KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 21


__ADS_3

Safa dan Devon masih menikmati suasana ditaman...


"Ternyata jalan-jalan ditaman bisa membuat fikiran sedikit tenang..."Ujar Devon sambil menarik nafas panjang...


"Memangnya kamu tidak pernah jalan-jalan walau sekedar ketaman.."tanya Safa.


Devon menggelengkan kepala..


"Kasihan sekali kehidupanmu.."


"Memangnya kamu sering.."


"Cukup sering...setiap pagi sebelum berangkat kerja..aku menyempatkan diri untuk berjalan-jalan memakai sepeda...dan aku sering berjalan-jalan ditaman seperti ini..."


"Setiap pagi.."


"Ya setiap pagi...soalnya kalau nunggu hari libur...biasanya aku sering gunakan untuk tidur saja..."


"Eh Dev...bisa tidak kamu lepaskan tanganku..."ujar Safa sambil mengangkat tangannya yang dipegang Devon.


"Kita kan sedang pacaran...jadi harus pegangan tangan kan..."


"Dev...coba kamu lihat sekeliling...banyak orang sedang pacaran..tapi mereka gak selalu pegang tangan...dan lagian kita hanya pura-pura..."


Devon melihat sekeliling dan benar yang dikatakan Safa..ada beberapa sejoli yang berpasangan dan mereka tidak selalu berpegangan tangan.


Devon melepas genggaman tangannya..


"Nanti kalau Zia melihat.."


"Kau ini...dulu saat berpacaran dengan Zia..apa kau selalu memegang tangannya saat jalan.."


Devon terdiam dan mengingat saat dirinya sedang berkencan dengan Zia..


"Tidak...kami jarang sekali berpegangan tangan.."ujar Devon.


Dari kejauhan Zia masih membuntuti Devon dan Safa tapi sayangnya Zia tidak dapat mendengar percakapan mereka.


Devon dan Safa duduk disalah satu bangku taman..


"Rasanya taman disini berbeda..lebih sejuk walau sudah agak siang..."ujar Safa.


"Ya..taman didaerah pegunungan seperti ini memang lebih segar udaranya..."ujar Devon.


"Dev kapan kamu akan kembali ke kota.."

__ADS_1


"Sekitar dua hari lagi..soalnya besok adalah hari ulang tahun Reza...dan kita biasanya merayakannya secara kekeluargaan..."


"Kak Reza ulang tahun..."


"Biasa saja ekspresinya..."


"Bukan seperti itu...jadi kita harus membeli hadiah dong...eh barang kesukaan kak Reza apa..."


"Tidak perlu memberi hadiah..Reza udah punya segalanya...dan dia memang tidak suka saat diberi hadiah..."


"Hhmm...kenapa seperti itu..


"Panjang ceritanya kamu tidak perlu tahu..."


"Huuuufff...dasar.."Safa mengerucutkan bibirnya.


***


Setelah puas berjalan-jalan ditaman..Devon mengajak Safa untuk pergi kerumahnya.


Saat akan keluar dari taman,tanpa sengaja Safa menabrak Zia..


"Kak Zia...sedang apa kakak disini..."


Zia terkejut melihat Devon dan Safa..


"Kakak mengikuti kami.."ujar Safa penuh selidik.


"Bukan...bukan seperti itu.."Zia kebingungan harus jawab apa..


"Mungkin dia habis bertemu temannya Sa...yang.."ujar Devon..


"Ya...ya...aku tadi habis bertemu teman..."


"Ohh gitu.."


"Aku pulang dulu ya.."pamit Zia..


"Tunggu kak...kak Zia bareng aja sama kita..kita juga mau pulang kan...boleh kan Dev.."


Devon mengernyitkan dahinya...


"Bolehkan sayang.."Safa memberi tekanan pada Devon.


"Tidak perlu ...aku bisa pakai taksi..."

__ADS_1


"Nah...kebetulan kakak tidak bawa mobil...jadi bisa dong bareng kita.."ujar Safa..


Zia melihat Devon..Devon mengangguk.


"Baiklah..kalau kalian memaksa.."


Selang beberapa saat mobil Devon sudah sampai dikediaman keluarga Devon.


"Loh Dev..kenapa kamu membawaku kemari.."


"Tidak apa-apa kak..sekalian main-main kesini.."


"Tapi..."


"Sudah gak ada tapi-tapian...ayo kita turun.."Safa mengajak Zia untuk bertemu bersama keluarga Devon.Devon hanya bersikap dingin dan cuek dengan ajakan Safa.


Devon,Safa dan Zia memasuki rumah keluarga Pradipta,nama belakang dari keluarga Devon.


Semua keluarga sedang berada diruang tamu dan sebagian berada dihalaman belakang.


Mama Devon memang menyuruh Devon untuk membawa Safa ke rumah utama hari ini.


"Mah...."Sapa Devon pada mamanya yang sedang membaca majalah diruang tamu..


"Hai Sayang...loh ada Zia juga.."


"Hai tante...apa kabar.."


"Kabar baik Zia...kamu apa kabar.."


"Kabar Zia juga baik tante.."


Mama Devon melihat Zia lalu beralih melihat Safa.


Mama Devon melihat dari penampilan luar.


Dari penampilan luarnya,Zia lebih baik dari Safa.


Zia memakai dress dibawah lutut dengan lengan panjang serta memakai sepatu flat sedangkan Safa selalu memakai kemeja dengan lengan yang selalu di lipat dan celana jeans serta sepatu kets.


Zia terlihat anggun dan feminim dengan rambut bergelombangnya yang dibiarkan tergerai dan Safa terlihat tomboy dengan rambut kuncir kudanya.


"Sungguh perbedaan yang sangat mencolok"gumam hati Mama Devon.


seorang pelayan datang dengan membawa beberapa minuman.

__ADS_1


"Silahkan.."tawar mama Devon.


"Terima kasih tante..."ucap Zia dan Safa bersamaan.


__ADS_2