
happy reading....
ππππ
Seorang perempuan muda berhijab duduk di sebuah meja bundar di kafe sederhana namun terlihat elegan. Dengan view yang begitu memukau,penataan ruang yang cantik membuat betah duduk di kafe ini.
Rahma yang merasa kantung kemih nya penuh pun beranjak menuju ke kamar mandi.
Usai menuntaskan hajat nya,tiba-tiba..
bruk..
Rahma menabrak bahu seseorang. Rahma hampir jatuh,dengan sigap seseorang menarik pinggang Rahma agar tidak menyentuh lantai.
"Maaf pak,saya tak sengaja,dan terima kasih sudah menolong saya"
"Iya mbak.. Sama-sama. lain kali hati-hati ya.."
Rahma pun kembali ke meja dimana dia tadi duduk. Sambil menunggu pesanan.
Seorang pria menghampiri Rahma.
"Sendirian saja mbak..? Boleh saya duduk disini?"
"O monggo silahkan.." Rahma mempersilahkan.
"Oiya,nama ku Dion. kalau kamu?" Dion memperkenalkan diri.
"Rahma.." ucap nya sambil menerima uluran tangan Dion.
Tak berapa lama pesanan Rahma datang,karena memang tadi sebelum ke toilet sudah pesan lebih dulu.
"Silahkan mbak.. untuk pak Dion?" mbak waitres bertanya.
"Tolong bilang sama Edi,suruh buatin makanan yang tidak terlalu lama proses masaknya. minum nya jus mangga aja"
"Baik pak". sang waitres meninggalkan meja Rahma dan Dion.
"Maaf mas saya duluan,saya laper soalnya.."
"iya silahkan.."
Rahma pun lebih dulu makan.Tak berselang lama,makanan Dion datang.
"Silahkan pak.."
"Makasih ya.."
"Sama-sama pak.."
Dion pun langsung menyantap makanan nya.
Dion dan Rahma pun menyantap makanan dengan tenang. Hanya sendok dan piring beradu yang terdengar.
__ADS_1
"Mbak,kerja dimana?" tanya Dion usai menghabiskan makanannya.
"Rahma aja mas,kayak nya saya lebih muda dari mas nya"
"Saya kerja di Kusuma corp mas.." imbuh Rahma.
"di bagian??" tanya Dion.
"Saya jadi sekretaris pak bos"
Dion mangut-mangut mendengar penuturan Rahma.
"Mas nya,yang punya kafe?" Rahma kepo.
"Yah begitulah"jawab Dion singkat.
Dari arah pintu,seorang perempuan mendekati Dion dan Rahma. Rahma yang merasa di hampiri pun menoleh.
"Aisy...." seru Rahma sambil memeluk Aisyah.
Dion yang melihat pun jadi bengong. Sedangkan Alex terlihat cuek.
"Maaf,pak..saya terlalu senang" cicit Rahma.
"Bang,gimana kabarnya?" tanya Aisyah sambil mencium punggung tangan Dion.
"Alhamdulillah baik dek.."
Rahma yang kini bengong melihat interaksi Aisyah dan Dion.
"Aisyah.. kamu.." Rahma tidak meneruskan ucapannya.
"Rahma,kamu jangan nethink dulu,, ini abang aku. lebih tepat nya abang kandung aku.dan juga sahabat mas Alex suami aku" jelas Aisyah.
Rahma mengangguk kan kepala tanda paham.
"Kamu mau makan apa dek? biar abang bilang sama si Edi" tanya Dion.
"cah kangkung seafood 1,tahu tempe geprek 1,gurame asam manis 1 nasi 2" kata Aisyah.
Alex hanya manut saja apa yang di pesan kan oleh sang istri. Toh semua jenis makanan dia mau. yang penting halal.
*****
Di kediaman ayah Hana.
"kak,makan dulu.."
"iya dek,kakak tak mandi dulu gerah ni.."
"ya sudah,kalau sudah selesai kakak langsung turun ya.." ucap Hana. lalu beranjak menyiapkan baju untuk sang suami.usai meletakkan baju ganti Rio,Hana keluar kamar menuju ruang makan.
"Lho sayang,mana suami kamu?" tanya Setyo.
__ADS_1
"Kak Rio lagi mandi yah,nanti kalau sudah selesai pasti turun." jawab Hana.
Hana lalu membuatkan teh hangat dan juga kopi untuk sang suami.
"Malam yah,bu..maaf Rio lama." ucap Rio lalu duduk di sebelah Hana.
"Nggak apa-apa nak." sahut ibu.
Hana lalu mengambilkan makanan untuk sang suami. Pemandangan itu pun membuat ayah dan ibu bahagia.
Perhatian kecil namun begitu bermakna untuk mempererat keharmonisan rumah tangga.
Selain perhatian,jujur,setia dan juga tanggung jawab di butuhkan dalam rumah tangga.
Jujur di butuhkan agar tidak ada kesalah pahaman yang ber ujung fatal.
Setia di haruskan agar tidak ada hati yang terluka.
Tanggung jawab di wajib kan bukan untuk pihak suami saja namun dari istri juga harus tahu tanggung jawab masing-masing. Suami bertanggung jawab mencari nafkah untuk keluarga. sedangkan istri bertanggung jawab menjaga kehormatan diri agar kehormatan rumah tangga tetap terjaga.
"Kak,kita hari ini nginap di sini ya?" izin Hana pada suami.
"Tapi,besok kakak ada meeting pagi enggak?" imbuh Hana.
"Nggak kok,besok nggak ada meeting pagi. ada meeting besok habis makan siang"
"Emang ada apa?"
"Nggak ada apa-apa kok kak. kalau nggak ada meeting kan nggak terlalu buru-buru ke kantor kalau tidur disini." ucap Hana sambil terkekeh.
Akhirnya Hana,Rio dan ayah ngobrol sampai jam 9 malam. Hana dan Rio memasuki kamar nya.
"Dek Hana,gimana menurut mu kalau kakak cari rumah buat kita" tanya Rio begitu sampai di dalam kamar.
"Kalau Hana sih,ikut kakak aja. karena kakak suami Hana. yang penting rumahnya jangan yang mewah,Hana pengen yang sederhana namun punya halaman luas supaya bisa buat main anak-anak kita kelak" tutur Hana panjang lebar.
"Baiklah,besok kalau kakak senggang,kita cari bareng.." putus Rio. Hana mengangguk.
"Sekarang kita tidur aja yuk kak,, Hana ngantuk.." ajak Hana.
"Sebelum tidur,gimana kalau kita buat peluh dulu. mumpung masih jam segini.." bisik Rio. Hana,yang di bisik i pun bulu kuduk meremang.
Akhirnya mereka berdua bergelut dalam kenikmatan dunia hingga pukul 23.30. Usai bergumul pun kedua nya langsung tidur dalam satu selimut saling berpelukan.
bersambung....
π¦π¦π¦π¦
mohon maaf bila cerita nya agak gaje. karena emang badan lagi kurang fit..
Untuk para readers semuanya.. untuk tetap jaga kesehatan ya.. karena sekarang memasuki musim panca roba. banyakin minum air putih,makan teratur dan terutama jangan stres. karena pikiran yang berlebih membuat tubuh kita gampang sakit.
π¦π¦π¦π¦π¦
__ADS_1