
☘☘☘
Beberapa minggu telah berlalu..Kehidupan Safa semakin kacau.
"Ya ampun...kenapa nasibku sial sekali sih...mulai diusir dari kontrakan..dipecat dari kafe..dan sekarang dipecat juga dari bar..."Safa menarik nafas sambil mengeluh..
"Begini amat nasib orang miskin...Sekarang aku harus kemana lagi...mana uang tinggal segini..."Safa melihat isi dompetnya.
Safa kehabisan baterai dan mencari pengisi daya ditasnya.
Saat mencari charger ponselnya,Safa menemukan secarik kertas..
"Ini kertas apa..."Safa membuka lipatan kertas tadi.
Safa mengangkat alisnya seperti mendapat ide.
"Aku pergi kesini saja.."Safa menarik kopernya dan berjalan mencari kendaraan umum.
Safa tidak berfikir..itu rumah siapa atau itu tempat apa,yang ada difikirannya hanya tempat untuk berteduh.
Setelah sekitar satu jam perjalanan akhirnya Safa sampai ditempat yang dituju..
"Ini dia alamatnya...mudah-mudahan belum laku..."
Safa memasuki gerbang sebuah rumah besar yang belum selesai.
Safa melihat ada papan nama disamping pintu utama..
"Mr.Devon family....oh..jadi ini milik Devon....ini rumahnya yang katanya mau dihadiahkan ke Zia itu..."Safa melihat-lihat sekitar.Lalu mencoba membuka pintunya tapi terkunci..
Safa seperti berfikir sejenak dan mengambil jepitan rambut dari kantong tasnya.Safa mencoba membuka pintu dengan membobol kunci pintu.
Setelah beberapa kali mencoba,akhirnya Safa bisa membuka pintunya.
"Permisi..Maaf ya...Saya mau numpang disini untuk sementara..."Safa berbicara sendiri sambil masuk kedalam rumah Devon.
Safa mengelilingi rumah tersebut dan memilih kamar yang berada dibawah.
"Aku akan tinggal disini saja untuk sementara..sampai aku bisa mendapatkan kerja dan mencari rumah kontrakan..."
***
Di apartemen,Devon terlihat kesal karena mendengar kabar dari anak buahnya yang ia perintahkan untuk mengikuti Safa,mengatakan kalau dia kehilangan jejak Safa.
"Andi..cepat datang ke apartemenku.."Devon memanggil asprinya.
__ADS_1
Tak lama Andi pun datang.
"Ada apa presdir..."
"Andi...alamat yang kuberikan padamu itu...bagaimana kabarnya..."
Andi terkejut,karena dia baru ingat kalau mendapat tugas dari Devon untuk menjual rumahnya...
"Maaf presdir...saya kehilangan kertasnya...."
"Apa....."Devon terkejut
"Maaf presdir"Andi menunduk meminta maaf..
Devon memijat pangkal hidungnya...seperti menahan amarah...
"Sudahlah...tidak perlu kamu jual rumah itu,dalam dua hari kedepan,aku tidak akan pergi kekantor.aku ingin mengunjungi orang tuaku.kamu tangani semuanya..."
"Baik presdir..."
"Ya sudah...kamu sekarang pergi...aku akan berangkat nanti sore..."
"Apa anda membutuhkan penjaga presdir..."
"Tidak perlu...aku akan pergi sendiri..."
"Selamat...hufft.."Andi merasa lega karena Devon tidak terlalu memarahinya walaupun Andi sudah melupakan tugasnya untuk menjual rumah Devon.
***
Selesai membereskan barang-barangnya,Safa pergi keluar untuk berbelanja.Beruntungnya ada warung yang cukup lengkap didekat rumah Devon.Safa berbelanja beberapa makanan dan sayuran.
"Nak...aku tak pernah melihatmu...apa kau orang baru disini.."Sapa pemilik warung.
"Iya buk.."
"Kamu tinggal dimana..."
Safa bingung harus jawab apa..
"Nak kamu tinggal dimana..."
"Mm..aku...aku tinggal dirumah yang disana..."Safa menunjuk kerumah Devon.
"Ohh..kamu tinggal dirumah nak Devon..."
__ADS_1
"I..iya buk.."Safa terlihat sedikit bingung dan takut.
"Apa kamu calon istrinya yang pernah Devon ceritakan dulu..."
Safa tidak menjawab,hanya mengangguk kecil sambil tersenyum memaksa.
"Ya..ampun...perkenalkan saya Ayu...orang-orang memanggilku bu Ayu..nama kamu siapa sayang.."
"Aku..Safa buk..."
"Ohh..nak Safa...nak Safa apa kau tau rumah calon mertuamu..."
Safa menggelengkan kepala...
"Itu...rumah calon mertuamu..."
Safa menoleh dan terkejut..
"Ya ampun..apa yang sudah aku lakukan...rumah orang tua Devon...dekat dengan rumah Devon..."Safa menggigit bibirnya.
"Bu..saya permisi dulu ya..."
Safa cepat-cepat kembali kerumah Devon.
Safa berjalan melewati rumah kedua orang tua Devon.Saat berada didepan gerbang rumah,Safa berhenti sejenak..Dia melihat sekitar didalam halaman rumah besar itu.
"Wah...ternyata Devon memang orang kaya...Aku lihat ada beberapa pelayan yang sedang membersihkan sekitar rumahnya..."Safa berbicara sendiri.
Safa terus berjalan melewati rumah kedua orang tua Devon.
Saat masih melewati jalan area rumah tersebut,ada sebuah mobil yang baru datang,terlihat kaca mobil yang terbuka.
"Tampan sekali orang ini.."ujar Safa.
Yang berada didalam mobil terlihat cuek dan dingin.
Safa melihat kalau mobil yang baru datang berbelok dan masuk kedalam halaman rumah Devon.Safa masih melihat mobil yang baru datang.
Ada beberapa pelayan yang menunduk hormat saat seseorang yang berada didalam mobil keluar.
"Apa itu salah satu keluarga Devon...dari postur dan gayanya sepertinya iya..."ujar Safa dalam hati.
"Huuh apa urusan ku...yang penting sekarang aku pulang masak,istirahat sebentar lalu pergi...aku takut nanti Devon atau keluarganya datang dan mengira aku seorang pencuri lagi....
hiii...ngeri kalau sampai mereka menuduhku seorang pencuri..."
__ADS_1
Safa melanjutkan perjalanan pulangnya.