Kelembutan Hati Aisyah

Kelembutan Hati Aisyah
episode 44


__ADS_3

happy reading...


🍁🍁🍁🍁🍁


Alex dan Rio berkutat dengan pekerjaannya memeriksa berkas. Mereka ingin menyelesaikan pekerjaan karena pas jam makan siang para istri akan ke kantor mengantar makanan.


Jarum jam menunjukkan pukul 11.15 pekerjaan Alex dan Rio mulai menipis.


Kedua nya semangat dalam mengerjakan karena sebentar lagi akan bertemu dengan sang istri.


Pukul 11.50 Hana dan Aisyah sudah sampai di lobi kantor Kusuma Corp.


Mereka berdua memasuki lift khusus yang akan mengantarkan keduanya menuju ruangan suami masing-masing.


"Mbak Dinda,mas Alex di dalam?"tanya Aisyah.


Dinda kaget karena tidak mendengar suara langkah kaki mendekat.


"Eh,bu Aisyah.."


"Mbak,kalau hanya kita berdua panggil nama aja" pinta Ais


"Tapi,nanti di dengar karyawan lain gimana"


"Tapi jangan panggil bu"


"Ya sudah panggil dek aja ya,gimana?"


"Boleh lah mbak.."


"Ya sudah,dek Ais mau ketemu pak bos kan? langsung masuk aja" ucap Dinda.


Aisyah mengangguk.


"Oiya,ini buat mbak Dinda" kata Aisyah sambil menyerahkan nasi box untuk sekretaris suami.


"Makasih ya dek" Dinda menerima nasi box.


"Sama-sama mbak"


Aisyah pun langsung mengetuk pintu. Setelah mendapat instruksi masuk,Aisyah pun lalu memasuki ruangan sang suami.


"Assalamu'alaikum mas.." sapa Aisyah.


Alex mendongakkan kepala setelah mengenali suara siapa gerangan yang datang.


"Wa'alaikum salam yang.." jawab Alex beranjak mendekati sang istri.


Aisyah langsung menyalami,mencium punggung tangan Alex dengan takdzim.


"Mas,sudah selesai kerjaannya?" tanya Aisyah.


"Tinggal tanda tangan kok yang.."


"Ya audah,di selesaikan dulu periksa berkas nya. setelah itu baru makan." saran Aisyah.


Alex pun kembali ke meja kerja nya.guna menyelesaikan dalam mengecek berkas.


Aisyah mengamati saat sang suami,serius dalam bekerja. Dirinya kagum akan ketampanan dan kewibawaan sang suami.


10 menit,Alex sudah menyelesaikan pekerjaannya. Namun Aisyah masih memandang Alex.

__ADS_1


"Mas tau kalau suami Aisyah ini memang tampan" ucap Alex sesampai di samping Aisyah.


"mas ihh...ngagetin aja" seru Aisyah dengan wajah merona. Alex terkekeh.


"Anak papa,hari ini nggak bikin mama kesakitan kan?" ucap Alex sambil mengusap perut buncit sang istri. Sang janin pun merespon dengan gerakan menendang pelan. Hal tersebut membuat sang calon ayah berbinar.


Alex kembali mengusap lembut perut sang istri.


"Habis ini makan ya..pasti dedek lapar kan?"


Janinnya menendang lagi.


Aisyah lalu Menyiapkan makan siang untuk sang suami dan untuk dirinya. mereka berdua makan dengan tanpa bersuara. hanya suara denting piring dan sendok yang beradu.


*****


Di ruang kerja Rio.


Hana telaten menyuapi sang big baby.


Entah mengapa sekarang Rio yang manja terhadap istrinya. Usai makan pun Rio langsung tiduran di paha sang istri. Rio lalu mencium perut buncit sang istri.


"Sehat-sehat terus ya nak,tiga bulan lagi kita bertemu" ucap Rio.


Hana hanya mengelus kepala Rio.


"Kak,kakak kan habis makan,gak bagus lho langsung tiduran seperti ini?" ucap Hana mengingatkan.


Rio kemudian bangun dari tidurannya.


"Yang,kalau aku beli rumah tapi yang sederhana bagaimana?" tanya Rio dengan mode serius.


"Ya nggak apa-apa sederhana. yang penting nyaman" jawab Hana.


"Lho,kakak udah cari rumah nya? terus letak nya di daerah mana kak?kok Hana nggak di ajak cari nya?" cecar Hana.


"Sebenarnya,kakak nanti mau ajak kamu buat lihat rumah yang kakak maksud" kata Rio.


"Beneran kak?" Hana memastikan. Rio mengangguk sebagai jawabannya.


Siang setelah semua pekerjaan Rio selesai,Rio mengajak Hana untuk melihat rumah yang di bicarakan Rio si kantor.


Rio mengendarai mobil kantor. Mobil yang mereka tumpangi membelah jalan yang lumayan padat. Setelah hampir satu jam,mobil yang mereka tumpangi sampai di depan sebuah rumah yang mempunyai halaman lumayan luas.


" Kak,ini rumah nya?" tanya Hana.


"Iya dek..ayo turun!" ajak Rio.


Rio turun lebih dulu,lalu memutari mobil guna membukakan pintu untuk sang istri.


"Makasih papa sayang.." ucap Hana sambil menerima uluran tangan suami.


Rio tertegun mendengar panggilan dari Hana.


"Apa yang,kamu panggil aku apa??"


"papa" jawab Hana singkat.


"nggak hanya papa,tadi apa tadi papa apa?"


Hana merona.karena baru kali ini dia memanggil suami nya sayang.

__ADS_1


"Papa sayang.." ucap Hana lirih.


Rio langsung memeluk Hana mengecup bibir nya sekilas,lalu mencium perut Hana.


cup cup cup


"Sehat sehat ya nak.." ucap Rio bahagia.


Hati Rio membuncah,betapa bahagianya dirinya saat ini. Mempunyai istri cantik,sholehah,dan pernikahannya akan segera sempurna dengan kehamilan istrinya. Anak yang di kandung sang istri sebentar lagi akan lahir ke dunia.


"I love you my wife.."


"Love you to my husband" ucap Hana.tangan kekar suami masih melingkar di pinggang Hana.


"Ayo masuk yang.." ajak Rio setelah mengurai pelukannya. Hana mengangguk.


"Kak,ini beneran rumah untuk kita tempati?? bagus banget" ucap Hana.dirinya merasa kagum akan keindahan rumah.tata letak nya juga pas.


"Maaf ya dek,kakak hanya bisa beli kan rumah seperti ini" ucap Rio lirih.


"Kakak ini ngomong apa sih. Hana bersyukur,kakak bisa membeli rumah seperti ini untuk keluarga kecil kita."


"Tapi ini tidak seperti mansion papa Wijaya," ucap Rio lirih.


"Kak,bagi Hana rumah nggak harus besar dan mewah.yang penting nyaman di tempati"


Rio merasa terharu.


"Makasih yang.."


"oya kak sama-sama. Hana tidak akan menuntut harta banyak dan barang mewah. tapi Hana menuntut kakak menjadi suami setia dan sayang keluarga." ucap Hana. Mendengar penuturan Hana,Rio langsung memeluk Hana.


"Kakak tidak akan berjanji,namun akan berusaha selalu setia kepadamu yang" tutur Rio.


Rio mengajak sang istri melihat kamar utama.


Hana di buat takjub.


"Gimana kamu suka kan dengan rumah ini?"


Hana mengangguk berbinar.


Rio lalu mengirim pesan pada pengusaha properti agar menuju ke rumah yang saat ini dia lihat.


Tak berapa lama,pengusaha dan pihak PPAT datang. Semua berkas sudah beres.tinggal membubuhi tanda tangan.


Rio meminta istrinya untuk tanda tangan.


"Lho,kak kok aku yang tanda tangan" tanya Hana heran. kenapa dirinya yang tanda tangan.


"Nggak apa-apa yang,sekarang kamu tanda tangan ya.."


"Tapi..."


"Udah,sekarang tanda tangan ya.."


Akhirnya Hana menandatangani berkas untuk mengurus sertifikat rumah dah tanah.


**


Hari sudah sore,Hana dan Rio kembali ke mansion Kusuma.

__ADS_1


Mereka berdua singgah di masjid sekitar komplek perumahan yang baru terlebih dahulu.


Usai shalat,baru melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Wijaya Kusuma.


__ADS_2