Kelembutan Hati Aisyah

Kelembutan Hati Aisyah
episode 9


__ADS_3

Happy reading...


πŸ€πŸ€πŸ€


Di kediaman Aisyah..


Mami,Dion, dan Alex menyambangi rumah Aisyah. Rumah sederhana yang jauh dari kata mewah namun nyaman ditempati. Mami masih menempel pada Aisyah,seakan takut kehilangan lagi.


"Berarti orang tua angkat kamu sudah meninggal nak dan kamu sekarang hanya sendiri?" tanya Mami Farah.


Aisyah mengangguk.


"padahal mami sama papi belum membalas semua budi baiknya yang sudah merawat kamu hingga menjadi perempuan yang lembut hatinya" ucap mami Farah.


"Ikut mami pulang ke rumah ya!" ajak mami Farah. Aisyah terdiam. " Ya sudah,mami aja yang tinggal disini" kata mami.


" Tapi mi,," belum selesai Dion berbicara,sang mami sudah menyela.


" Tak apa Dion,, mami nggak mau jauh-jauh lagi sama putri mami". Dion memaklumi keinginan sang mami. Aisyah yang mempunyai hati yang lembut pun mengalah. "Aisyah aja yang ikut mami," . Sang mami pun tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah.." seru Dion dan Alex.


Mereka pun akhirnya saling ngobrol. Hingga suara gedoran pintu terdengar.


"Aisyah buka pintunya!!!" pinta penggedor pintu yang tak lain rentenir tempat ia meminjam uang. Alex yang lebih dulu membuka pintu.


"Mana Aisyah!!" tanya rentenir dengan wajah garang nya. Aisyah menghampiri rentenir itu.


"Maaf bang,uang Aisyah belum ada" kata Aisyah.


"Katanya janji mau melunasi hari ini,tapi apa!!" bentak rentenir itu.


"Berapa hutang nya plus bunganya!" tanya Dion datar.


"100 juta sudah plus bunganya"


"berapa nomor rekening m,biar aku yang bayar hutang Aisyah". Sang rentenir pun memberikan no rekeningnya.


" sudah aku transfer 100 juta.awas kalau masih macam-macam sama Aisyah" ancam Dion.


Sang rentenir berlalu tanpa kata.


"Ada apa nak??" tanya mami Farah pada Dion.


"Ini mi,ada rentenir yang nagih hutang ke Aisyah" jawab Dion.


"Benar itu sayang?"

__ADS_1


"Benar mi, ayah bunda punya banyak hutang. untuk biaya berobat ayah" jawab Aisyah.


Alex merasa bersalah dalam hati. kejadian di kafe beberapa bulan lalu berputar di kepala Alex.


"Dek,abang kan sudah pernah bilang kalau ada apa-apa temui abang atau bisa satang ke kafe," kata Dion.


"Aisyah nggak berani bang.. meski abang waktu itu sudah anggap aku seperti adik abang,tapi hati ini merasa tidak enak. Aisyah merasa masih mampu dengan usaha Aisy" tutur Aisyah memberi alasan.


"Kalau mami boleh tau,ayah sama bunda kamu sakit apa??" tanya mami Farah.


"Ayah sakit jantung mi.. dan bunda sakit paru-paru",jawab Aisyah sembari menitikkan air mata. Mami Farah memeluk Aisyah,sembari mengusap punggung agar Aisyah tenang.


"Aisyah,bisa antar mami ke makam ayah bunda kamu? tanya mami Farah.


Aisyah meng iya kan ajakan mami Farah.


Mereka berjalan menyusuri jalan kampung kurang lebih hanya 10 menit.


Di depan pusara ke dua ayah bundanya.


"Assalamu'alaikum ayah bunda..Aisy kesini bareng mami kandung Aisyah" ucap Aisyah sambil mengusap nisan ke dua orang tua angkatnya.


"Assalamu'alaikum pak bu.. saya mengucapkan terima kasih telah merawat dan mendidik Aisyah dengan baik.hingga menjadi anak yang solehah" ucap mami Farah dengan tulus.


Setelah beberapa saat dan berdoa untuk orang tua angkat Aisyah. Mami Farah,Dion ,Alex dan Aisyah meninggalkan area makam.


"iya bu,Aisyah baru aja ziarah. dan kenalin ini mami saya,mami Farah,mami kandung saya bu.." jelas Aisyah. Sang tetangga pun menjabat tangan mami Farah.


"Alhamdulillah,, kalau kamu sudah bertemu dengan ibu kandung kamu. jadi kamu nggak sendiri lagi" kata bu Lilis.


Aisyah hanya tersenyum.


"Mari bu Lilis,saya duluan.." ucap Aisyah.


"Mari bu.." ucap Alex,Dion ,Mami Farah barengan.


"iya.."


Mami Farah bersyukur Aisyah tumbuh di kelilingi oleh orang - orang yang sayang pada putrinya. Sepanjang perjalanan pulang dari makam,mami farah terlihat bahagia.


*****


"Assalamu'alaikum..." sapa Dion,Aisyah,dan Mami Farah saat memasuki mansion.


"Wa'alaikumsa...lam..." sahut bi Ani terbata melihat kehadiran Aisyah.


"Nyonya,, maaf ini apa benar non Aisyah?" tanya bi Ani langsung karena penasaran.

__ADS_1


"Iya bi,dia Aisyah putri ku yang hilang 19 tahun lalu" jawab sang nyonya.


"Alhamdulillah..." ucap syukur bi Ani.


Aisyah menyalami bi Ani dengan takdim.


"Sungguh orang dan sikap sama-sama cantik" puji bi Ani.


"Iya bi,aku beruntung memiliki putri yang cantik orangnya dan juga sikapnya" sahut Mami Farah.


Aisyah tersipu malu mendengar penuturan mami dan asisten rumah tangganya.


Seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah dan tampan memasuki ruang tamu. Dia terpaku melihat Aisyah. Sepersekian detik langsung berhambur memeluk dan menciumi wajah Aisyah.


"Alhamdulillah nak,,,akhirnya kita bisa berkumpul lagi" ucap sang papi. Aisyah yang bisa merasakan kalau pria paruh baya ini papi kandungnya pun membalas pelukannya. Aisyah melerai pelukannya,lalau menyalami mencium punggung tangan sang papi. Sang papi membalas mengusap kepala Aisyah yang tertutup hijab pasmina. Dion yang menyaksikan adegan papi dengan adiknya,meneteskan air mata haru. Melihat rona bahagia mami dan papinya juga membuatnya merasa senang.


Mereka pun duduk dengan Aisyah berada di tengah -tengah mami dan papinya. Keduanya seakan tidak mau pisah dengan putri nya lagi. Aisyah di minta untuk menceritakan kisahnya saat masih bersama orang tua angkatnya. Semua orang yang mendengar pun merasa terharu dengan kehidupan Aisyah kecil hingga dewasa. Tak terasa waktu sudah menjelang sore.


Allahu Akbar Allahu Akbar...


Suara adzan mulai terdengar.


"Kita sholat bareng ya sayang" ajak nya pada Aisyah.


"iya pi,, ayo mi,bang kita sholat bareng papi" ajak Aisyah pada mami dan abangnya.


Mami dan Dion pun dengan senang hati menerima ajakan Aisyah.


*****


Di kantor asisten CEO Wijaya Group.


"Alex kemana sih?? Kerjaan belum beres main pergi aja" gerutu Rio.


"Mana aku ada janji sama nek Hana lagi" gumam Rio.


"Sudah,ditinggal aja.kalo mau ketemu sama calon makmum mu!!" pinta Alex yang mendengar gumaman Rio. karena sejak 10 menit yang lalu Alex sudah kembali ke kantornya.


"itu berkas sudah aku cek,kamu cek ulang lagi aja. baru tanda tangani." ucap Rio.


"iya iya!! sudah sana,kamu pergi temui doi keburu pergi nanti dianya!! usir Alex.


Rio pun pergi meninggalkan ruangan menuju lift yang akan mengantarkannya ke lantai bawah. Rio melangkahkan kakinya dengan hati berbunga-bunga membuat karyawan yang yang berpapasan dengannya di buat heran karena tidak biasanya Rio tersenyum seperti itu. Rio memasuki mobil sport nya.


"Dek Hanaaaa i'm coming..." seru Rio dalam mobil.


🌻🌼🌻🌼🌻🌼

__ADS_1


__ADS_2