
Safa mulai memetik senar gitarnya..
"Safa mulai ya...ini lagu Safa persembahkan buat yang sedang ulang tahun...kak Reza...tolong jangan diketawain ya kalau jelek..."ujar Safa.
..."Can i call you baby.....
...Can you be my friend.....
...Can you be my lover up until the very end.....
...Let me show you love hoo no pretend.....
...Stick by my side even when the world is giving in..yeah....
...oh..oh..don't...don't you worry.....
...I'll be there whenever you want me.."...
Semua keluarga mendengarkan dengan sambil berbincang-bincang pelan..
Devon melihat Safa dengan rasa kagum..Tanpa disadari..bibir Devon menyunggingkan senyum melihat Safa lihai memainkan gitarnya ditambah dengan suaranya yang cukup merdu saat didengar.
"Kak Safa hebat kan kak.."bisik Lidya ditelinga Devon yang sedang fokus melihat Safa.
"Ya..."
"Kak Safa cantik kan kak..."
"Ya..dia wanita yang sempurna..."ujar Devon tanpa sadar.
Mama Devon mendengar ucapan putranya hanya tersenyum.
Devon tersadar dari pandangannya dan menyadari ucapannya..tapi Devon hanya terdiam sambil menatap Safa yang terus bernyanyi sambil terus tersenyum melihat Reza.
Devon terlihat tidak senang saat Safa tersenyum pada Reza.
Safa sudah selesai bernyanyi dan menghampiri Reza...
"Sekarang giliran yang ulang tahun yang bernyanyi.."ujar Safa sambil memberikan gitarnya pada Reza.
"Aku tidak bisa bernyanyi dan juga aku gak bisa bermain gitar Sa..."ujar Reza.
"Jangan bohong...kak Reza kan sering bermain gitar sendiri..aku pernah melihatnya..."ujar Safa berbohong agar Reza mau bernyanyi..
"Kapan dan dimana..."
"Ada deh....sudah cepat ambil gitarnya dan bernyanyilah...ini kan hari ulang tahunmu..jadi kamu harus happy dan enjoy....oke.."ujar Safa..
Entah mengapa Reza menuruti perkataan Safa,dia mengambil gitarnya dan maju kedepan.
__ADS_1
"Memangnya kamu bisa bernyanyi Za..."tanya papa Devon.
"Pasti bisa kok om..."ujar Safa menyemangati Reza.Reza hanya tersenyum.
Reza mulai memetik gitarnya.Semua orang kagum dengan permainan gitar Reza..
"Enggak nyangka uncle Reza pandai bermain gitar suaranya juga cukup bagus untuk didengar..."ujar Lidya.
"Memangnya selama ini...semua keluarga belum pernah melihat Reza bermain gitar..."tanya Safa.
Lidya menggelengkan kepalanya.
Reza sudah selesai menyanyikan satu lagu.Dia menghampiri Safa untuk mengembalikan gitarnya.
"Gimana kak cukup senang kan setelah menyanyikan satu lagu..."ujar Safa.
Reza mengangguk sambil tersenyum.
"Eh Sa...kamu pernah lihat uncle Reza bermain gitar dimana.."tanya Lidya.
"Mmm...maaf ya kak...sebenarnya aku berbohong..aku belum pernah melihat kak Reza bermain gitar..tapi aku tidak menyangka kalau kak Reza bisa bermain gitar..."ujar Safa.
"Jadi kamu berbohong Sa.."ujar Reza
"Maaf ya kak....peace.."Safa menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Reza menggelengkan kepalanya..
"Sa...kamu sungguh berani bisa membohongi uncle Reza..."ujar Lidya.
Safa tersenyum kecut.
Dari kejauhan Devon yang sedang duduk sendiri hanya melihat keakraban Reza,Lidya dan Safa.
Zia menghampiri Devon yang sedang bermain ponsel.
"Dev...boleh aku duduk disini.."ujar Zia.
Devon hanya mengangguk tanpa menoleh.
"Kenapa kamu duduk sendirian disini Dev...kenapa tidak bergabung dengan yang lain.."
"Tidak...aku sedang sibuk dengan asistenku.."
"Kelihatannya Safa anaknya sangat ceria ya Dev.."
Devon melihat Safa yang sedang tertawa dengan keluarga yang lain.
"Hhmm..ya.."
__ADS_1
"Dia juga bisa membuat Reza bernyanyi di hari ulang tahunnya..seingatku Reza paling anti bernyanyi saat ulang tahunnya...dan aku juga tidak tahu kalau Reza bisa bermain gitar.."ujar Zia panjang lebar.
"Reza memang dingin dan dia juga jago dalam beberapa alat musik bukan cuma gitar saja..dia memang jarang memperlihatkan pada orang lain.."
"Dia terlihat nyaman bersama Safa.."Ujar Zia..
Devon melihat Zia..
"Apa maksud kamu.."
"Coba lihat interaksi Safa dan Reza Dev...mereka terlihat nyaman satu sama lain.."Zia mencoba memanas-manasi Devon.
"Kau terlalu banyak bicara Zia..."ujar Devon sambil berdiri berjalan mendekati Safa.
Zia terlihat terkejut dengan ucapan Devon.
"Dev..kamu.."Ucapan Zia terputus karena Devon sudah tidak memperdulikannya lagi.
"Aku menyesal dulu pernah menghianatimu Dev..."ujar Zia lirih.
"Ayo pulang.."ujar Devon pada Safa yang masih bercanda dengan Lidya.
"Hah..tunggu sebentar lagi...acaranya kan belum selesai.."
"Aku bilang pulang..."ujar Devon sekali lagi..
"Dev...tunggulah sebentar lagi.."ujar Reza.
"Ya kak...ini kan acaranya masih berlangsung.."
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan calon istriku.."
Devon terlihat kesal dengan semua orang.
"Dev..kamu ada apa sih.."tanya mama Devon.
"Devon gak apa-apa ma..."
Safa melihat mata Devon seperti sedang marah dan kesal.
"Ya sudah kita pulang oke.."Safa mengalah.
Safa pamit pada semuanya..Saat Safa berpamitan pada Reza,Safa ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk Reza dan ingin memeluknya tapi Devon keburu menarik badan Safa.
"Sudah ayo kita pulang.."
Selama diperjalan Devon terlihat sangat pendiam dan dingin.
"Ada apa dengan orang ini..kenapa aku merasa dia sangat marah..apa sedang ada masalah dengan pekerjaannya..atau ada masalah dengan Zia...tadi sepertinya dia bermain ponsel dan berbicara dengan Zia...."
__ADS_1
Safa membatin sambil sesekali melihat Devon yang sedang fokus dengan kemudinya.