KEKASIH SEMENTARAKU

KEKASIH SEMENTARAKU
Eps 36


__ADS_3

Devon sangat kagum dengan kecantikan Safa yang sebenarnya,sampai-sampai mata Devon enggan untuk berkedip.


Devon menarik kursi untuk mempersilahkan Safa untuk duduk.


"Kenapa kau memandangku seperti itu...apa penampilanku terlihat aneh.."ujar Safa sambil melihat penampilannya sendiri.


"Kamu terlihat berbeda malam ini.."


"Beda bagaimana.."


"Ya beda pokoknya...beda dalam hal positif.."


Devon menjentikkan jarinya dan suara musik pun diputar.


"Sa...maukah kamu berdansa denganku.."ujar Devon sambil menjulurkan tangannya.


"Dansa....aku tidak bisa berdansa Dev...kamu jangan aneh-aneh deh.."ujar Safa.


Devon berdiri dan menarik Safa untuk berdansa dengannya..


"Kamu tenang saja..ikuti langkah kakiku saja.."ujar Devon.


Safa berdiri untuk mengikuti pergerakan kaki Devon.


Devon meletakkan tangan kanan Safa dipundak Devon,sedangkan tangan kiri Devon memegang pinggang Safa.


"Kekiri..."ujar Devon.


Tapi karena mereka berhadapan jadinya bertabrakan karena Safa melangkah kekiri dari sisinya begitu juga Devon yang melangkah kekiri dari sisinya..


"Bagaimana..."ujar Safa..


"Kita melangkah kekiri dari sisiku berarti dari sisi kamu melangkah kekanan..."


"Oh gitu.."ujar Safa sambil mengangguk...


Devon kembali melatih Safa...setelah beberapa kali mencoba,akhirnya gerakan Safa dan Devon menjadi seirama tetapi Safa masih sesekali melihat langkah kakinya takut menginjak kaki Devon lagi.


"Bagaimana sudah bisa.."ujar Devon.


Safa mengangguk sambil tersenyum.


Safa dan Devon saling pandang dan saling mengumbar senyum..


"Saat kamu tersenyum..kamu terlihat begitu cantik Sa.."ujar Devon.


Safa terlihat malu dengan perkataan Devon.


"Sa...bisakah kau belajar mencintaiku.."ujar Devon.


"Dev..kita jalanin ini saja dulu...cinta tidak bisa dipaksakan..."


"Tapi aku benar-benar mencintaimu Sa..."


"Kita masih ada waktu satu bulan untuk merasakan perasaan ini Dev..."


"Kenapa harus satu bulan Sa.."


"Aku takut...saat aku sudah mencintaimu..ternyata rasa cintamu yang selama ini kamu ungkapkan hanyalah rasa iba atau kasihan semata terhadap nasibku.."


"Aku yakin...perasaanku ini bukan hanya sekedar rasa kasihan..."


"Kita tunggu waktu saja yang akan menjawab Dev...aku takut rasa cintamu pada Zia masih ada...aku tidak ingin menjadi penghalang antara kamu dan Zia.."


"Bisakah kamu tidak bicara tentang Zia lagi Sa...."

__ADS_1


"Kenapa.."


Devon terdiam..


Safa mengerti terdiamnya Devon.Safa ingin melepaskan tangan Devon dari pinggangnya tapi Devon malah menarik pinggang Safa untuk lebih dekat dengannya.


Devon menatap mata Safa.Safa juga menatap mata Devon..


"Apa kamu tidak melihat tentang kejujuran dimataku Sa..."ujar Devon.


Safa terdiam menatap mata Devon.


Safa melihat kejujuran dimata Devon..


Devon mencium kening Safa dengan sangat lama.Safa memejamkan mata dan hati Safa terasa damai saat Devon mencium keningnya.


"Aku berjanji..aku akan membuatmu jatuh cinta padaku Sa..."ujar Devon ditelinga Safa.


Safa sedikit mendorong bahu Devon.


"Ada apa.."tanya Devon..


"Aku lapar..sekarang kita makan karena kakiku sudah capek dari tadi berdiri terus..ok.."ujar Safa yang terlihat salah tingkah.


Devon hanya tersenyum melihat Safa yang salah tingkah..


Safa dan Devon melanjutkan makan malamnya.


Setelah selesai makan malam,Safa mengajak Devon untuk langsung pulang.


Selama diperjalanan,Safa dibuat salah tingkah terus menerus oleh Devon karena mata Devon terus memandang wanita yang berada disampingnya.


"Kenapa sih dari tadi memandangiku terus..risih tau.."ujar Safa.


"Memangnya kenapa...salah memandang istri sendiri..."


"Ya..aku tahu...tapi Andi gak akan peduli..dia sudah aku suruh untuk fokus saja kedepan.."


"Ya..tapi aku yang malu Dev.."


"Malu kenapa.."


"Tau ah...susah ngomong sama kamu.."ujar Safa sambil melihat keluar kaca jendela mobil.


Sesampainya di mansion,Devon menyuruh Andi untuk pulang setelah memarkirkan mobilnya digarasi.


"Terima kasih ya pak Andi.."ucap Safa pada Andi.


"Sama-sama nona...tolong jangan panggil pak nona...panggil Andi saja.."


"Baiklah...hati-hati ya dijalan.."


"Ya terima kasih.."


Setelah berpamitan pada Devon,Andi langsung pulang.


"Ayo masuk Sa.."ajak Devon.


Safa dan Devon berjalan berdampingan.


Sesampainya didalam kamar,Safa melepaskan semua aksesoris yang dipakainya.


"Dev..aku mandi dulu ya.."ujar Safa sambil membawa handuk ditangannya.


Devon hanya mengangguk.

__ADS_1


Selang beberapa saat Safa keluar dari kamar mandinya,dia langsung duduk didepan meja rias.


Devon melihat piyama yang dipakai Safa,masih sama seperti malam sebelumnya.


"Sa..bukankah aku sudah membelikanmu beberapa piyama..kenapa masih memakai piyama itu..atau jangan-jangan kamu belum melihat tas belanjaanmu.."


Safa sedikit terkejut,dia mengangkat alisnya..Safa lupa untuk melihat-lihat baju yang diberi oleh Devon.


"Maaf ya Dev...aku belum sempat melihatnya.."


Devon membuang nafas kasar...


"Dimana tas belanjaannya.."tanya Devon..


Safa menunjuk dibelakang pintu..


Devon mengambil paper bag yang belum sempat dibuka Safa.


Devon mencari-cari sesuatu..


Setelah menemukan barang yang dicarinya,Devon memberikan pada Safa.


"Malam ini kamu pakai ini..."


Devon memberikan piyama dengan model kimono.


Safa menuruti Devon,Safa pergi kekamar mandi dan berganti pakaian.


Saat keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian,mata Devon tidak henti-hentinya melihat Safa dengan rambut yang masih dibungkus dengan handuk.


Safa kembali duduk dimeja rias.Safa melepas handuk yang membungkus rambutnya.Devon berjalan mendekati Safa.


"Sa..aku ada sesuatu untuk kamu.."ujar Devon sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil dari kantongnya.


"Apa.."tanya Safa.


Devon membuka kotak kecil ditangannya.Devon memberikan sebuah kalung kecil dengan liontin yang sangat cantik.


"Aku pakaiakan ya.."


"Tapi Dev..."


"Sudah..gak ada tapi-tapian...sekarang kamu pakai ini..biar aku bantu.."


Safa berbalik membelakangi Devon dan menyingkap rambutnya kesamping.


Devon dan Safa saling bertatap lewat cermin.


"Kamu tambah telihat cantik Sa.."


Safa hanya tersenyum sambil memegang liontin kalungnya.


"Sama ada satu lagi.."


Devon mengeluarkan beberapa kartu Debit..


"Ini untuk kamu..kamu bisa pakai kapanpun.."


"Dev..ini tidak perlu..semua kebutuhanku sudah terpenuhi dirumah ini.."


"Ya aku tahu...tapi kamu istriku Sa..sudah kewajibanku menafkahimu...suatu saat kamu pasti butuh sesuatu Sa..kamu pegang saja ini dulu.aku akan mentransfer tiap bulan..."


"Tapi.."


"Sudah sekarang kamu simpan saja dulu.."

__ADS_1


Safa terdiam sambil melihat hadiah-hadiah pemberian Devon.


Devon melihat Safa dari balik cermin.Devon mencium rambut Safa sebelum dia pergi kekamar mandi.


__ADS_2