Kelembutan Hati Aisyah

Kelembutan Hati Aisyah
episode 47


__ADS_3

happy reading...


🌻🌻🌻🌻


Tiba acara tujuh bulan kehamilan Aisyah.


Acara di adakan di kediaman Aisyah. sedangkan Hana mengadakan acara esok hari nya di rumah orang tua nya. Karena orang tua Hana menginginkan acara tujuh bulanan di adakan di rumah mereka. Papa Wijaya dan Mama Nia hanya bisa menuruti keinginan menantu-menantunya. Acara tujuh bulanan diadakan secara sederhana saja.Hanya membuat tumpeng mitoni atau tumpeng berjumlah 7. Tumpeng berukuran besar 1 di kelilingi tumpeng kecil 6.Dengan urapan 7 macam sayuran,telur rebus 7 butir yang di letakkan dengan wadah yang sudah di hias tersendiri. dan membuat jenang procot.buah-buahan 7 macam,jajan pasar 7 macam dan lain sebagainya di letakkan di wadah terpisah. Karena memang Aisyah ingin nya seperti itu.


(Untuk acara mitoni di daerah author memang tidak boleh menggunakan hewan,hanya boleh menggunakan telur)


Acara mitoni di akhiri dengan pengajian dan di lanjut santunan anak yatim.


Tampak wajah lelah dari Aisyah. Karena memang hampir semua di buat sendiri.


Meski menjadi seorang istri dari pria kaya namun tidak membuat seorang Aisyah malas,dan mengandalkan uang. Dirinya hanya ingin apa yang di nikmati oleh semua yang hadir benar-benar dari hasil keringatnya. Karena menurut nya apabila orang yang akan makan lalu berdoa minta keberkahan melalui makanan,dia pun ikut mendapatkan berkah nya. Karena sudah menyediakan makanan tersebut


Di ruang tengah dengan Aisyah selonjoran di karpet. Dia sengaja duduk di karpet agar lebih nyaman saat duduk. Alex memijat kaki sang istri.


"Kamu capek banget ya yang??"


"Lumayan mas.. tapi aku puas mas. mereka semua begitu menikmati hidangan yang aku buat"


"Kita pindah kamar aja ya yang..nanti aku pijitin di kamar" ucap Alex.


"Gendong..." rengek Aisyah manja. Alex tersenyum gemas melihat sang istri merengek manja. Alex pun menggendong sang istri menuju ke kamar utama. Kamar tamu di tempati oleh ke dua orang tua kandung Aisyah. Kamar tamu sebelah di tempati Dion dan istrinya. Sedangkan Papa Wijaya dan mama Nia memutuskan untuk pulang.


****


Di dalam kamar tamu yang di tempati Dion dan Rahma. Keduanya melakukan kegiatan malam yang begitu menguras tenaga. Dion seperti tiada lelah menerjang sang istri,sedangkan istri sudah muali kelelahan. D****** dan lenguhan terdengar dari keduanya.


3 jam sudah mereka melakukan olah raga malam nya.


Cup cup cup


" makasih yang.."


Dengkuran halus pun terdengar,Rahma sudah tidur karena kelelahan. Dion pun menyusul sang istri ke alam mimpi.

__ADS_1


Keesokan harinya, Rahma malas untuk bangun. Nggak seperti biasanya dia seperti ini.


Kepala pusing ,perut mual. Sudah 2 hari dia seperti ini,namun tidak pernah bilang sama Dion.


"Yang,bangun ini sudah jam 5 lho..."


"Mas Dion aja yang mandi dulu,baru setelah itu Rahma yang mandi" ucap Rahma lanjut memejamkan matanya.


Dion mandi hanya 10 menit mengingat jam 5 lebih.


"Dek,ayo sekarang gantian kamu yang mandi. habis itu kita shalat subuh berjamaah"


Rahma pun membersihkan diri,mengingat kewajibannya belum ia tunaikan.


Rahma membersihkan diri secara kilat,hanya 15 menit.


Jarum jam hampir menunjukkan pukul setengah enam pagi.


Dion menjadi imam shalat.Rahma shalat sambil menahan pusing yang mendera. Dia menahan sampai salam,karena tak kuat akhirnya Rahma pingsan.


Dion kaget melihat Rahma pingsan masih menggunakan mukena nya.


Dion pun lalu mengangkat tubuh Rahma,dia letakkan ke atas ranjang. Dion keluar mencari Aisyah adiknya untuk menanyakan dokter terdekat. Aisyah pun menyarankan untuk memanggil dokter Rina,yang kebetulan rumahnya dua rumah dari rumah Aisyah.


Dion pun lalu memanggil dokter yang di maksud oleh adiknya.


Tok tok tok


Dion mengetuk pintu berwarna coklat. Keluarlah seorang perempuan yang seumuran dengan Dion.


" Assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikum salam... lho bang Dion,bener kan ini bang Dion?


" lho Andri,kok kamu disini? Kata Aisyah,di sini rumah dokter Rina" ucap Dion.


Rina tersenyum.

__ADS_1


"Bang Dion lupa ya,kalau aku Rina Andri"


Dion pun menepuk jidatnya.


"Ya udah yok,kita sambil jalan aja.tapi bentar aku tak ambil stetoskop dulu" Rina pun kembali masuk.


"yuk,jalan.." ajak Rina.


Dion dan Rina pun berjalan berdampingan,sambil ngobrol-ngobrol.


Tidak sampai 5 menit keduanya sampai di kediaman Aisyah.


"Oiya bang,siapa yang sakit?" tanya Dokter Rina setelah sampai di kamar tamu.


"Istri aku Ndri,tadi setelah shalat subuh tiba-tiba pingsan" jawab Dion.


Rina pun kemudian memeriksa. lalu tersenyum.


"Istri ku sakit apa Ndri??" tanya Dion.


"Nggak sakit kok,wajar aja untuk wanita hamil awal semester" jawab Andri teman SMP sampai SMA.


"Tapi,untuk lebih akuratnya kamu ajak periksa ke dokter kandungan saja.."


"baiklah,makasih ya ndri.."


"iya sama-sama.. aku pulang dulu ya,jaga istri kamu agar tidak kecapekan." saran Andri.


"oke siap. oiya,berapa no rekening mu?" tanya Dion ingin membayar biaya visit.


"udah nggak usah.. sebagai ganti nya,aku pengen makan bareng suami& anak aku di kafe kamu." canda Andri atau dokter Rina.


"oke beres kalau begitu.." ucap Dion.


"he he..aku cuma bercanda bang.."


"Ya udah,aku pulang ya bang.. jangan lupa,nanti istri nya di ajak ke dokter kandungan" imbuh Rina. Kemudian dokter Rina pulang meninggalkan rumah Aisyah. karena dia ada praktek pagi.

__ADS_1


***


bersambung.....


__ADS_2