KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 14


__ADS_3

Safa bersiap untuk pergi kerumah orang tua Devon.


Sekali lagi Safa berdiri didepan cermin..


"Sudah pantas apa belum ini ya...."Safa melihat-lihat bajunya didepan cermin.


"Huufftt....kenapa aku gugup sekali...ini kan hanya pura-pura...seharusnya aku tidak harus segugup ini..."


Safa beberapa kali menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya dari mulut..


Safa keluar dari kamar dan tidak melihat Devon..


"Kemana orang itu..."


Safa berjalan keluar rumah mencari keberadaan Devon.


Devon berada di gazebo dan sedang menelfon seseorang.


Safa menghampiri Devon dan berdiri dibelakang Devon.


"Eehem..."Safa berdehem..


Devon yang baru selesai menelfon,langsung berbalik melihat kesumber suara.


Devon melihat dandanan Safa sama seperti biasanya,cuma kalau biasanya Safa memakai rok span pendek dan kemeja saat bekerja,tapi sekarang memakai celana jins panjang dan kemeja.Rambut Safa seperti biasa hanya dikuncir kuda dan terlihat cukup sopan.


"Bagaimana..."Safa meminta komentar Devon tentang penampilannya dan merentangkan tangannya.


"Apanya..."Devon terlihat cuek..


"Penampilanku..apa ini cukup sopan..."


Devon melihat Safa dari atas sampai bawah..


"Ya..."Jawab Devon singkat.


"Ya bagaimana..?..."


"Sudahlah...jangan terlalu memikirkan penampilanmu..lebih baik sekarang kita pergi kerumahku dan menemui keluargaku..."


Safa mengangguk..


Saat keluar dari gerbang,Safa menoleh kekanan kekiri seperti mencari sesuatu.


"Kita kerumahmu naik..."tanya Safa


Devon menunjuk kaki Safa,Safa menunduk..


"Maksud kamu...kita berjalan kaki.."


Devon tidak menjawab,lalu berjalan sambil memasukkan tangannya kesaku celananya.


Safa mengejar Devon..


"Hei bos...kita benar-benar jalan kaki.."


Devon menghentikan langkah kakinya.. dan melihat Safa..


"Saat didepan keluargaku jangan memanggilku bos...panggil saja Dev...dan juga apa kamu melihat mobilku berada disekitar sini.."


Safa melihat kanan kiri lalu menggelengkan kepala...

__ADS_1


"Ya sudah...jadi kita jalan kaki..."Devon melanjutkan langkah kakinya.


Bibir Safa mengerucut...Devon melihatnya dan hanya tersenyum..


"Kenapa...kamu kecewa,kita jalan kaki....dasar matre.."


Safa berlari menyalip Devon dan menunjuk Devon..


"Hei..jangan sembarangan bicara ya...aku ini tidak matre...hanya saja setauku..kalau seorang cowok ingin memperkenalkan seorang wanita pada keluargany..biasanya sedikit beda..pakai mobil atau pakai motor gitu..bukan berjalan kaki.."Safa berbicara sambil berjalan mundur didepan Devon,Devon hanya menanggapi dengan senyum sinis diwajahnya.


"Itu kalau wanitanya cantik..."


"Jadi menurut kamu aku tidak cantik..."Safa masih berjalan mundur sambil pipinya memerah karena marah dengan ucapan Devon.


Tapi entah kenapa dalam hati Devon merasa gemas melihat pipi Safa memerah karena marah.


"Awas ada mobil.."ujar Devon mengagetkan Safa.


Safa segera berlari kepinggir jalan..


"Mana...."


"Hahahah..."Devon tertawa karena berhasil mengerjai Safa..


"Devoooonnn....."


Safa kembali marah mengejar Devon...


Safa memukul-mukul tangan Devon..


"Kamu ini suka sekali membuatku marah..."ujar Safa sambil terus memukul tangan Devon,Devon tidak melawan karena dia melihat bu Ayu dari kejauhan..


"Eh bu Ayu...dari mana bu.."


"Eh..nak Devon...ini dari pasar...waahh..sedang jalan-jalan ya..."


"Ya bu.."


Safa terkejut karena memang benar ada bu Ayu...


Safa menyapa dengan senyum malu..


"Mbak Safa...kenapa mukulin tangan calon suaminya...lagi marah ya.."ujar bu Ayu menggoda Safa..


"Heemm..ini bu.._"


"Ya bu..masak calon istriku ini marah hanya karena aku menggodanya..."


"Hhhmm...mbak Safa...kalau calon suami suka menggoda calon istrinya itu...berarti dia sayang mbak..."


"Hehe...iya buk...kita duluan ya buk..."ujar Safa sambil menarik tangan Devon..


"Mari bu Ayu.."ujar Devon.


Devon dan Safa masih berjalan-jalan...


"Hhmm...Dev....keluargamu itu seperti apa..."


"Keluargaku seperti mereka.."Devon menunjuk keluarganya yang sudah berada didepan rumah menyambut Calon istri Devon.


Safa menelan salivanya dan menghentikan langkahnya..

__ADS_1


"Kenapa berhenti..ayo masuk.."ujar Devon..


"Aku takut..."


"Memangnya keluargaku vampir..yang harus kamu takuti saat bertemu mereka.."


"Kenapa keluargamu banyak sekali.."tiba-tiba kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Safa.


"Sudah jangan banyak tanya...ayo masuk.."


Dari jauh mama dan nenek Devon sudah tersenyum membuat rasa gugup dihati Safa sedikit reda.


"Selamat datang dikeluarga kami..."Sapa nenek Devon.


Safa tersenyum manis.


"Safa...perkenalkan ini nenekku.."dan Bla-bla...Devon memperkenalkan satu persatu anggota keluarganya.


Safa melihat salah satu anggota keluarga Devon yang bernama Reza.


"Dia siapa..."Safa menarik kaos Devon dan berbisik..


"Dia uncleku..."


"Dia pamanmu...dia terlihat masih muda..."


"Dia adik papaku...lebih tua dariku hanya selisih beberapa tahun..."


"Dia tampan sekali.."


Devon melihat Safa...


"Jaga sikapmu..."


"Kalau nanti kontrak kita habis...aku boleh mendekatinya..."


Devon kembali melihat Safa dengan tatapan mata tajam...


"Jangan macam-macam....lagian kau bukan tipenya..dia tidak suka gadis kecil sepertimu..."


"Kenapa kalian berbisik..."ujar Mama Devon yang sedari tadi memperhatikan Devon dan Safa.


"Mereka terlihat aneh dimataku..."mama Devon seperti mempunyai perasaan aneh dengan hubungan Devon dan Safa.


"Aku harus mencari tahu...aku tidak ingin putraku jatuh pada gadis yang salah..."batin mama Devon.


Safa melihat sambutan keluarga Devon sangat baik..dan rasa gugupnya perlahan hilang..


"Devon..ajak Safa masuk..."


Devon berjalan terlebih dahulu dan Safa mengikutinya dari belakang.


Safa dipersilahkan duduk diruang keluarga.Seorang kepala pelayan datang dan diikuti beberapa pelayan sambil membawa makanan ringan ditangan masing-masing.


Senyum Safa tidak terlepas dari wajahnya.


"Perkenalkan nona..saya Antoni kepala pelayan dikeluarga Rahardja ini..."


Kepala pelayan memperkenalkan diri.Safa berdiri..


"Saya Safa tuan.."

__ADS_1


"Jangan panggil tuan nona...panggil Antoni saja.."


"Oohh..baiklah...senang berkenalan dengan anda.."ujar Safa.


__ADS_2