
happy reading...
ππππ
Tepat pukul 5 sore,Alex sampai di rumah. Aisyah sudah bersiap sedari tadi. Alex pun langsung masuk ke dalam kamar nya. Bergegas dirinya membersihkan diri,karena air untuk mandi sudah di siapkan oleh Aisyah.
Alex keluar masih dengan handuk yang melingkar. "Yang,," panggil Alex.
"Mas Alex pakai baju dulu" ucap Aisyah dengan muka yang dia tutup menggunakan kedua tangannya. Wajahnya merona.
"Kenapa yang,kan udah hampir tiap hari lihat aku seperti ini,bahkan lebih dari ini" goda Alex.
"ihhh mas,cepetan di pakai" Wajah Aisyah semakin merona mendengar ucapan Alex suaminya.
Alex pun memakai pakaian yang sudah di siap kan oleh istrinya.
Setelah shalat maghrib,keduanya berpamitan pada mama Nia dan papa Wijaya. Akan menginap di rumah Aisyah peninggalan ayah dan bunda Aisyah.
"Berapa lama Lex?" tanya mama Nia.
"Dua malam aja ma.." jawab sang putra.
"ya sudah,kalian hati-hati ya" ucap mama Nia.
"baik ma.. Assalamu'alaikum.." seru Aisyah dan Alex.
Alex dan Aisyah mengendarai mobil sendiri. tanpa di sopiri. Mereka pengen waktu mereka nikmati bersama. Waktu hampir 2 jam,kedua nya sampai di rumah Aisyah. Karena sebelum sampai di kampung,kedua nya singgah di sebuah restoran untuk makan malam.
*****
Sepasang suami istri melantunkan ayat suci secara bergantian. Kegiatan yang di usahakan setiap hari mereka lakukan setelah menunaikan shalat. Seorang Alex yang notabene seorang CEO muda penuh jadwal pekerjaan pun sekarang menyempatkan waktu untuk membaca Al quran. Kegiatan yang dulu sebelum menikah tidak pernah dia lakukan.
"Yang,habis ini tolong tidurin milik ku ya.." ucap Alex berat. Semenjak melakukan hubungan suami istri untuk pertama kali,setiap kali melihat sang istri tidak memakai kerudungnya.Alex langsung on. Seakan ada magnet tersendiri di diri sang istri.
"Tapi mas,nanti jangan lama-lama ya!" pinta Aisyah.
"Aku nggak janji yang. Kamu selalu buat candu bagi ku"
Blush
Wajah Aisyah merona. Setelah meletakkan al quran dan sarung nya,Alex langsung menyerang Aisyah dengan lembut. Di pagut nya bibir mungil Aisyah hingga bibir keduanya basah dan bengkak. Tangan Alex tak tinggal diam. Dengan perlahan sambil membuka pakaian Aisyah. Alex memainkan apa yang ada di diri Aisyah dengan lembut. Hingga Aisyah pun terbuai akan sentuhan suaminya. Lenguhan terdengar dari kedua insan yang sedang memadu kasih
__ADS_1
Kedua nya melakukan olah raga ranjang sampai tengah malam.
Cup
"Makasih sayang,mas sangat suka kamu yang seperti tadi..liar" bisik Alex. Aisyah langsung menutup muka nya dengan kedua tangannya. Alex terkekeh melihat sikap istrinya.
"Besok,mas pengin kamu pakai lengeri yang merah ya sayang." pinta Alex.
"Mas,iihhh... " Aisyah tidak meneruskan kata-kata nya karena malu sendiri mendengar permintaan suaminya.
Tak lama Aisyah pun tertidur masih dalam keadaan tubuh polos dalam selimut tebal. Alex kemudian memeluk Aisyah dari belakang. Akibat dari menempelnya kulit Aisyah dengan Alex,membuat Alex kembali menginginkan Aisyah.
Tanpa babibu,Alex memasuki Aisyah dari belakang,tanpa ada gerakan dari keduanya. Alex pun mengusahakan tidur. tanpa melepas miliknya.
Hingga azan sayup-sayup mulai terdengar.
Aisyah merasakan bagian inti tubuhnya ada yang mengganjal. Dia sedikit menggeliat dan membuat si pengganjal bangun. Dengan gerakan pelan pinggul Alex bergerak untuk menuntaskan nya. Alex hanya melakukan satu kali pelepasan dirinya,sedang kan untuk Aisyah hingga 4kali. Hingga tubuh Aisyah terasa lemas.
"Ayo yang,mas gendong ke kamar mandi"
Alex pun akhirnya menggendong istrinya ala bridal style. Aisyah pun mandi junub bergantian dengan sang suami.
******
Rahma terlihat memasuki kafe. Dirinya langsung di sambut oleh Dion.karena sedari tadi Dion sudah menunggu. Di ajaklah Rahma ke gazebo samping bangunan. Di sana sudah di siap kan tempat yang spesial.
Rahma dibuat terpana dan juga terharu. Gasebo dihias sedemikian rupa. Dalam hati Rahma pun bertanya-tanya.
Setelah Rahma duduk,Dion juga duduk tak lama makanan yang Dion pesan datang. Keduanya makan dengan tenang hanya denting sendok dan piring beradu. Hati Dion deg-degan. Semua kata yang dia rangkai sebelum Rahma datang,tiba-tiba hilang. Hingga dirinya menghembuskan nafas perlahan,guna menghilangkan gugup.
"Dek Rahma,,will you merry me?" ucap Dion.
Rahma terpaku,dirinya terdiam bingung mau jawab apa.
"Dek Rahma,will you merry me? menjadi istri dan ibu untuk anak-anak ku. Dan menua bersama ku" ucap Dion.
Agak lama Rahma terdiam.
"Dek,bagaimana?"tanya Dion. Rahma pun akhirnya mengangguk.
"Yes,i will" jawab Rahma singkat. Yang mana membuat hati Dion berbunga-bunga.
__ADS_1
Dengan reflek dia memeluk Rahma.
"Mas,belum muhrim" Rahma mengingatkan.
Dion tersipu malu. tapi tetep bahagia yang terpancar.
"Maaf ya dek Rahma.Aku terlalu senang"
"Tapi mas,bagaimana kalau orang tua mu nggak setuju. secara kamu sudah mapan,sedangkan aku hanya gadis sederhana" ucap Rahma lirih.
"Kamu percaya sama aku,orang tua ku bukan orang yang memandang seseorang dari materi". Mereka pasti senang,apalagi kamu sahabat adik aku" jelas Alex.
"Benar kah begitu mas Dion??" Rahma memastikan.
"Hmm..."
"Baiklah besok aku ajak kamu ketemu papi mami"
"Sekarang aja nak,ngenalin nya" ucap seseorang dari dalam kafe.
"Mami,papi" seru Dion lalu turun untuk menghampiri ke dua orang tua nya. lalu mencium punggung tangan kedua nya.
"Dek,kenalin ini mami sama papi aku" ucap Dion memperkenalkan kedua orang tua nya.
"Assalamu'alaikum.. kenalkan saya Rahma om,tante.." sapa nya sambil mencium punggung tangan mereka.
Mami sama papi pun bergabung dengan Dion dan Rahma. Mereka berempat ngobrol-ngobrol sambil bercanda. hingga suara azan terdengar.
"Mas,disini ada mushola nya? tanya Rahma.
"Ada dek,itu.." jawab Dion sambil menunjuk mushola.
Mereka berempat shalat berjamaah.Dengan Dion sebagai imam nya. Selesai shalat maghrib,Rahma menyempat kan membaca al quran. Yang menjadi rutinitas,bila setelah shalat di usahakan membaca al quran meski beberapa ayat. Hal ini membuat diri papi,mami dan Dion kagum pada Rahma. Mengingatkan mereka pada sosok perempuan yang sudah satu minggu lebih tidak bertemu.Ya dia adalah Aisyah. Sahabat Rahma.
Melihat hal ini,membuat mami Farah dan papi Fadhil memberi restu pada putra nya. Putera nya mendapatkan calon pendamping hidup yang mempunyai sikap sopan,lembut,menghormati orang tua. Mami ingin bila pernikahan ke dua nya di langsungkan satu bulan lagi.
"Mami pengen,kalian melangsungkan pernikahan satu bulan lagi" ucap mami.
"Apa???"
Seru Rahma dan Dion. Ke duanya saling pandang. mereka tak habis pikir dengan yang di fikirkan sang mami.
__ADS_1
π»π»π»
bersambung....