Kelembutan Hati Aisyah

Kelembutan Hati Aisyah
episode 13


__ADS_3

happy reading...


🕊🕊🕊


Hembusan angin sepoi-sepoi menemani keluarga papi Fadhil saat mendatangi makam orang tua angkat Aisyah. Aisyah duduk diantara dua gundukan tanah tempat bersemayam sepasang suami yang merawatnya dengan penuh kasih. Cairan bening menetes di pipi nya. Mengenang segala kasih,sayang,perhatian yang mereka curahkan untuk nya. Untuk beberapa saat lamanya,Aisyah terdiam. hingga usapan lembut menyentuh pundaknya.


"Mami tau kamu sedih,namun kamu jangan sampai terlarut sedih ya,kasian ayah sama bunda kamu. nanti juga sedih" ucap mami Farah. Mendengar penuturan sang mami,Aisyah pun menyeka air mata nya.


Dion dan papi hanya memandang interaksi putri dan mami tersebut. Papi berjongkok di samping pusara ayah angkat Aisyah.


"Pak,bu.. kami kesini ingin mengucapkan terima kasih telah merawat dan mendidik putri kami menjadi anak yang sholehah." papi menjeda kalimatnya. bulir bening menetes di wajah pria paruh baya. "saya menyesal belum bisa bertemu dan membalas budi baik kalian" imbuh papi Fadhil.


" Hanya doa yang bisa selalu kami panjatkan untuk kalian." Usai berkata demikian papi Fadhil memimpin doa untuk kedua orang tua angkat Aisyah. Selesai berdoa,mereka berempat meninggalkan area pemakaman umum. Menyusuri jalanan gang menuju rumah Aisyah yang dulu.


Sebelum ke butik,Aisyah mengajak orang tua dan abang nya untuk mampir ke toko kue milik Hana.


"Aisyah...." pekik Hana lalu berhambur memeluk Aisyah. Aisyah terhuyung ke belakang karena tidak siap. Tak berapa lama pun Hana melerai pelukannya.menyadari kalau Aisyah tidak datang sendiri.


"Maaf om,tante,bang.. Hana terlalu bahagia ketemu Aisyah" ucap Hana merasa malu.


Mami,papi,dan Dion tersenyum mendengar penuturan Hana.


Aisyah ke belakang untuk membuat minuman untuk orang tua dan abangnya. Sedangkan Hana mengambilkan kue yang ada di etalase.berbagai macam kue telah Hana sediakan.


"Maaf ya tante,kue nya seadanya.."


"Ini sudah lebih dari cukup nak.."ucap mami Farah.


"Dek Hana ini sahabatnya Aisyah?"tanya Dion.


"Iya bang,kami sahabatan dari kecil. kemana-mana selalu berdua" disitu ada Aisyah pasti ada Hana" cerita Hana.


Mereka ngobrol-ngobrol banyak hal. Akhirnya mereka berpamitan.


………


Perjalanan dari toko kue Hana menuju ke butik langganan mami di iringi dengan candaan yang di lontarkan Dion. Aisyah dan Dion memang sudah akrab sejak Aisyah bekerja di kafe. Hingga perjalanan pun jadi terasa menyenangkan karena memang jarang mereka pergi barengan seperti ini.


"Dek,nanti kalau sudah menikah kamu tetap tinggal di rumah ya.. abang masih pengen deket sama kamu" pinta Dion.


"Ya nanti aku bicara in sama mas Alex ya bang.." jawab Aisyah.


Mendengar jawaban Aisyah,Dion menghela nafas seakan tidak rela jauh dari adik yang sudah lama terpisah. Setelah pembicaraan Aisyah dan Dion tadi,tidak ada yang membuka suara. Hingga tak terasa sudah sampai di butik tempat fitting baju pengantin. karena sebelumnya sudah di pesankan oleh mami Farah. Butik langganan mami Farah adalah butik milik sahabatnya,tante Maria.

__ADS_1


Pemilik butik menyambut kedatangan keluarga Fadhil. Tadi pas di perjalanan,mami Farah mengirim pesan bahwa akan ke butik untuk fitting baju pengantin.


Mami berjalan terlebih dahulu untuk menemui sahabatnya.


"Hai jeng,gimana kabarnya?" tanya tante Maria sambil cipika cipiki.Aisyah mendekat.


"Assalamu'alaikum tante,," sapa Aisyah sambil mencium punggung tangan sahabat mami nya.


"Wa'alaikumsalam sayang,.." jawab Maria.


Dion pun juga mengikuti Aisyah menyalami tante Maria.


"Sehat Maria??" tanya papi Fadhil.


"Alhamdulillah sehat mas Fadh"


Tante Maria mempersilahkan rombongan sahabatnya memasuki butik.


"Langsung ke ruangan aja ya.." ajak Maria sambil menunjuk sebuah ruangan.


Di dalam terdapat beberapa gaun pengantin yang di pajang di lemari kaca.


"Mi,jangan terlalu mewah ya,Aisyah 🌹pengen yang sederhana saja" tutur Aisyah.


"Nggak mi,Aisyah pengen hanya ijab qobul aja,dengan gaun yang sederhana dan nggak perlu pesta mewah"


"Mi,yang penting sudah sah di mata hukum dan agama,menurut Aisyah sudah cukup mi.." Aisyah masih kekeuh dengan pendapatnya.


"Ya sudah mami nurut aja sama Aisyah." ucap mami pasrah.


"Makasih ya mi," ucap Aisyah seraya memeluk mami Farah dan mencium pipi kanan maminya sekilas.


*****


Di kafe Dion


Rio mengajak Hana,calon istrinya untuk makan malam. Malam ini adalah untuk yang pertama kalinya Hana bersedia di ajak makan malam di luar . Rio berencana untuk membahas pernikahan mereka berdua.


"Dek,kakak mau tanya.kamu punya pesta pernikahan yang seperti apa?" tanya Rio.


"Kalau Hana sih pengen yang sederhana saja,tanpa ada pesta-pesta yang meriah" jawab Hana. "yang penting sudah sah di mata hukum dan agama,cukup bagi ku" imbuh Hana.


Tiba-tiba dari arah belakang,Rio di peluk oleh cewek. lebih tepat nya mantan kekasih Rio.

__ADS_1


"sayang,kamu di sini rupanya" aku kangen sama kamu.." ucap Dea.


"Dea,lepas nggak!!" ucap Rio dengan pelan namun dalam nada bicara tersimpan ancaman.


Karena takut,Dea pun akhirnya mengurai pelukannya. lalu menatap sinis Hana.


Melihat adegan itu Hana merasa sakit hati.


"Dek,dengerin kakak. Kakak sudah tidak ada hubungan apapun dengan dia. kakak akui kalau dia memang mantan aku,tapi itu sudah menjadi masa lalu kakak." ucap Rio menjelaskan. Hana menjawab dengan deheman.


"Dia ini pacar kamu Ri?" tanya Dea.


"Bukan,dia calon istri aku"


Dea tertawa mendengar jawaban Rio.


"Cewek model kayak gini,cewek kampung bahkan lihat pakaiannya tidak modist,tidak ada model sama sekali," ucap Dea merendahkan.


"Seorang perempuan yang menutup aurat,bukan berarti dia tidak bisa modist. Dia akan makai pakaian yang modis dan terbuka hanya ada di hadapan suaminya.tidak dengan memamerkan tubuh ke setiap pria" ucap Hana lirih namun menohok. Mendengar penuturan Hana, Dea merasa kesal. namun tidak dengan Rio,dia malah tersenyum.


Dea yang masih kesal,meninggalkan Rio dan Hana tanpa kata.


"Kakak,kenapa tersenyum?"


"Nggak ada apa apa kok. kakak senang kau berani membela diri". jawab Rio. "karena bila nanti sudah menikah dengan ku,di butuhkan mental dan keberanian yang kuat"batin Rio.


"Kak,ayo di makan makanannya.." pinta Hana.


"Tapi ini sudah dingin dek,nggak enak.." ucap Rio.


"Terus?? mau pesan lagi??"


Rio hanya mengangguk.


"Kak,kalau pesan lagi,sayang kak makanannya, mubadzir. makanan itu rezeki,kalau kita membuang makanan,sama saja kita membuang rezeki kita" ucap Hana.


Rio yang mendengar penuturan Hana,semakin kagum dengan nya.


"Tak salah aku memilih istri" batin Rio.


"Baiklah kita makan sekarang aja" ucap Rio yang di angguk i oleh Hana.


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2