
happy reading...
🌻🌻🌻🌻
"Apa?????"
Seru Rahma dan Dion bareng. Keduanya saling pandang. Mereka tak habis pikir dengan yang di fikiran sang mami.
"Kenapa??" apa terlalu lama?" tanya mami Farah.
"Nggak mi.." jawab Dion.
"Ya sudah,besok kita menemui orang tua Rahma" mami memutuskan. Rahma terbelalak.
"Tan..."
"Kenapa nak?"
Rahma menggelengkan kepala.
"Kamu keberatan,bila Dion menikahi mu cepat?"
"Nggak begitu tante,Rahma setuju saja. tapi orang tua Rahma.." Rahma belum meneruskan kalimat nya,sudah di potong oleh Dion.
"Kamu takut kalau ayah kamu berfikir yang tidak-tidak?" tanya Dion.
"Nanti,aku yang akan ngomong langsung ke ayah kamu"
"Baru,besok malam aku ngajak mami papi ke rumah kamu" imbuh Dion.
****
Selesai shalat maghrib,Rahma di antar pulang oleh Dion. Gugup yang di rasa Dion.
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan rumah sederhana dengan halaman yang tidak terlalu luas. Seorang wanita paruh baya membuka pintu setelah mendengar sebuah mobil berhenti di halaman rumah.
"Assalamu'alaikum bu.." sapa Dion dan Rahma bareng.
"Wa'alaikum salam nak.."
Kedua nya bergantian menyalami sang ibu. Ibu Rahma pun penasaran,siapa gerangan pria yang datang bersama putri nya. Namun sang ibu hanya bertanya dalam hati.
"Mari masuk nak.."
"Saya Dion bu.."
"Mari nak Dion silahkan masuk" sang ibu mempersilahkan.
"Ayo mas.." ajak Rahma.
__ADS_1
Dion masuk ke rumah Rahma. Di dalam ruang tamu sudah ada ayah Rahma. Dion duduk di seberang ayah nya Rahma. Sedangkan Rahma membuatkan minuman untuk Dion,ayah,ibu dan juga untuk dirinya sendiri. Dan juga menata martabak manis yang dia beli saat perjalanan pulang. Tak lama Rahma membawa minum dan juga camilan.
"Pak,bu kenal kan saya Dion. saya datang rumah bapak ibu untuk silaturahmi dan meminta restu bapak ibu sekalian untuk saya dan dek Rahma. Saya berniat meminta putri bapak menjadi istri saya" tutur Dion mengungkap kan maksud dan tujuannya.
"Bapak tidak bisa memutuskan,semua hanya Rahma yang bisa memutuskan. Bagaimana nak,apakah kamu bersedia?" tanya sang ayah.
"Rahma bersedia pak" jawab Rahma.
"Bapak mau tanya,apakah nak Dion bersedia menjaga Rahma dan menerima Rahma apa adanya? Mengingat dia lahir dari keluarga yang kurang beruntung dari segi ekonomi" ucap ayah Sigit.
"Insya allah pak,saya akan berusaha menjaga dan akan menerima segala kelebihan beserta kekurangan dek Rahma" ucap Dion.
"Dan keluarga saya,menerima perempuan yang menjadi pilihan saya.tidak pernah memandang dari segi materi" imbuh Dion.
"Baiklah,bapak hanya bisa merestui kalian berdua," ucap ayah Sigit.
Wajah Dion dan Rahma berbinar.
"Nak Dion,silahkan di minum dulu teh nya" pinta ibu.
"Terima kasih bu.." ucap Dion. lalu dia pun meminum minuman yang sudah di buatkan oleh Rahma.
******
Di sebuah mall terkenal.
"Nak,kamu setelah ini pulang aja ya,biar di antar sopir mami sambil membawa barang yang tadi sudah di beli.tinggal beli perhiasan aja kok" ucap Mami. Beliau khawatir,karena putrinya sudah terlihat lelah,takutnya terjadi apa-apa.
"Baik mi,Ais habis ini pulang."
"Mi,Aisyah pengen makan ayam geprek.." rengek Aisyah.
"Cucu oma laper ya.." ucap mami seraya mengelus perut buncit Aisyah.
"Iya oma.."Aisyah menirukan suara anak-anak.
Mami tersenyum.
Kedua ibu dan anak itu pun mencari stand ayam geprek. lalu memesan makanan yang di inginkan.
Mata Aisyah berbinar melihat makanan pesanan nya datang.
Aisyah pun langsung lahap memakan ayam tersebut.
Membuat mami geleng kepala. Dengan iseng,mami mengambil gambar lalu beliau kirimkan pada suami,putra dan juga menantunya.
Mendapat kiriman gambar dari sang mertua,membuat mood Alex meningkat. Mood yang tadi nya berantakan karena banyaknya pekerjaan pun kini membaik.
( Memang ya,melihat pasangan senang bisa membuat mood membaik)
__ADS_1
Usai makan geprek nya,Aisyah pulang di antar oleh sopir mami Farah. Sedangkan mami Farah menunggu putra nya yang akan mencari perhiasan untuk calon istrinya.
Ibu dan anak tersebut memasuki sebuah toko perhiasan terkenal.
"Hai jeng,apa kabar?" tanya pemilik toko perhiasan yang merupakan teman mami semasa kuliah.
"Alhamdulillah baik jeng"
Dion langsung melihat lihat perhiasan.
"Bang,salam dulu sama tante Reni" ucap mami Farah. Dion terkekeh.
"Assalamu'alaikum tante.." ucap Dion seraya mencium punggung tangan tante Reni.
"Wa'alaikum salam Dion.."
"Yang mau cari perhiasan siapa nih? kok dari tadi yang muda begitu antusias???" goda Reni.
Farah tersenyum,lalu menunjuk putra nya.
"Tante,ada nggak perhiasan yang simpel tapi elegan?" tanya Dion.
"sebentar ya,tante ambilin dulu.."
Tante Reni mengambilkan perhiasan yang di inginkan Dion.
Beliau membawa tiga set perhiasan yang simpel dan elegan.
Dion pun memilih yang menurutnya sesuai dengan selera Rahma sang calon istri.
Setelah memilih,Dion membayar perhiasan nya. Tante Reni meminta pegawainya untuk mengemas perhiasan nya di tempat yang sudah di sediakan.
"Jeng,bentar lagi mau mantu??" tak lama pasti punya cucu" goda Reni.
"Aku sudah punya calon cucu dari putri ku jeng"
Tante Reni terbelalak.tak percaya.
"Maksud mu,kamu punya anak lagi selain Dion?tanya Reni.
"Iya,putri yang dulu sempat hilang,dan kini sedang hamil lima bulan" jelas Mami Farah.
Usai berbelanja,Mami Farah dan Dion pun pulang ke rumah.dengan paper bag di tangan Dion. sedangkan yang lainnya sudah di bawa pulang oleh Aisyah.
Di perjalanan pulang dari mall,Dion menyempatkan membeli kue untuk hantaran nanti malam.
bersambung...
******
__ADS_1