KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 32


__ADS_3

Selesai makan malam,Devon membawa Safa berjalan-jalan mengelilingi mansion sampai akhirnya mereka menemukan tempat balkon yang cukup nyaman untuk menyendiri.


"Ini tempat apa Dev.."


"Ini balkon favorit aku,kadang kalau aku lagi suntuk atau lelah dengan pekerjaan,aku kesini untuk menenangkan diri sejenak.."


"Apa aku boleh memakai tempat ini.."


"Tentu saja..silahkan saja kalau kamu mau kesini.."


Devon memang mendesain balkon dengan senyaman mungkin.Disana diletakkan kursi panjang dan meja kecil.Sedangkan lantainya menggunakan karpet rumput yang sangat lembut dan disana juga tersedia beberapa majalah terbaru dan beberapa buku untuk dibaca.Balkon itu menghadap kearah kota yang cukup nyaman jika di tempati.Saat malam hari bisa melihat lampu kota yang berwarna warni.


"Silahkan duduk.."ujar Devon sambil menepuk kursi disampingnya.


Safa duduk disamping Devon.


Safa melihat-lihat beberapa majalah.


"Safa.."ujar Devon..


"Hhmm.."Safa hanya berdehem sambil membuka-buka majalah.


"Bisakah kita menjadi pasangan yang sebenarnya..yang saling mencintai dan saling memiliki..."


Safa melihat Devon..


"Aku tidak tahu..sejak kapan perasaan ini ada..tapi yang pasti sekarang aku bahagia berada disampingmu..."ujar Devon


"Devon kamu kenapa?..sakit.."ujar Safa sambil menempelkan punggung tangannya didahi Devon.


"Aku tidak sakit Sa...Aku sadar sepenuhnya...aku mulai ada perasaan suka padamu..dan aku ingin mempertahankanmu..."


Safa tersenyum terkekeh..


"Kenapa kamu tertawa Sa..."


"Ya...aku merasa lucu aja.."


"Lucu kenapa..."


"Kamu ingat gak...dulu kamu mendekatiku karena ingin meminta bantuan padaku.Kamu ingin membalas sakit hatimu pada Zia.Lalu setelah itu misi kita berubah,agar supaya kamu bisa bersama Zia lagi..sampai-sampai kita harus pura-pura pacaran dan karena kecerobohan kita berdua,kita jadi menikah beneran dan sekarang kamu bilang mulai menyukaiku...Apa sebenarnya kamu memang menyukaiku sejak lama tapi baru menyadari sekarang.."


"Entahlah..yang pasti sekarang aku ingin menjalani semuanya bersamamu.."ujar Devon sambil meraih tangan Safa.


Safa melihat tatapan mata Devon.Safa melihat ada ketulusan dimata Devon.


Devon mulai mendekatkan wajahnya pada muka Safa.


Karena tidak ada penolakan dari Safa,Devon terus mendekat,Safa hanya diam dan terus menatap mata Devon.


Sampai akhirnya tanpa disadari bibir Devon menyentuh bibir Safa yang mungil tapi penuh.


Awalnya Devon hanya mengecup bibir Safa,tapi karena tidak ada penolakan dari Safa,Devon terus melancarkan aksinya dengan pelan dan hati-hati takutnya tiba-tiba ada penolakan dari Safa.

__ADS_1


Melihat Safa memejamkan mata,Devon menyunggingkan senyum.Devon beraksi lebih berani.Devon ******* bibir Safa karena saking gemasnya dengan bibir Safa tanpa sengaja Devon sedikit menggigit bibir Safa dan itu membuat Safa tersadar dan langsung sedikit mendorong bahu Devon.Safa langsung berdiri.Safa memegang bibirnya lalu pergi.


"Sa...tunggu...kamu mau kemana.."Devon mengejar Safa.


Safa terus berjalan menjauh dari Devon.


Safa kembali kekamarnya,Devon mengejar Safa sampai kekamarnya.


"Sa..kamu kenapa.."


"Kamu masih bertanya...aku kenapa Dev..."ujar Safa sambil masuk kekamarnya,Devon juga ikut masuk kekamar Safa.


"Kenapa kamu tiba-tiba pergi.."


"Apa yang kamu lakukan tadi Dev.."


"Aku..aku.."Devon kebingungan untuk menjelaskan pada Safa.


Safa berbalik ingin pergi tapi Devon menarik tangan Safa hingga Safa kehilangan keseimbangan dan tubuh Safa dan Devon terjatuh diatas kasur.


Safa menindihi tubuh Devon.Safa dan Devon saling menatap.Safa ingin berdiri tapi ditahan oleh Devon.Devon membalikkan tubuhnya sehingga sekarang posisinya berbalik,Safa berada dibawah tubuh Devon.


"Apa yang mau kamu lakukan Dev.."


"Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu sebelum kamu mengizinkannya...walaupun sebenarnya aku ingin menerkammu sekarang.."bisik Devon ditelinga Safa.


Safa menggeliat-geliat ingin lepas dari dekapan Devon tapi badan Devon yang cukup kuat dan berotot membuat Safa sedikit kesulitan.


Devon mengangkat tangan Safa keatas kepala Safa dan memegangnya dengan erat namun lembut.


"Kalau begitu lepaskan aku..biar aku tidak menggeliat-geliat.."


"Ok..aku akan melepaskanmu tapi kamu harus berjanji...dengarkan aku baik-baik.."


"Janji...janji untuk apa.."suara Safa semakin berat seperti menahan sesuatu.


"Setiap hari..setiap bangun tidur..aku akan mencium kening kamu...setiap pagi selama satu bulan...lalu sesudah mandi aku akan mencium pipi kamu...dan sebelum berangkat...aku akan mencium yang ini.."jari tangan Devon mulai turun kebibir Safa.


"Itu kita lakukan selama satu bulan.."


"Janji apa itu Dev.."


"Dan kalau malam kita akan tidur satu ranjang selama satu bulan sebagai teman tanpa harus melakukan apa-apa.."


Safa membuka matanya lebar-lebar..


"Tidak perlu melotot seperti itu..aku orang yang bisa kamu percaya..."


"Dev...kalau seorang laki-laki dan perempuan tidur satu ranjang..tidak mungkin tidak terjadi apa-apa..apa lagi kita sudah sah jadi suami istri..tidak mungkin tidak melakukan apa-apa.."ujar Safa.


Devon berfikir sejenak..


"Kamu benar..tapi kalau misalkan terjadi sesuatu juga tidak apa-apa...kamu kan istriku yang memang kewajibanmu melayaniku..."

__ADS_1


Safa menelan salivanya..


"Tidak..aku tidak setuju dengan persyaratan itu...."


"Baiklah kalau kamu tidak setuju...aku akan berbulan madu denganmu malam ini.."


"Kalau aku tidak mau.."


"Aku tahu titik lemah wanita Sa...tidak mungkin kamu menolaknya..mau coba.."


"Jangan macam-macam Dev.."


"Aku tidak macam-macam..hanya ingin memberitahumu saja.."


"Tidak perlu Dev..."


"Oke kalau begitu kamu setuju dengan persyaratan yang aku bicarakan tadi..atau itu akan terjadi malam ini.."


"Oke..oke..aku setuju...selama satu bulan saja kan.."


"Ya...cuma satu bulan tidak lebih.."


"Sekarang lepaskan aku Dev.."


Devon melepaskan cengkeraman tangannya dan berpindah tempat tidur disamping Safa dengan memeluk perut Safa.Devon menenggelamkan wajahnya ditengkuk Safa,sehingga deruan nafas Devon terasa dileher Safa dan bulu kulit Safa merinding.


"Dev..apakah kita akan tidur seperti ini semalaman.."


"Tentu saja..."


"Kalau seperti ini...aku tidak akan bisa tidur Dev.."


"Memangnya kenapa.."


"Deruan nafas kamu membuatku geli.."


Devon mengangkat alisnya.


"Lalu kamu maunya bagaimana.."ujar Devon.


Safa mengangkat tangan Devon yang memeluk perutnya.Lalu mendorong tubuh Devon sedikit menjauh.


"Seperti ini saja ya.."


Devon seperti orang kebingungan dengan apa yang dimaksud Safa.


"Tidak bisa..aku kalau mau tidur harus memeluk sesuatu.."


Safa memberikan bantal guling pada Devon.


Devon melemparkan bantal gulingnya kebawah.


"Kenapa kau membuangnya Dev..katanya kamu tidak bisa tidur kalau tidak memeluk sesuatu.."

__ADS_1


"Ya..tapi untuk malam ini dan seterusnya,bantal guling sudah tidak berguna lagi..karena sudah ada kamu yang ingin aku peluk.."Ujar Devon sambil menatap wajah Safa.


__ADS_2