KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 30


__ADS_3

Devon dan Safa berjalan beriringan menuju kedalam rumah menghampiri orang tua yang sedang menunggu keduanya.


"Dev..apa yang membuatmu mau membantuku.."


"Karena kau sudah membantuku.."


"Tapi.."


"Sudah enggak ada tapi-tapian..jangan sampai aku berubah pikiran nanti.."ujar Devon sambil berjalan dengan memasukkan tangannya kedalam kantong celananya.


"Apa yang kalian bicarakan.."tanya mama Devon.


"Tidak ada ma.."


"Kalau begitu bagaimana dengan lamaran kami bu..diterima apa tidak.."ujar mama Devon..


"Bagaimana Sa...apa kamu siap dengan lamaran ini.."ujar ibu Safa.


Safa melihat Devon,lalu mengangguk pelan..


Senyum kedua orang tua Devon dan ibu Safa mengembang.


"Baiklah kalau begitu kita akan membicarakan tentang pertunangan mereka.."ujar ibu Safa..


***


Tiga hari setelah lamaran Devon diterima,pertunangan Devon dan Safa akhirnya digelar.Para tamu yang diundang hanya sedikit,hanya keluarga dekat dan beberapa tetangga dekat yang diundang.


"Baiklah..acara akan segera dimulai dan kedua calon pengantin silahkan maju kedepan.."ujar si pembawa acara.


Mc bercuap-cuap sebentar sambil sedikit menggoda Safa dan Devon.


Safa dan Devon saling bertukar cincin.


Kini Safa sudah resmi menjadi tunangan Devon.Semua keluarga nampak bahagia,hanya Zia yang menahan sesak didadanya melihat Devon dan Safa pamer cincin pertunangannya.


***


Singkat cerita, sebulan setelah pertunangan, Devon dan Safa menggelar pernikahan.Serangkaian acara telah dimulai,mulai dari acara do'a,siraman dari penceramah sampai akhirnya Devon mengucapkan ijab kobul.


Semua orang tampak bahagia dan terharu terutama ibu Safa.


Safa dan Devon sungkem kepada kedua orang tuanya dan ibu Safa.


Saat sungkem pada ibu Safa,wajah ibu Safa terlihat pucat dan seperti menahan sakit.


"Ibu nggak apa-apa.."


Tanya Safa saat melihat ibunya sedikit meringis kesakitan.


"Ibu enggak apa-apa kok Sa..."


"Bener ibu gak apa-apa.."


Ibu Safa mengangguk.


Tapi saat Safa dan Devon akan berjalan pada keluarga yang lain untuk meminta restu,tiba-tiba ibu Safa terjatuh pingsan,semua orang terkejut.


Safa berlari menghampiri ibunya.

__ADS_1


"Ibu...ibu...ibu kenapa...ibu..ibu bangun..."Safa terus menggoyang-goyang tubuh ibunya yang sudah terlihat lemas.


"Kita bawa kerumah sakit....Andi cepat siapkan mobil.."Devon memperintahkan asistennya.


Asisten Devon dengan segera menyiapkan mobil.


Ibu Safa langsung dibawa kerumah sakit oleh keluarga Devon.


Safa tidak henti-hentinya menangis.


"Cepat Dev..."ujar Safa dalam tangisnya.


"Ibu...ibu bangun.."Safa mencoba membangunkan ibunya.


Hiks..hikss..


Safa terus menangis...


Mobil Devon telah sampai dirumah sakit terdekat.


Beberapa orang perawat datang dengan membawa kasur pasien.


Ibu Safa langsung dibawa keruang ICU..


Semua orang menunggu dengan cemas.


Safa masih saja menangis,Safa menangis dipelukan mama Devon..


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruang ICU...


Dokter keluar dengan wajah sesal.


"Tidak..tidak mungkin.."


Safa langsung duduk lemas..


"Ma..dokter itu bohong kan ma..."ujar Safa pada mertuanya.


"Sayang..kamu harus kuat ya...mungkin ini sudah takdir sayang.."


"Gak ma...ini g mungkin..."Safa masih belum percaya kalau ibunya sudah tiada.


Seorang perawat keluar dari ruangan dengan membawa beberapa berkas untuk ditanda tangani pihak keluarga.


"Ibu..."Safa berteriak sambil menangis..


Beberapa perawat mendorong kasur jenazah ibu Safa dari ruang ICU..


Safa langsung berlari menghampiri tubuh ibunya yang sudah tidak bernyawa.


Safa membuka pelan-pelan penutup wajah ibunya.


Air mata Safa langsung membanjiri kedua pipinya.


"Ibu...ibu bangun....ibu janji jika aku menikah..ibu akan sembuh....sekarang Safa sudah menikah..tapi kenapa ibu tidur seperti ini....ibu ...ibu bangun sekarang..."ujar Safa sambil memeluk jasad ibunya.


"Sudah Sa...sekarang kamu harus tenang..kamu harus sabar.."


"Tapi ma...ibu sudah janji sama Safa..kalau ibu bakalan berusaha untuk sembuh tapi sekarang ibu ingkar ma...."ujar Safa pada Aida dalam tangisnya.

__ADS_1


Semua orang terlihat sedih melihat Safa yang terus menangis memeluk jasad ibunya.


***


Seminggu telah berlalu,kini safa harus bersiap untuk tinggal dengan Devon dimansionnya.Semua barang-barang Safa sudah dimasukkan kedalam mobil.Safa masih terlihat sedih.


Sebelum masuk kedalam mobil,Safa kembali melihat rumah yang ditinggalinya semasa kecil bersama ibunya.


"Ayo Sa..kita berangkat.."ujar Devon.


Safa masuk kedalam mobil.


Tatapan mata Safa masih kosong,dia masih lebih banyak diam.


"Apa kamu lapar Sa..."tanya Devon ditengah-tengah perjalanan.


Safa hanya menggelengkan kepalanya.


Selama perjalanan Devon dan Safa saling membisu,sesampainya dimansion Devon pun,mereka berdua masih terdiam.


Devon mempersilahkan Safa untuk masuk kedalam mansionnya.


Setelah masuk kedalam mansion,Safa berdiri terpaku,dia melihat sekeliling ruangan mansion.


Mansion mewah dengan desain modern sangat indah dipandang dan sepertinya akan nyaman ditinggali.


Tapi bagi Safa semuanya tiada arti sekarang.


"Ini tempat tinggal kamu.."tanya Safa.


"Ya...kenapa..."


"Tidak apa-apa.."


Devon memanggil salah satu pelayan untuk membawa barang-barang Safa kekamar yang sudah dipersiapkan.


"Kamu tidur dikamar sebelah kiri dan kamarku ada disebelah kanan.kita kan sudah ada perjanjian,kalau diluar kita pasangan kalau didalam rumah kita sahabat...jadi kamar kita harus terpisah kan..."ujar Devon menjelaskan takutnya Safa masih belum mengerti.


Safa hanya menarik sudut bibirnya.


"Aku antar kekamarmu.."ujar Devon.


Safa mengikuti Devon dari belakang.


Satu persatu anak tangga dilewati Safa.Mata Safa masih berkeliling melihat sekitar.


Sesampai didepan pintu kamar,Safa masih terdiam.


Devon membukakan pintu untu Safa.


Safa melihat isi dalam kamar.Semua tampak mewah dengan warna emas yang mendominan.


Safa hanya berkeliling sebentar.


"Apa kamu suka.."ujar Devon.


Safa hanya diam sambil menatap Devon.


"Ada apa...apa kamu tidak suka dengan kamar ini...kalau kamu tidak suka bisa diganti dengan kamar lain.."ujar Devon.

__ADS_1


"Ceraikan aku..."kata-kata itu yang keluar dari mulut Safa.


__ADS_2