KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 28


__ADS_3

Lidya membawa Safa kerumah orang tua Devon..


"Lidya...kenapa kita kesini..."tanya Safa.


"Terus kamu mau kemana...aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan keadaan seperti ini..."ujar Lidya sambil membuka pintu mobil.


Safa memegang tangan Lidya..


"Tolong jangan katakan pada siapapun tentang keadaanku yang sebenarnya.."


"Tapi Sa...semua orang harus tau bagaimana kak Devon bisa menyakiti hatimu sampai seperti ini.."


"Please Lidya...aku mohon..."wajah Safa dengan mata sembabnya yang sayu..membuat Lidya merasa kasihan.


"Ok...aku tidak akan cerita pada siapapun tapi harus janji...jangan menangis lagi..."


Safa mengangguk lalu mengusap air mata yang masih membasahi matanya.


Lidya membawa Safa masuk kedalam rumah,terlihat mama dan papa Devon sudah rapi seperti akan keluar rumah.


"Loh tante sama om mau kemana..."tanya Lidya.


"Kita mau pergi keluar kota sayang..."


"Mendadak sekali..."


"Enggak kok Li...cuma memang kami gak cerita aja.."


"Oohh..."


"Loh Safa...kamu kenapa ada disini..dimana Devon..."tanya mama Devon.


"Mm...dia ada di Villa tante..."


"Oh...ya sudah kalau begitu sekarang kita susul Devon...kita berangkat bareng aja.."


"Loh...mau kemana tante...kenapa bareng Safa sama kak Devon.."


"Kita mau bertemu dengan keluarga Safa Li..."


Lidya membuka mata lebar sambil mengangguk mengerti maksud om dan tantenya.


Kedua orang tua Devon berangkat menuju villa untuk menjemput Devon.


Sesampainya di villa,mama Devon langsung mengajak Devon untuk segera berangkat.


Devon yang menyetir mobil dan Safa duduk didepan sedangkan kedua orang tua Devon berada dibelakang.


Selama diperjalanan Safa lebih banyak diam dan itu disadari oleh Aida.


"Sa...kamu gak apa-apa.."


"Gak apa-apa kok tante.."


"Tapi..tante lihat dari tadi kamu banyak diam..dan juga kamu terlihat murung sejak dari kita berangkat..."


"Safa cuma kepikiran sama ibu kok tante.."


"Sudah kamu tenang saja...sebentar lagi kan kamu juga bertemu dengan ibu kamu..."

__ADS_1


"Ya tante.."


"Dev...pegang dong tangan Safa..biar dia bisa tenang..."ujar papa Devon.


Devon melihat Safa,Safa hanya melihat keluar jendela.


Tangan Devon mencoba memegang tangan Safa dengan ragu-ragu.


Papa Devon yang melihatnya merasa sedikit aneh dengan sikap anak dan calon menantunya.


Devon mengurungkan niatnya untuk memegang tangan Safa.


"Kalian bertengkar.."ujar papa Devon.


"Hah..enggak kok pa...enggak kan Sa.."


Devon mencoba mengumpulkan keberanian untuk meraih tangan Safa yang berada dipangkuannya..


"Kita nggak berantem kan Sa..."


Safa terkejut saat Devon tiba-tiba memegang tangannya.Dengan reflek Safa langsung menarik tangannya.


"Enggak kok om...kita tidak sedang berantem..hanya saja Safa merasa lelah aja.."


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat aja..perjalanan juga masih jauh..."ujar mama Devon.


"Ya tante.."ujar Safa sambil tersenyum..


Setelah perjalanan beberapa jam,keluarga Devon sampai di kota Bandung dan Safa juga sudah terbangun dari tidurnya yang sejenak tadi.Safa mengetik lokasi yang ada di layar maps dan Devon mengikuti arah yang dituju oleh maps.


"Kita cari hotel atau penginapan yang dekat dengan rumah Safa ya Dev.."ujar mama Devon.


"Kita antar Safa dulu..."


"Hhmm.."Devon hanya berdehem.


Beberapa saat kemudian,mobil yang dikendarai keluarga Devon berbelok kesebuah rumah sederhana yang cukup asri karena banyak tanaman hias yang mengelilinginya.Rumah Safa sedikit jauh dari kota tapi lumayan sejuk karena dekat dengan perkebunan teh dan perbukitan.


Dirumah,ibu Safa hanya tinggal sendiri tapi masih berdekatan dengan rumah tante Safa hanya berjarak beberapa meter.


Tante Safa sedang berada dirumah ibu Safa dan merasa bingung karena ada mobil mewah yang sedang berhenti didepan rumah.


"Mobil siapa itu mbak.."ujar tante Safa.


"Aku juga tidak tahu.."


Safa keluar lebih dulu dari mobil.Safa keluar dengan senyum yang mengembang.


"Ibuk..."teriak Safa.


"Safa.."ujar tante Safa..


Safa sedikit berlari menghampiri ibunya.


Lalu Devon dan kedua orang tuanya juga ikut turun dari mobil.


Safa langsung memeluk ibunya dengan erat.Safa menitikkan air mata dalam pelukan ibunya.


"Sa...kamu pulang.."

__ADS_1


"Ya buk...Safa pulang.."


"Itu siapa Sa..."tante Safa melihat keluarga Safa yang baru turun dari mobil.


"Itu Devon dan keluarganya.."


"Devon..."


"Hhm..dia.."


"Assalamualaikum..."Mama Devon mengucap salam.


"Waalaikum salam.."jawab ibu dan tante Safa.


"Perkenalkan saya Aida dan ini suami saya..kami orang tua Devon.."


"Buk.."Devon menjabat tangan ibu Safa.


"Devon.."suara ibu Safa lirih.


Ibu Safa menarik tangan Safa dan berbisik ditelinga Safa.


"Devon siapa Sa.."


"Nanti Safa jelasin ya buk.."Safa juga berbisik.


Ibu Safa menyadari kalau belum menyuruh tamunya masuk..


"Oh..maaf...maaf...mari silahkan masuk..."


Saat ibu Safa mempersilahkan tamunya masuk dan berdiri dari duduknya,tiba-tiba tangan ibu Safa memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Aww.."keluh ibu Safa dan disadari Safa.


"Ibu...ibu nggak apa-apa..."


Ibu Safa mencoba kuat..


"Enggak kok Sa...ibu nggak apa-apa..."


Safa memegang ibunya..baru beberapa langkah ibu Safa terjatuh dan pingsan..


Semua orang terkejut..terutama kedua orang tua Devon..


"Ibu...ibu....ibu kenapa...ibu kenapa tante.."


"Mbak..mbak..."


"Ibu kenapa tante.."


"Memang dalam beberapa hari ini kondisi ibu kamu menurun Sa....sudah aku bujuk untuk kerumah sakit...tapi ibu kamu tidak mau...dia hanya menanyakan kamu.."


"Kenapa tante tidak menelfonku..."


"Tante sudah mencoba menelfonmu..tapi nomer kamu tidak bisa ditelfon.."


"Tante..Safa...jangan berdebat sekarang...kita bawa ibu kerumah sakit dulu.."ujar Devon yang juga ikut panik.


Semua orang mengangguk..

__ADS_1


Devon membawa ibu Safa kerumah sakit yang cukup besar dikota Bandung.


__ADS_2