
Zia menarik tangannya,Devon melihat Zia dengan perasaan bingung.
"Devon...apa maksud kamu.."
"Zia...aku sangat mencintaimu,aku ingin memilikimu seutuhnya.aku ingin kamu menjadi istriku..mendampingiku selamanya.."
"Zia menundukkan kepalanya..
"Zia...apa jawabanmu..."
Zia menutup kotak kecil yang berisi cincin sambil menyodorkan didepan Devon.
"Devon...aku minta maaf...aku belum bisa.."
"Maksud kamu..."
"Devon...aku masih belum memikirkan soal pernikahan.Aku masih ingin mengejar semua mimpi-mimpiku.
Aku belum siap jika harus mengurus sebuah biduk rumah tangga.."
"Zia..apa kamu..menolak lamaranku.."
Zia menggenggam erat tangan Devon.
"Devon aku sangat mencintaimu,tapi untuk soal pernikahan...aku minta maaf.."
"Zia aku bisa menunggu..hingga kamu siap...satu tahun..dua tahun..aku masih akan menunggumu..."
"Umurku masih 23 tahun...aku masih ingin mengejar cita-citaku sebagai wanita karir..."
"Jawab dengan tegas Zia..jangan berbelit-belit...kamu menerimaku atau menolakku..."
"Aku minta maaf.."Zia menggelengkan kepalanya.
Devon menunduk lesu..
"Baiklah kalau itu keputusanmu...
Untuk beberapa hari jangan hubungi aku dulu...aku masih harus menata hati dan fikiranku..."
"Devon...apa kamu marah padaku.."
"Untuk apa aku marah padamu..."
"Kita masih muda...kita masih bisa menjelajahi semua keinginan kita..."
"Ya..kamu benar..."
"Hhmm..aku masih ada janji dengan bos perusahaan asing...aku harus pulang sekarang..."
"Aku akan mengantarmu..."
Zia menganggukkan kepala.
Devon dan Zia menaiki mobil.Selama diperjalanan,Zia dan Devon saling diam.
"Kamu akan bertemu dengan klienmu dimana..."
"Di hotel Seruni..."
Devon terkejut karena Zia akan bertemu kliennya dihotel..
"Di hotel..."
"Ya.."
"Kamu akan bertemu klienmu dihotel..."
__ADS_1
"Ya....direstoran yang ada dihotel seruni.."
"Oh...aku kira dikamar hotel..."
"Bukan dong sayang...masa aku akan meeting dikamar hotel.."
Setelah beberapa Saat Devon dan Zia sampai dihotel Seruni.
"Oh Zi...nama bos asing itu siapa.."ujar Devon sambil memarkirkan mobilnya..
"Namanya tuan Alex,dia dari Jerman..."
"Tuan Alex yang ingin berinvestasi diperusahaan kita itu..."
"Ya..."
Devon membukakan pintu untuk Zia,Zia turun dari mobil..
"Mau aku antar.."
"Tidak perlu..."
Zia melenggang meninggalkan Devon.
Devon menatap punggung Zia sampai hilang dibalik pintu kaca hotel..
"Kenapa aku merasa ini pertemuan kita yang terakhir Zi..."bisik Devon.
Devon kembali ke mobilnya.
Saat Devon ingin menjalankan mobilnya dia melihat kotak cincin yang ada didasbord..
Devon melihat sejenak..Devon berfikir untuk memberikan pada Zia sebagai hadiah,toh fikir Devon untuk apa dia menyimpan cincin itu.
Devon kembali turun dari mobil dan membawa kotak cincinnya..
Setibanya direstoran,Devon mencari-cari keberadaan Zia,tapi tidak menemukannya.Devon mencoba menelfon ponsel Zia tapi tidak tersambung.Devon menuju ke meja kasir..
"Maaf mau tanya...disini ada pesanan meja atas nama tuan Alex..."Devon bertanya pada wanita penjaga kasir..
"Tuan Alex...sebentar saya lihat dulu ya.."melihat daftar tamu..
"Ya benar...tuan Alex berada diruang vip restoran kami...tapi untuk saat ini ruangan tersebut sudah dipesan semua..."
"Oh...saya tamu tuan Alex...kalau boleh tau ruangannya disebelah mana ya..."
"Ruangannya ada disebelah sana.."Si pelayan kasir menunjukkan ruangan sebelah kiri..
Devon berjalan memasuki ruang yang dimaksud tadi.
Devon membuka pintu ruangan tersebut.
Didalam ruangan terlihat gelap,hanya dihiasi lampu-lampu lilin..
"Ruangan ini romantis sekali.."
Devon seperti mendengar seseorang berbincang-bincang..Devon mencari sumber suara.
Devon melihat Zia yang sedang makan bersama tuan Alex..sesekali Zia tersenyum pada Alex..
Devon ingin menghampiri Zia dan Alex,tapi langkahnya terhenti saat melihat Alex memegang tangan Zia..
"Zia...kamu terlihat cantik hari ini..."ujar Alex..
"Terima kasih..."ucap Zia sembari tersenyum.
"Sayang...happy anniversary yang ke lima bulan jadian kita..."
__ADS_1
Devon terkejut dengan ucapan Alex..
"Ya sayang...happy anniversary yang ke lima bulan juga untuk kamu..."
"Sayang aku kangen banget sama kamu..."
"Aku juga sayang..."
"Sayang...aku sudah memesan kamar hotel untuk kita beraksi..."
"Iihh...kamu..."
"Habisnya kamu terlalu menggairahkan..."
Devon semakin terkejut saat mendengar kalau Zia dan Alex sudah melakukan hubungan terlarang.Karena Devon tau kalau sebenarnya Alex sudah beristri.Istri Alex asli orang Jerman,sedangkan Alex orang Indo.
Devon masih mengikuti Zia dan Alex.Dan benar saja Alex dan Zia masuk kedalam salah satu kamar hotel.Sebelum masuk,Alex mencium bibir Zia dengan panasnya..
"Sayang jangan disini...nanti ada yang lihat...kita lanjutkan didalam..."ujar Zia.
Betapa hancurnya hati Devon,mendengar dan melihat dengan mata kepalanya sendiri,kekasih yang selama ini dia banggakan dan juga dicintainya,ternyata berselingkuh dibelakangnya.
Devon melihat cincin yang dari tadi berada digenggamannya.Air mata Devon menetes dilengan kekarnya.
Devon melempar cincinnya ke sembarang tempat.
Setelah menyaksikan semua perselingkuhan Zia,Devon kembali ke mobilnya dengan langkah gontai.
Sesampainya dimobil,Devon berdiri didepan mobil dan memukul bagian depan mobil.Devon merasa sangat sakit hati dan kecewa pada Zia.
Devon menarik nafas dalam lalu membuangnya secara kasar.Devon mengambil ponselnya yang ada di saku celana.Dia seperti mengirim pesan kepada seseorang.
Devon masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.Devon pergi dengan membawa kenangan bersama Zia.
***
Ditempat lain..Safa yang baru saja selesai bekerja,bersiap untuk pulang.
Tetapi Safa tidak langsung pulang kerumah,dia masih harus bekerja di club malam sebagai bartender wanita.
"Sampai jumpa Bimo..."
"Bay Sa..."
"Bos...Safa pulang dulu ya.."
"Eehhmm..."Bos Safa yang sudah berdiri di samping kasir sambil memperhatikan ruang restorannya.
"Sebenarnya aku kasihan dengan Safa...tapi..dia selalu telat jika datang ke restoran..."
"Dia telat..memang karena dia harus bekerja keras bos..."
"Bekerja keras untuk apa..."
"Memangnya bos tidak tahu...Orang tua Safa hanya tinggal ibunya dan sekarang ibunya sering sakit-sakitan...siang malam Safa bekerja hanya untuk pengobatan ibunya...siang dia bekerja disini,saat malam dia bekerja diclub..Begitu setiap hari..."
"Jadi setelah dari sini dia masih harus bekerja lagi.."
"Ya bos...tapi dia anaknya tangguh,jarang terlihat sedih,ramah pada semua orang,pekerja keras.meskipun hidupnya serba kekurangan tapi dia baik sama orang lain..."
Bos Safa dan Bimo semakin kagum dengan sosok Safa.
Diperjalanan ketempat kerja keduanya,Safa bertemu tetangga kosnya,mereka mengobrol sambil melajukan kendaraan masing-masing.
Mereka berdua bergosip tentang ibu kos dan anak baru yang baru ngekos ditempat mereka.
Setelah sampai dipersimpangan jalan mereka saling melambaikan tangan.Safa ambil lajur kiri sedangkan temannya lajur kanan.
__ADS_1
Safa mengayuh sepedanya sedikit lebih cepat,dia takut terlambat untuk kedua kalinya selama satu hari.