pintu.Devon datang bersama asistennya dan juga sekretarisnya.
Devon berjalan dengan langkah tegap sambil memasang kancing jas yang terbuka.Devon melangkah dengan pesona diwajahnya.Semua orang berbisik.mereka bertanya-tanya siapa pengusaha muda yang baru saja datang,terutama para tamu wanita,mereka mengagumi ketampanan dan karisma seorang Devon.
Zia yang berada didekat para wanita itu,hanya tersenyum sambil menyesap minumannya.
Devon berjalan mendekati Abimana si penyelenggara acara.
"Permisi tuan.."Andi menyapa Abimana terlebih dahulu.
Abimana berbalik melihat kebelakang..
__ADS_1
"Oohh...tuan Dev..selamat datang diacara sederhana kami...terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk datang kesini.."
Devon dan Abimana saling berjabat tangan.
Abimana dan Devon saling bercengkerama..
Devon melihat Zia yang berjalan mendekatinya.Devon melihat Andi dan sekretarisnya.Devon memberi kode dengan matanya.Andi langsung mengerti apa maksud Devon.
Andi berbisik pada sekretaris Devon.Sekretaris Devon mengerti dengan intruksi Andi.Sekretaris Devon mengambil minuman pada salah satu pelayan dan berjalan menuju Zia,saat berada tepat didepan Zia,sekretaris Devon berpura-pura tersandung dan menumpahkan minumannya dibaju Zia...
"Maaf nona..saya tidak sengaja.."
"Kamu ini bagaimana ..bajuku kan jadi basah.."
"Sekali lagi saya minta maaf nona..mari saya bantu untuk mengeringkannya...kita pergi keruang ganti sebentar.."
Zia yang memang orang pemaaf..segera menerima bantuan sekretaris Devon.Sekretaris Devon melihat kearah Andi,Andi hanya menganggukkan kepala.
Zia melihat Devon sebelum pergi keruang ganti.
Devon yang sedang berbincang dengan salah satu tamu Abimana tidak sengaja melihat Alex.
Devon menghampiri Abimana yang tidak jauh darinya berdiri.
Awalnya Devon basa-basi dengan berbicara tentang pesta malam ini..
"Anda sungguh luar biasa bisa mengadakan acara sosial semewah ini.."ujar Devon pada Abimana..
"Ah..presdir Devon bisa saja.."
Devon melihat kesana kemari..
"Tuan Abimana bukankah itu CEO alex yang dari singapore...anda mengundangnya juga.."
Abimana melihat kearah yang di maksud Devon.
"Ohh ya...mari saya kenalkan padanya.."ujar Abimana.
Devon mengiyakan.
"Selamat malam tuan-tuan..."Sapa Abimana pada beberapa orang yang sedang bergumul.
"Saya perkenalkan ini presdir Devon,pemilik perusahaan Pt.Pradipta jaya....pengusaha muda yang cukup sukses.."ujar Abimana.
Semua orang mengangkat gelasnya,begitu juga dengan Devon.
Alex mendekati Devon..
"Salam kenal presdir Devon..Saya Alex mungkin anda sudah mendengar dengan nama dan tentang saya..."ujar Alex dengan percaya dirinya.
Devon sedikit mengangkat alisnya,sedikit terkejut dengan kepercayaan diri yang dimiliki Alex.
__ADS_1
"Ya..saya pernah mendengar tentang anda.."
Semua sedang berbasa basi tentang perusahaan mereka.