
Happy reading...
Rio dan Hana kini berada di area pemakaman umum. Mereka berada di depan dua nisan yang paling mencolok diantara yang ada. Rio berjongkok di antara dua nisan tersebut. Dua nisan bertuliskan nama kedua orang tua kandung Rio.
"Ayah,ibu Rio datang. maaf baru bisa menemui kalian berdua." Hana masih diam mendengarkan ucapan Rio yang seakan berbicara dengan kedua orang tua nya.
"Oiya yah,bu.. Rio kemari bersama dengan calon istri Rio. Hana namanya. Dan kami,tiga hari lagi akan menikah. Mohon bari restu pada kami yah,bu.." ucap Rio.
"bapak,ibu.. saya Hana. Saya dan kak Rio kemari memohon restu kalian berdua.semoga acara pernikahan kami berjalan lancar dan semoga pernikahan kami berkah." ucap Hana. Rio men amini. Rio pun memimpin doa untuk ke s,mereka berdua meninggalkan area pemakaman setelah menabur bunga untuk kedua orang tua Rio.
Mereka memasuki mobil,Rio mengemudi dengan perlahan. Dia ingin menikmati kebersamaan dengan calon istrinya. Dengan obrolan-obrolan ringan untuk mengisi agar semakin akrab. Rio melajukan mobilnya bukan ke arah rumah Hana atau pun rumah mama Nia.
"Kak,kita mau kemana? ini kan bukan jalan pulang ke rumah?" tanya Hana was-was.
"Kita akan ke suatu tempat" jawab Rio.
"Tapi dimana kak? kakak jangan aneh-aneh lho!" Hana takut.
"Jujur saja,aku sudah pengin menerkam kamu dek" tutur Rio.
"Istighfar kak,kakak harus sabar tinggal 3hari lagi.jangan menuruti n***u mu.aku nggak mau menanggung dosa kak.mending aku mundur kak" ucap Hana berurai air mata.
"sssstt...sudah ya,kakak masih bisa menahan nya dek"ucap Rio sambil mengusap lembut.
"Kakak hanya ingin mengajak ke tempat yang mungkin kamu juga suka saat mengunjunginya,bukan ke tempat yang kamu takutkan. bila aku melakukan sebelum halal,bisa-bisa kakak di kebiri sama mama Nia" jelas Rio. Hana bernafas lega.
"Maafin Hana kak.Hana hanya takut"
"iya,kakak maafin. aku juga maklum,kamu wanita baik-baik akan mepertahankan kehormatan mu sebagai seorang wanita. Dan aku beruntung bertemu dengan mu" kata Rio sambil membelokkan mobil ke arah danau buatan yang sangat indah.
Rio membukakan pintu untuk Hana.
__ADS_1
"Ayo dek!" ajak Rio. Hana memandang sekeliling takjub.
"Subhanallah...indah sekali pemandangan ini.." seru Hana. Rio tersenyum mendengar ucapan Hana.
Mereka duduk di bangku tepi danau.
"Aku sering kesini kalau lagi penat masalah kerjaan. bahkan kadang aku sama Alex, ngerjain tugas kantor disini. Pemandangan disini membuat pikiran fresh".
"Benar banget kak,disini sangat nyaman. segar dan indah banget pemandangannya."
Rio dan Hana menghabiskan waktu bersama sebelum kedua nya tidak di perbolehkan untuk bertemu sampai akad nikah tiba.
Rio mengantar Hana sampai depan rumah nya. Halaman rumah yang mulai di rapikan karena akan diadakan resepsi di rumah Hana. Sedangkan akad nikah rencana di adakan di masjid dekat rumah.
"Kakak,mampir dulu aja,ini udah mau maghrib. Nanti kalau pulang kena macet,malah nggak sholat lagi" ucap Hana. Rio tersenyum mendengar perhatian Hana untuk nya.
"Iya,kakak akan singgah sebentar nunggu maghrib.setelah maghrib aku pulang ya.."kata Rio.
"Iya kak,yang penting kewajibannya dulu di tunaikan" ocehannya Hana.
Mereka pun memasuki rumah sederhana yang terasa nyaman dan adem.
"Assalamu'alaikum..." sapa Rio dan Hana bareng.
'
"Wa'alaikum salam nak.. " jawab ayah dan ibu Hana. Hana mencium punggung tangan ayah dan ibu bergantian. Rio pun melakukan sama apa yang Hana lakukan.
Orang tua Hana dan Rio ngobrol-ngobrol.sedangkan Hana membersihkan diri. Hana keluar dengan baju gamis rumahan dengan kerudung pasmina yang sesuai dengan baju yang di kenakan nya.
Rio terpana akan kecantikan Hana.meski baru saja mandi,tanpa make up namun terlihat cantik.
__ADS_1
"Sungguh cantik,calon istri kakak" celetuk Rio. Ayah dan ibu Hana tersenyum mendengar celetukan calon menantu nya. sedangkan Hana,mukanya sudah seperti kepiting rebus.
******
Di kediaman Aisyah yang lama.
Usai shalat isya' Aisyah membaca Al quran sambil menunggu sang suami melanjutkan pekerjaan nya yang di bawa pulang ke rumah. Meski pekerjaan nya nanggung,namun dia tak mau membuat sang istri menunggu terlalu lama. Akhirnya di ruang kerja lah Alex berada. Kamar tamu yang dulu, di sulap menjadi ruang kerja Alex.
Aisyah masih membaca al Quran nya. Sedangkan Alex sudah menyelesaikan pekerjaannya. Alex memasuki kamar perlahan. Suara merdu Aisyah menghangatkan hati Alex. Dia tak berniat menghentikan kegiatan Aisyah.
Alex bersyukur mendapatkan istri sholehah.
Setelah beberapa menit Aisyah mengakhiri kegiatan membaca Al Quran nya.
"Mas Alex sudah selesai dari tadi?" tanya Aisyah sambil melipat mukena.
"Hmm" jawab Alex singkat sambil mengangguk.
"Kita istirahat yuk,tapi aku mau ganti baju dulu ya mas." ucap Aisyah seraya melangkah menuju lemari pakaian. Aisyah mengernyitkan dahi nya.
"kok,baju aku kayak gini semua?" batin Aisyah. Akhirnya Aisyah memilih baju tidur bahan satin yang menutupi setengah paha dan sebagian bagian dada. Dia merasa malu memakainya.
"Say...yang.. kamu cantik dan s**y memakai baju itu" ucap Alex seraya menahan kabut gairahnya.Alex mendekati istrinya. Sang suami memanjatkan doa sebelum melakukan kegiatan malam.Alex mencium kening,pipi,hidung terakhir bibir. Di l****nya bibir mungil sang istri lalu turun ke leher di buat nya stempel yang terasa nyeri namun nikmat.
Tangan nya tak tinggal diam,menjelajahi seluruh tubuh sang istri hingga d****** terdengar dari bibir Aisyah. Mulut Alex bergerak ke bawah bermain di puncak sensitif Aisyah. Aisyah seperti ingin berteriak akan sensasi yang dia rasakan akibat perbuatan sang suami.
"Keluarkan sayang,tidak akan ada yang dengar suara indah mu. karena kamar ini sudah aku buat agar kedap suara," ucap Alex lirih lalu menggigit telinga Aisyah yang menimbulkan sesuatu yang menuntut untuk di tuntaskan.
Kedua nya melakukan kegiatan ranjang hingga Aisyah tidak sanggup untuk mengimbangi tenaga Alex. Aisyah pasrah,hingga lenguhan panjang dari keduanya terdengar. Alex ambruk di sisi Aisyah,kedua nya kelelahan. Aisyah membenarkan selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
"Sayang,makasih ya" ucap Alex lalu mencium pipi Aisyah. Tangan nya melingkar di pinggang ramping Aisyah. Di tariknya tubuh Aisyah agar mendekat,dan Alex bisa mendekap mesra sang istri. Aisyah sudah mengarungi alam mimpi. Alex bersyukur telah memperistri Aisyah,wanita sholehah.Dia berjanji tak akan men sia-sia istrinya dan selalu berusaha membahagiakannya. Akhirnya Alex pun me nyusul sang istri ke alam mimpi tanpa membersihkan tubuh terlebih dahulu.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷
bersambung.....