Kelembutan Hati Aisyah

Kelembutan Hati Aisyah
episode 45


__ADS_3

happy reading...


🌷🌷🌷🌷


Di ruang keluarga Wijaya.


Semua berkumpul menjadi satu. Papa Wijaya,Mama Nia,Rio,Hana,Alex dan Aisyah.


Rio sudah memutuskan akan menempati rumah yang baru dalam waktu dekat.


"Ma,pa Rio mau bilang sama kalian semua yang ada di sini" ucap Rio serius. Rio lalu memandang Hana minta persetujuan. Hana tersenyum lalu mengangguk.


"Begini ma,pa,Lex,mbak Ais. Aku dan Hana berencana untuk tinggal di rumah kami sendiri" ucap Rio.


Mama dan Papa kaget.


"Memang kamu sudah beli rumah nya Rio?" pertanyaan itu di lontarkan oleh Alex. Rio mengangguk.


"Rumah nya dimana Ri?" tanya papa Wijaya.


"Di belakang perumahan Kusuma pa." jawab Rio.


"Rumah kalian sudah ada furnitur dan sebagainya?" tanya mama Nia.


"Belum lengkap ma" jawab Rio.


"Ya sudah biar mama yang melengkapi perabotan rumah tangga kalian" ucap mama Nia.


"Tapi ma.." ucap Rio dan Hana serentak.


"Udah nggak papa,biar mama aja..uang kamu simpan aja buat nyenengin istri kamu nanti" ucap mama Nia.


Rio pun langsung memeluk mama Nia.


"Terima kasih ma.."


"Sama-sama nak.."


*****


Satu bulan setelah acara lamaran. kini di kediaman Rahma,dilangsungkan acara akad nikah yang di hadiri oleh sahabat Dion yaitu Alex,Rio,Sandy,Fandi dan juga sahabat dari Rahma yaitu Hana,Aisyah. Dea pun juga datang di acara akad nikah Dion dan Rahma.karena menemani Sandy. Semua orang yang hadir kaget dengan kehadiran Dea,hanya Rio dan Hana saja yang tidak.


"Hana,makasih ya.." ucap Dea mendekati Hana.


"Iya sama-sama. kita sebagai umat muslim harus saling mengingatkan" ucap Hana.

__ADS_1


Akhirnya Hana,Dea dan Aisyah ngobrol-ngobrol seperti sudah kenal lama. Hal ini yang membuat Dea nyaman.


Acara yang di tunggu akan segera di mulai.


Mempelai pria sudah siap di depan penghulu yaang baru saja datang. Sedangkan mempelai wanita masih di dalam kamar nya. Dan baru saja selesai di rias. Pihak MUA tidak begitu kesulitan merias,karena memang Rahma ingin riasan yang natural dan tidak menor. Hana,Aisyah,dan Dea memasuki kamar Rahma yang tak jauh dari tempat dilaksanakan nya ijab qobul.


"Aisyah,aku gugup ni.."


"Tarik nafas dulu,lalu keluarkan perlahan." saran dari Aisyah agar sahabat yang sebentar lagi menjadi kakak ipar nya menjadi rileks.


Rahma baru menyadari bila ada seseorang selain sahabat nya.


"Ais,dia siapa?" tanya Rahma yang belum mengenal Dea.


"Dia teman dekat bang Sandy sahabat mas Alex,kak Rio,dan abang" jawab Aisyah.


"kenalin mbak, aku Dea. temannya Sandy"


"Aku Rahma.. salam kenal"


Usai berkenalan,terdengar suara akan dilangsungkan nya acara ijab qobul. Yang menikahkan adalah ayah Rahma sendiri.yaitu ayah Sigit.


Dion melafalkan qobul dengan satu tarikan nafas. Dirinya masih gugup. hingga sahutan kata sah memberikan kesejukan di hati nya.


Sang pengantin wanita pun keluar kamar dengan di iringi oleh sahabat-sahabatnya.


Dia berjalan menuju ke samping pria yang baru saja menjadi suami nya.


Sesampai di samping sang suami,Rahma langsung mencium punggung tangan Dion sang suami. Kedua nya lalu mendatangani berkas dan juga buku nikah. Raut kebahagiaan terpancar di wajah ke duanya. Perjalanan rumah tangga akan segera mereka lalui bersama.


Ucapan selamat berbahagia pun Dion dan Rahma dapatkan dari sahabat dan sanak saudara yang datang.


"Selamat ya Rahma,bang Dion semoga menjadi keluarga sakinah mawadah wa rohmah."ucap Aisyah seraya memeluk abang nya.


Di belai kepala Aisyah yang tertutup pasmina dengan lembut. Aisyah meneteskan air mata bahagianya.


"Abang,nanti Ais dah nggak bisa manja-manja lagi sama bang Dion" ucap Aisyah.


Semua yang mendengar ucapan Aisyah terkekeh.


"Ais,masih bisa kok manja sama abang,bagi abang Aisyah tetep adik kecil abang yang selalu ingin di manja" ucap Dion.


"Adik kecil yang sebentar lagi akan punya anak kecil" goda Dion.


"Ihhh..abang...." seru Aisyah.

__ADS_1


Usai mengucapkan selamat,semua sahabat Dion menikmati hidangan yang di sediakan. Sang pengantin baru pun ikut bergabung dengan sahabatnya.


"Bang,ini ada hadiah dari kami" ucap Alex sambil menyodorkan amplop putih.


Panggilan abang dari Alex membuat sahabatnya geli mendengarnya,terutama Dion.


"Kamu manggil aku kek biasa nya aja. geli tau aku denger kamu manggil abang" kata Dion.


"Ya kan memang kamu abang istri ku,gimana sih. Jadi gimana ni,mau nggak hadiah dari kami" ucap Alex.


"Baiklah,aku terima. Thanks ya.." ucap Dion.


Lalu mereka ngobrol-ngobrol hingga waktu menunjukkan pukul 13.45.


"Mas,kita shalat dulu ya.. Ais belum shalat." ajak Aisyah. Aisyah lalu mengajak Hana,Alex mengajak Rio,Fandi,dan Sandy.


Mereka ber enam shalat berjamaah di rumah Rahma.Sedangkan Dea di ajak belum mau.dengan alasan lupa bacaan shalat.namun itu dia ucapkan hanya dengan Hana saja.


******


Alex dan Rio meninjau rumah yang akan di tempati Rio beserta istri. Mereka di temani oleh istri masing-masing.


"Ini rumah nya kak?" tanya Aisyah pada Rio.


Rio mengangguk.


Aisyah antusias menjelajahi ruang demi ruang di rumah baru Rio.


Hal itu membuat Alex geleng kepala.


"Yang,,kamu pengen ya rumah kayak gini?" tanya Alex.


"Iya mas..tapi..."


"Tapi apa yang.."


"Kan di rumah ayah bunda juga hampir seperti ini. buat apa beli lagi" ucap Aisyah.


"Kalau Ais pengen di deket Hana,nanti kita cari sekalian di sini"


"Beneran mas?"tanya Aisyah. Alex mengangguk.


Akhirnya Alex dan Aisyah mencari rumah di sekitar milik Rio. Dengan memanggil pengusaha properti nya langsung.


Dengan senang hati,sang pengusaha datang langsung. mengingat yang akan membeli adalah CEO perusahaan ternama.

__ADS_1


__ADS_2