KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 17


__ADS_3

Safa pergi ke salah satu restoran yang cukup dekat dari tempat tinggalnya.Dia memesan makanan terlebih dahulu lalu mencari tempat duduk.


Dari arah belakang Safa seperti mengenal salah satu pelanggan di restoran tersebut.Safa berjalan mendekati pelanggan itu dan melihat dari depan..


"Kak Zia..."Sapa Safa.


Zia melihat orang yang sedang menyapanya..


"Eh Safa..."


"Kakak sedang apa disini.."


"Oh...saya sedang bersantai saja..."


"Safa boleh duduk disini.."


"Oh ya silahkan.."


Safa dan Zia duduk berhadapan.Zia kembali fokus ke ponselnya.Safa terlihat bosan karena dicuekin Zia.


"Pesanan kakak belum datang.."Safa mencoba mengajak Zia mengobrol.


"Belum.."jawab Zia singkat.


Drtt...ddrrrtt...


Ponsel Safa berdering..Safa melihat nama kontaknya lalu menatap Zia sambil tersenyum licik..


"Ehem..ehemm."Safa mengangkat telfonnya sedikit bergaya.


"Ada apa menelfonku....apa kau merindukan aku Dev.."Safa sengaja mengencangkan suaranya agar terdengar Zia,benar saja Zia langsung melihat Safa dan meletakkan ponselnya yang sedari tadi dia mainkan.


"Aku sedang berada direstoran Cempaka...aku bersama kak Zia lo...kamu mau kesini tidak..."Safa sedikit memanas-manasi Zia dengan ucapan mesra dan manjanya.


Selang beberapa saat setelah Safa dan Devon mengobrol sebentar,Safa menutup telfonnya.

__ADS_1


"Siapa yang menelfon.."Zia berpura-pura tidak tahu.


"Itu tadi Dev..dia sedang mencariku dirumah..."


"Sa..boleh aku bertanya padamu.."


"Ya..silahkan...apa yang ingin kakak tanyakan.."


"Bagaimana pertemuanmu dengan Devon sampai kau bisa jadian dengannya.."


"Awalnya dia sering menjadi pelanggan ditempatku bekerja..dan _bla..bla.."Safa mulai bercerita tentang pertemuannya dengan Devon di cafe...karena seingat Safa dia bertemu Devon dicafe.


"Devon begitu manis saat menyatakan cinta padaku...Dia mengatakannya sambil menatap mataku..saat Devon mengatakan kata-kata manis,hatiku terasa teduh..semua beban fikiranku terasa hilang untuk sementara..dia juga mengatakan saat melihat senyum dibibirku rasa lelahnya akan hilang seketika...Dia sangat mencintaiku.."Ujar Safa sambil membayangkan hayalannya.


Zia yang mendengar ucapan Safa sedikit merasa cemburu,sampai tanpa dia sadari sendok yang dipegangnya terjatuh.Zia segera mengambilnya.


"Benarkah yang kamu katakan..."


"Tentu saja benar...dia begitu romantis...bukankah kak Zia sudah tahu..kalau Devon orangnya romantis..kak Zia kan mantannya..."Safa berbicara sambil menyuapi makanan ke mulutnya.


Safa begitu lahap melahap makanan pasta yang dipesannya.Saat melihat makanan Zia yang tidak tersentuh sama sekali,membuat Safa tersenyum.


"Kak...kamu tidak makan.."


"Tidak..aku sudah kenyang..."


"Buat aku boleh.."


"Mm..ya silahkan.."


Safa mengambil makanan yang ada didepan Zia.Safa menuangkan makanan Zia ke dalam piringnya lalu menyantapnya dengan lahap.


Zia yang melihatnya tersenyum kecut.


"Hari ini biar makanannya..aku saja yang bayar kak...aku tadi di beri kartu kredit oleh Devon...katanya untuk aku belanja.."

__ADS_1


"Apa.."


Uhuk..uhuk..


Zia terkejut saat mengetahui kalau Devon memberi kartu kredit untuk Safa.


"Kalian sudah sangat dekat ya..."


"Namanya juga pacaran kan.."ujar Safa santai.


Selesai makan siang bersama Zia,Safa kembali kerumah dan Devon sudah menunggu diruang tamu.


"Dari mana saja kamu.."tanya Devon ketus.


"Hei tuan..kau jangan terlalu ketus padaku..kau masih membutuhkan seorang Safa.."ujar Safa sambil berkacak pinggang.


"Cckkcck..."Devon berdecak dan hanya sedikit mengangkat salah satu sudut bibir.


"Tadi aku bertemu Zia..Dia menanyakan kapan kita bertemu dan bagaimana aku bisa menjadi kekasihmu.."


"Kau bilang apa....kau tidak bilang kau pernah bekerja diclub malamkan.."


Devon sedikit khawatir..takut Safa bercerita jujur pada Zia.


"Tentu saja tidak...aku tau kau pasti tidak ingin keluargamu tau kalau aku pernah bekerja di club malam...."


"Baguslah kalau begitu..."


"Terus kamu mau apa datang kemari..."


"Hei ini rumahku...aku bisa datang kapanpun aku mau..."


"Ya..ya..ya...."ujar Safa sambil berjalan menuju kekamarnya.


"Dasar lelaki sombong.."Safa menggerutu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2