Kelembutan Hati Aisyah

Kelembutan Hati Aisyah
episode 10


__ADS_3

Selamat membaca....


🌼🌼🌼🌼


Di toko kue milik Hana


"Assalamu'alaikum...,maaf ya dek Hana. kakak banyak kerjaan di kantor" sapa Rio sembari mengemukakan alasan nya terlambat dari jam yang sudah di sepakati nya.


"Nggak apa-apa kak. Hana ngerti kok." jawab Hana. "Sebentar ya kak.." ucapnya pada Rio.


Hana masuk ke dapur untuk membuatkan minuman. Hana keluar dengan membawa sebuah nampan berisi minuman dan cemilan.


"Silahkan kak,di nikmati" ucap Hana


"Iya,makasih dek.." balas Rio.


"Dek,boleh kakak ngomong" ucap ambigu Rio.


"Lho kan dari tadi udah ngomong"


"Kakak,mau ngomong serius sama kamu dek" Rio berkata dengan raut serius.


"Silahkan kak"


Rio berdehem untuk menghilangkan gugupnya.


"Begini.... Jujur kakak bukan orang baik,kakak banyak berlumpur dosa. Namun,dengan dek Hana,kakak ingin serius menjalin hubungan" ucap Rio dengan hati berdebar. dia gugup bahkan melebihi saat ditugaskan menggantikan Alex menangani proyek besar.


Hana diam memikirkan jawabannya. Dan Rio pun menunggu jawabannya dengan keringat dingin." Hana minta waktu kak,, Hana mau shalat istikharah dulu" jawab Hana.


Rio pun sedikit lega mendengarnya.


"Baiklah dek,kakak ngerti."


Akhirnya mereka pun ngobrol-ngobrol setelah menunaikan sholat Ashar.


Jam sudah menunjukkan pukul 17.15.


"Dek Hana kalau mau pulang,kakak antar ya.." pinta Rio.


"Nggak usah kak,nanti ngerepotin kak Rio" jawab Hana.


"Tidak ngerepotin kok. mau ya" bujuk Rio.


Hana menimbang-nimbang.Akhirnya Hana memutuskan intuk menerima tawaran Rio.


"Baiklah kak.."


Rio pun melengkungkan bibirnya. Hana dan Rio pun meninggalkan toko kue yang lebih dulu sudah di kunci oleh Hana. Rio pun membukakan pintu untuk Hana calon makmumnya.


"Makasih kak.." ucap Hana. Rio mengangguk.


Rio pun mengintari mobil,lalu masuk dan duduk di belakang kemudi. Rio menjalankan mobil perlahan.


******


"Assalamu'alaikum Na,ada apa?" sapa Aisyah.


"Wa'alaikumsalam Syah.. aku ganggu kamu nggak?" tanya Hana.


"Nggak,emang ada apa?"

__ADS_1


"Begini tadi kak Rio ngomong ke aku,kalau dia berniat meng khitbah ku. Bahkan dia juga sudah bilang sama ayah," ucap Hana.


"Benarkah?" seru Aisyah.


"Iya,aku sampai bingung mau jawabnya"


"Kamu sholat istikharah dulu.. minta sama Allah agar memberi jodoh yang bisa menjadi imam kamu nantinya" kata Aisyah memberi masukan.


"Iya Syah,kak Rio juga menunggu sampai aku memantapkan hati" ucap Hana.


"Kamu sholat istikharah dulu,kalau jawaban nya ternyata kak Rio. baru mantapkan hati mu. aku tau,sebenarnya kak Rio orang baik.hanya mungkin pergaulannya saja yang salah"


"Iya Syah,makasih ya dah bantu ngasih masukan" ucap Hana.


"iya sama-sama Han," balas Aisyah.


Hana pun lalu memutuskan sambungan telpon setelah mengucapkan salam.


flashback


Mobil mulai memasuki halaman rumah Hana. Ayah dan ibu Hana berada di teras dengan cemilan dan teh hangat yang masih mengepul.


Orang tua Hana yang menghentikan acara ngobrol nya. mereka mengerutkan keningnya,merasa heran ada mobil mewah masuk ke halaman rumah.


Hana keluar terlebih dahulu. di susul oleh Rio.


"Assalamu'alaikum yah"


"Assalamu'alaikum pak"


Sapa Hana dan Rio barengan. Hana mencium punggung tangan ayah dan ibu bergantian. Rio pun demikian.


"Silahkan duduk nak.." kata ayah mempersilahkan.


"Saya Rio pak,temannya dek Hana," Rio memperkenalkan diri pada ayah Hana.


Ayah yang mendengar,tak sadar melengkungkan bibirnya. Beliau merasa bahwa pria yang ada di hadapannya ini,menyukai putrinya.


Sang ibu keluar dengan nampan berisi teh hangat. "Silahkan di minum nak.." ucap ibu Hana ramah.


"Terima kasih bu.."


Suasana menjadi hening. Hati Hana berdebar.entah karena apa dia nggak tau.


"Begini pak,bu.. sebelumnya saya minta maaf. Saya menyukai putri bapak dan ibu. dan berniat menjadikannya istri dan ibu dari anak-anak saya. Sekiranya bapak dan ibu sebagai orang tua berkenan dan meridhoi niat saya" kata Rio to the point.


Orang tua Hana saling pandang,lalu memandang Hana.


"Kalau bapak terserah Hana saja,kalau Hana setuju. bapak sebagai orang tua hanya bisa merestui" jawab ayah Hana.


"Hana,bagaimana??" tanya sang ayah.


Hana terdiam. Rio,ayah dan ibu Hana pun menanti jawaban Hana.


"Hana,minta waktu kak. Hana mau shalat istikharah dulu. Hana tidak mau gegabah menjawabnya," jawab Hana


"Iya dek,kakak bersedia menanti jawaban darimu." ucap Rio.


Ayah dan ibu tersenyum mendengarnya.


Akhirnya mereka ngobrol tentang keseharian Rio . Orang tua Hana kaget mendengar siapa sebenarnya Rio.

__ADS_1


Mereka sebagai orang tua merasa bahwa Rio orang baik,hanya sedikit kaku dan arogan. Mungkin memang tuntutan menjadi asisten CEO perusahaan raksasa.


flashback off


Di kamar mewah berwarna pink..


Setelah menerima telpon dari Hana,Aisyah membaca Al Quran. Dia tadarus untuk menunggu waktu isya'.


Sayup-sayup ter dengar adzan. Aisyah pun menyudahi tadarusnya.


Ia menunaikan shalat empat rakaat dengan khusyuk.


Selepas menunaikan kewajibannya,dia turun untuk makan malam.


"Assalamu'alaikum mi,pi.. maaf ya,Aisy telat"


"Nggak apa-apa nak,kami malah bangga pada mu,"


"Sekarang kamu makan dulu,nanti lanjut ngobrol" titah sang papi.


"Baik pi.." Aisyah pun menurut.


Aisyah mengambil makanan hanya sedikit. Karena Aisyah selalu makan tidak sampai kekenyangan.


Keadaan di meja makan terasa hening hanya denting sendok dan piring beradu yang terdengar.


*****


Terdengar deru mobil memasuki gerbang menuju halaman depan rumah.


"Tumben tu anak pulang cepet" ucap mami sambil berjalan membukakan pintu.


"Tum...b" belum selesai bicara,mami kaget dengan kedatangan Alex.


"Assalamu'alaikum mi.." sapa Alex lalu mencium punggung tangan mami Farah.


"Wa'alaikumsalam nak,silahkan masuk. kirain tadi Dion," ucap mami sambil menutup pintu kembali. Alex dan mami pun menuju ruang keluarga. karena memang lagi kumpul disini.


"Assalamu'alaikum pi,dek.."sapa Alex.sambil mencium punggung tangan papi,lalu menangkupkan tangan tanda salam pada Aisyah.Dan Aisyah pun membalas salam serta menangkupkan tangannya di depan dada.


"Papa dan mama kamu sehat kan Lex??"tanya papi Fadhil papi Dion dan Aisyah.


"Alhamdulillah pi,mama papa sehat."


"Syukurlah.." seru papi Fadhil.


"Oiya pi,begini.. Alex tertarik dengan putri papi.Alex menyukainya" ucap Alex sambil memandang Aisyah.


"Dan saya berniat untuk memintanya untuk menjadi istri dan ibu untuk anak-anak Alex" imbuh Alex.


Papi Fadhil dan mami Farah saling pandang.


"Begini nak,semua hanya Aisyah yang bisa memutuskan. kami selaku orang tua hanya bisa merestui dan meridhoi. Bagaimana Aisyah,apakah kamu bersedia?" Papi Fadhil memutuskan untuk bertanya dengan Aisyah. Karena memang anak yang menjalani nantinya.


Aisyah yang ditanya pun diam,dia masih menimbang-nimbang jawaban apa yang akan dia berikan.


"Maaf mas Alex,Aisy masih belum bisa memutuskan. Beri Aisyah waktu. Bila nanti Aisyah sudah yakin,akan Aisy kabari mas Alex" jawab Aisyah.


"Baiklah,mas Alex akan sabar menanti jawaban mu" ucap Alex.


Akhirnya mereka pun ngobrol -ngobrol hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.15. Alex pun berpamitan karena memang waktu sudah malam untuk bertamu.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2