
happy reading...
🌻🌻🌻🌻🌻
."Kau apakan calon mantu mama,Rio?" ucap mama Nia begitu sampai di dekat Rio dan Hana.
" Nggak aku apa-apa in ma.. " ucap Rio yang belum selesai namun sudah dipotong oleh mama Nia.
"Kalau gak kamu apa-apa in terus kenapa Hana terlihat sedih??"
"Tadi tu ada Dini,itu lho ma anak nya pak Indra. dia masih ngejar-ngejar aku. dia tadi meluk aku di depan Hana,makanya Hana Rio ajak kesini aja," ucap Rio
"Benar begitu nak??" tanya mama Nia pada Hana. Hana mengangguk pelan.
"Kamu yang sabar ya sayang.." ucap mama Nia sambil memeluk Hana.
"Ma,Rio ingin menikah satu minggu lagi" ucap Rio serius.
"apa!!" pekik Hana dan mama Nia barengan.
"kamu serius nak?"
"iya ma, Rio serius,"jawab Rio singkat.
Mama tersenyum. "Akhirnya anak-anak mama menikah juga,jadi mama nggak kesepian lagi. apalagi kalau nanti langsung di kasih cucu sama Allah," ucap mama Nia kegirangan.
blush
Hana tersipu malu mendengar penuturan mama Nia.
" kenapa dek?? kamu sakit? kok muka kamu merah gitu??" goda Rio.
Hana menutup mukanya dengan kedua tangan nya. Sang mama hanya tersenyum melihat kedua nya.
Mama Nia pun akhirnya mengajak Rio dan Hana ke tempat acara resepsi berlangsung.
Guratan kebahagiaan terpancar di wajah kedua mempelai.
Acara pun berlangsung sampai pukul 4 sore.
*****
"Mas Alex, mau mandi duluan apa Aisyah dulu?" ucap Aisyah begitu sampai di kamar nya. kamar yang sudah dihias sedemikian rupa.
"bareng aja gimana dek?" goda Alex.
"Dasar mesum"
__ADS_1
"kan mesum sama istri sendiri,gak papa dong.." kata Alex sambil mendekati Aisyah yang memberesi aksesoris menempel di kepalanya.Tangan kekarnya melingkar di perut ramping Aisyah. Aisyah yang tidak pernah di sentuh oleh laki-laki merasa kaget dan kurang nyaman.
"Kenapa dek,nggak nyaman di peluk sama mas?"
"jujur iya mas,ini pertama kalinya Aisyah di peluk laki-laki kecuali alm.ayah" ucap Aisyah lirih namun masih bisa di dengar Alex.
"Alhamdulillah.. jadi mas Alex yang pertama ni?" goda Alex. Aisyah mengangguk malu. Alex mempererat pelukannya,dan menghirup aroma tubuh sang istri.
"mas,lepasin dulu.. Aisyah mau mandi,badan aku lengket banget" Aisyah mulai merajuk karena Alex yang tak mau melepas pelukannya.
"Baiklah,, aku akan melepaskan mu tapi nanti jangan harap kan lepas dari mas." ucap Alex.
Aisyah tidak terlalu memperdulikan ucapan Alex, yang terpenting sekarang bersih-bersih badan dulu. Aisyah hanya ingin mandi lalu sholat ashar karena waktu memang sudah sore. Tidak sampai 30 menit Aisyah selesai dengan acara mandinya. Dirinya keluar dari kamar mandi,dengan gamis motif bunga warna pink namun tidak menutup kepalanya dengan hijab.Melihat Aisyah tanpa hijab Alex terpana.
Mata nya tak berkedip kala memandang Aisyah. "Mas,ayo sholat jamaah dulu!" ajak Aisyah membuyarkan lamunan Alex.
"Iya dek,tunggu sebentar!" Alex pun lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Alex dan Aisyah pun menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim,4 rakaat. Usai salam,Aisyah mencium punggung tangan suaminya dengan takdzim. Alex pun juga mencium kening sang istri dengan penuh kelembutan.
Hatinya membuncah,bahagia dan bersyukur yang kini ia rasakan. Setelah penghianatan yang di lakukan oleh mantan kekasihnya,Alex tidak percaya cinta dan tak mau berumah tangga. Namun,sejak bertemu dengan Aisyah meski dengan kejadian yang tak mengenakkan,hatinya bergetar dan ingin memiliki nya secara sah. dan kini keinginannya di ijabah oleh Allah.
"Mas,kenapa melamun?" tanya Aisyah lembut.
"nggak apa-apa dek,mas bersyukur memilikimu. perempuan solehah insyaallah,lemah lembut,sopan santun," jawab Alex. Aisyah merasa tersanjung mendengar penuturan sang suami.
"Mami ganggu ya sayang?"
"Enggak kok mi,Aisyah sama mas Alex cuma ngobrol-ngobrol kok,"
"Kirain lagi sunah rosul" goda mami Farah.
blush
pipi Aisyah merah merona. Mami tersenyum melihat reaksi Aisyah.
"Kalian segera turun ya,ditunggu sama yang lainnya" pinta mami Farah.
"Iya mi,Aisyah sam mas Alex segera turun" ujar Aisyah. Mami Farah pun lalu meninggalkan kamar Aisyah.
"Mas,kita udah di tunggu sama yang lainnya," ucap Aisyah. Aisyah lalu mengambil kerudung yang lebih lebar karena gamis yang ia pakai agak pres badan.
"Ayo mas,kasihan mereka yang pada nunggu"
"iya ayo sayang.."
Mereka pun turun dengan tangan Alex melingkar di pinggang Aisyah.
__ADS_1
Semua yang melihat Alex,memeluk mesra Aisyah dengan binar bahagia di mata nya,membuat yang ada di ruangan keluarga terutama mama dan papa Alex bahagia. Akhirnya Alex menemukan tambatan hatinya.
Senyum mereka tak luntur.
"Assalamu'alaikum semuanya..." sapa Aisyah.
"Wa'alaikum salam.."jawab yang ada di ruang keluarga secara serempak.
"Oiya,mami manggil kamu sama suami mu untuk memberi kalian kabar gembira" ucap mama Nia. Alex mengerutkan keningnya.
"Begini,Rio ingin menikahi Hana satu minggu lagi" ucap mama Nia.
Alex dan Aisyah terkejut. pasalnya,hanya mereka berdua yang belum tahu berita tersebut. Aisyah pun mendekati Hana lalu memeluknya.
"Kenapa kamu gak ngasih tau aku sih?" ucap Aisyah sambil menggembungkan kedua pipinya. Alex yang melihat istrinya merajuk dengan sahabatnya,hanya tersenyum.
Yang lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Aisyah.
"Beneran kamu mau nikahi Hana,minggu depan?"tanya Alex pada Rio. Rio hanya mengangguk.
"Kenapa nggak sekalian aja tadi " kelakar Alex.
"Iya ya,kenapa gak sekalian ya!" seru Rio .
Semua langsung tepuk jidat.
"Bagaimana kalau besok acara pestanya sekalian aja,resepsi Alex Aisyah, Rio Hana" ucap mama Nia.
"Nggak usah ma" ucap Aisyah dan Hana bareng.
"Kenapa sayang?." tanya mami Farah.
Hana dan Aisyah saling pandang.
"Begini mi,dulu kami pernah ngobrol. Bila kami menikah,tidak akan ada resepsi mewah meskipun pasangan kami orang kaya." Aisyah menjeda ucapannya." kami hanya ingin ijab qobul dan dana untuk resepsi mewah bisa untuk membantu orang yang membutuhkan.misal nya panti asuhan,kaum duafa,madrasah ataupun masjid." imbuh Aisyah.
"Menurut kami lebih baik dana digunakan untuk mereka yang membutuhkan. karena di luar sana masih banyak yang kelaparan dari pada kita" ucap Hana.
"Aisyah dan Hana mohon maaf,tidak bisa mewujudkan permintaan keluarga papi Fadil dan papa Wijaya" ucap Aisyah.
"Tidak apa-apa nak,kami merasa bersyukur anak-anak kami menemukan perempuan yang berhati mulia." ucap mama Nia.
"Benar jeng,aku sungguh beruntung memiliki putri yang lembut hatinya" ucap mami Farah mendekati Hana dan Aisyah. Mama Nia pun juga mendekati calon menantunya. Para ibu memeluk putri mereka dari samping.
"Kita nggak di peluk nih!" seru papa Wijaya dan papi Fadhil. Semua yang hadir pun tertawa mendengar celetukan para suami.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1