
happy reading...
ππππ
Di sebuah kamar mewah,seorang wanita hamil tidur dengan tidur menyamping. Tanpa mengganti pakaian terlebih dahulu. Ibu hamil itu terlihat lelah beberapa jam mengitari mall.
Langkah kaki perlahan memasuki kamar. Sang bumil pun masih saja terlelap. Sang suami yang melihat istrinya tidur terlelap ikut berbaring di samping nya. Kedua nya tidur sampai jam menunjukkan pukul 16.45.
"Mas,bangun..." ucap Aisyah menepuk lengan kekar sang suami yang melingkar di pinggang.
"eng...bentar yang. lima menit lagi" tawar Alex.
"Mas,ini udah sore aku belum shalat ashar" kata Aisyah. Alex pun langsung mengangkat lengan nya. mempersilahkan sang istri untuk mandi terlebih dahulu. lalu gantian Alex. mereka berdua kemudian shalat ashar jamaah.
Usai shalat ashar,Aisyah hendak keluar menuju dapur.untuk membantu art yang sedang memasak untuk makan malam.namun di larang oleh Alex.
"Udah yang,untuk hari ini biar bibi aja yang masak. kamu istirahat aja."
"Tapi mas,aku kan pengen masakin buat kamu"
"Masih ada hari esok yang.. lebih baik sekarang kamu siapin aja yang buat nanti malam. mau pakai gaun yang mana" saran Alex.
"Baik lah mas.."
Aisyah pun menuju ke walk in closed. Udah hampir setengah jam belum juga menemukan gaun yang pas.
"Yang..pakai gaun yang mas beliin kemarin itu aja" ucap Alex.
"Nanti aku terlihat gendut mas.." kata Aisyah sambil menggembungkan pipinya. Malah terlihat menggemaskan di mata Alex.
"Nggak gendut yang,,malah sekarang terlihat makin sexy,apa lagi yang ini juga ikut membesar" ucap Alex sambil menyentuh dada Aisyah. Mendengar ucapan Alex,wajah Aisyah merona.
"Yang,kamu yang seperti ini makin aku ingin mengurung mu di kamar" ucap Alex sambil memeluk Aisyah dari belakang.
"Ihh mas mah..." seru Aisyah.
Alex hanya terkekeh. Dirinya merasa bahagia melihat istrinya seperti itu.
****
Aisyah turun tangga bersama sang suami berdampingan. Alex memeluk pinggang Aisyah erat. Aisyah mengenakan gaun yang di belikan oleh suaminya.
Orang-orang yang ada di ruangan terpana akan kecantikan Aisyah.
"Nak,kamu cantik banget" puji mami Farah.
"Makasih mi..." ucap Aisyah.
"Aisyah kita makan dulu ya.."
__ADS_1
"Tapi mi,kita kan ini udah waktunya berangkat." Aisyah merasa sedikit keberatan.
"Nggak papa dek,yang penting keponakan abang nggak kelaparan" ucap Dion.
"Ya sudah akan Aisyah makan.tapi kalian semua juga makan" ucap Aisyah.
Mereka pun lalu duduk langsung mengambil makanan meski hanya sedikit.
Sedangkan Aisyah,mengambil makanan lumayan banyak.mungkin karena hormon kehamilan,sehingga makan nya pun banyak.
Lima belas menit berlalu.
Aisyah dan yang lainnya sudah menyelesaikan makan malam nya.
"cucu oma udah nggak lapar kan?" ucap Mami Farah sambil mengusap perut buncit sang bumil.
"Nggak oma..." Aisyah menirukan suara anak kecil.
Keluarga papi Fadhil pun berangkat menuju ke rumah Rahma.
Keluarga Rahma terutama ayah tidak percaya bahwa putri nya akan di peristri oleh Dion.
Kedua orang tua Rahma belum tahu bahwa Dion adalah abang kandung Aisyah.
Perjalanan memakan waktu sekitar 1jam 15 menit.
Tiga mobil mewah yang mengantarkan rombongan telah memasuki halaman rumah Rahma.
Orang tua Rahma kaget,Aisyah ikut dalam rombongan papi Fadhil.
"Assalamu'alaikum yah,bun..." Aisyah mencium punggung tangan ayah dan ibu nya Rahma.
"Wa'alaikum salam Ais." jawab ayah dan bunda Rahma.
"Nanti Ais ngobrol sama ayah sama bunda,sekarang kita masuk yuk" ajak Aisyah.
Kedua orang tua Rahma pun masuk,masih dengan menyisakan tanda tanya di hati nya.
Rombongan papi Fadhil sudah duduk di tempat yang di sediakan,Aisyah menyusul duduk di dekat sang suami.
Sedangkan seserahan sudah di bawa masuk duluan oleh saudara dekat Rahma. semua nya di tata di meja yang sudah di sediakan. Semua takjub akan hantaran yang di bawa oleh keluarga papi Fadhil. Acara lamaran pun di buka oleh bapak rt.beliau memberikan sepatah dua patah kata.lalu giliran papi Fadhil.
"Assalamu'alaikum wr.wb....
perkenalkan saya Fadhil ayah dari Dion.Maksud kedatangan kami kesini pertama untuk silaturahmi,yang kedua saya selaku papi dari Dion melamar nak Rahma untuk putra saya Dion," ucap papi Fadhil mengutarakan tujuannya.
"Bagaimana nak,apakah kamu setuju menerima lamaran dari nak Dion?" tanya
"Saya menerima" jawan Rahma gugup.
__ADS_1
Aisyah lalu duduk di samping Rahma. Lalu memeluk sahabat nya itu.
"Selamat ya.. aku senang akhirnya kamu menyusul aku dan Hana.bahkan jadi kakak ipar aku" ucap Aisyah bercanda.
Lontaran Aisyah membuat orang tua Rahma terkejut. Tapi mereka urungkan untuk bertanya.
"Mari silahkan di nikmati makan malam nya. maaf hanya ala kadarnya" ucap ibu Rahma setelah acara inti lamaran selesai.
Keluarga papi Fadhil dan tetua kampung pun mengambil makanan yang telah di sediakan.
Mereka makan dengan lesehan. Menambah keakraban diantara kedua keluarga.
Aisyah menempel pada sang suami.karena dirinya ingin makan bila di suapi sang suami.
Kelakuan Aisyah membuat yang hadir geleng kepala. Namun mereka juga wajar,karena Aisyah sedang hamil. Sedangkan bumil satunya yaitu Hana,kini bermanja ria dengan sang suami di rumah papa Wijaya.
Karena memang hanya keluarga papi Fadhil saja yang terlibat di acara lamaran tersebut.
******
Papi Fadhil,mami Farah dan Dion pulang terlebih dahulu. Bumil nya masih pengen main di tempat ayah Sigit. karena sudah lama nggak main.
"Ayah,bunda kenalin.ini mas Alex suami Ais" Aisyah memperkenalkan.
"Alex pak,bu.." ucap Alex. Ayah dan ibu Rahma mengangguk.
"maaf sebelumnya, nak Alex ini CEO Kusuma Corp,benar begitu?" tanya ayah Sigit.
"Saya seperti pernah melihat anda di televisi"
imbuh pak Sigit.
Alex malah tersenyum bukan nya menjawab.
"Jadi benar anda adalah CEO tempat Rahma bekerja?" tanya pak Sigit lagi.
"benar pak,saya atasan Rahma. tapi kalau di rumah sudah berbeda. dia seperti teman saya,karena Rahma adalah sahabat istri saya" jawab Alex.
"Bapak nggak perlu sungkan sama saya. saya adalah teman baik calon menantu bapak dan juga suami dari sahabat putri bapak. jadi kalau sama saya,jangan formal atau berlebihan ya pak.." imbuh Alex panjang lebar. Ayah Sigit mengangguk.
"Panggil saya ayah dan bunda,seperti Aisyah memanggil ku dan istri ku" pinta Ayah Sigit.
Alex lalu memeluk sekilas ayah Sigit.
Mereka pun akhirnya ngobrol panjang lebar. hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 21.45. Alex dan Aisyah pun akhirnya pamit pulang.
"Ais,sering-seringlah main ke tempat ayah" ucap pak Sigit.
"Insya Allah yah... kami pamit pulang bun,yah" ucap Aisyah seraya mencium punggung tangan bergantian.
__ADS_1
******
bersambung