Kelembutan Hati Aisyah

Kelembutan Hati Aisyah
episode 48


__ADS_3

happy reading...


🍁🍁🍁🍁


Dion dan Rahma kini berada di ruang praktek dokter kandungan.


Rahma berbaring di atas bed. Dokter kandungan sedang memberikan gel di perut Rahma. Sang dokter menggerakkan alat yang di pegang.


"Lihat lah,bulatan kecil ini" ucap dokter Airin,dokter yang memeriksa kehamilan Aisyah dan Hana juga.


"Itu apa dok?" tanya Dion polos.


"Ini adalah calon janin,yang baru berusia sekitar 4 minggu. selamat ya,anda akan menjadi ayah" ucap Dokter Airin.


"Alhamdulillah..."seru Dion langsung mencium seluruh wajah sang istri.


"Mas...malu ah.." cicit Rahma. Dokter Airin tersenyum melihat reaksi calon ayah mendengar kabar bahwa istri nya hamil.


Dokter pun meminta perawat untuk membersihkan sisa gel.


Rahma turun dari bed,di bantu oleh Dion.


"Maaf ya dok," ucap Rahma.


"Nggak apa-apa,itu adalah ekspresi para suami ketika dirinya akan menjadi ayah."


Dokter Airin pun lalu menjelaskan sepintas apa yang harus di lakukan oleh wanita hamil muda.


Dion pun antusias mendengarkan dengan seksama penuturan sang dokter,begitu juga Rahma.


"Dok,tapi masih boleh kan berhubungan s***?" tanya Dion.


Rahma yang mendengar,menjadi malu. Sang dokter tersenyum.


"Tetap boleh,asal jangan kasar-kasar. harus pelan dan lembut" jelas Dokter Airin.


" baik dok terima kasih" ucap Dion.


Dokter pun lalu meresepkan vitamin yang harus ditebus di apotek. Rahma dan Dion pun meninggalkan ruang praktek. Dion pun lalu menebus di apotek yang ada di rumah sakit tersebut. keduanya lalu meninggalkan rumah sakit. senyum bahagia pun terlihat di wajah Dion dan Rahma.


Dion mengendarai mobilnya menuju ke kediaman Fadil.


"Mami,, aku punya kabar bahagia" ucap Dion bersemangat.


"Apa sayang..?"


"Rahma hamil mi... Dion akan menjadi ayah"


ucap Dion seraya memeluk sang mami.


"Alhamdulillah... rumah ini akan rame nantinya" ucap mami Farah.


Mami Farah pun lalu memeluk sang menantu.


"Selamat ya sayang.. jangan capek-capek"


"Makasih mi.."


Dion pun mengajak sang istri untuk istirahat di kamar nya. Rahma sendiri sudah resign karena memang ingin mengurus suami dan membantu Dion mengelola kafe.

__ADS_1


"Yang,kamu istirahat aja dulu" pinta Dion.


"Iya mas,, aku juga hari agak capek"


Rahma pun membaringkan tubuhnya di ranjang. sebelumnya,dia mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Sedangkan Dion,dia keluar kamar untuk mengecek laporan keuangan di kafe nya.


Dion begitu serius dalam mengecek kerjaan nya. Hingga tak sadar,hingga tak sadar bahwa istrinya sudah di samping nya.


"Mas..."


"Eh,kamu dah bangun yang..?"


"Iya mas.. Mas aja,yang terlalu serius kalau kerja." ucap Rahma.


"Yang,kamu pengen makan apa?"


"Belum mas,nanti aja. aku pengen makan rujak tapi ba'da dhuhur aja"


"Ya sudah,nanti kita cari ya.."


"Iya mas.."


Siang setelah makan siang dan shalat dhuhur,Rahma dan Dion pergi mencari rujak yang di inginkan Rahma. Dengan mengendarai mobil,mereka membelah jalan. Bersatu dengan ribuan kendaraan yang merayap di jalan raya.


Mereka menyusuri jalan,mencari rujak. Hingga 30 menit berlalu,akhirnya Dion dan Rahma melihat tukang rujak.


"Mang,rujak nya 2 ya.. nggak usah pedes ya.." ucap Rahma.


"Baik neng,silahkan di tunggu" kata mamang ?penjual rujak.


15 menit menunggu,akhirnya pesanan pun jadi.


Rahma langsung menyantap rujak dengan lahap. Dion sang suami pun di buat heran.


Ting ting


Bunyi ponsel Dion.


"Wa'alaikum salam dek.. ada apa?"


"abang lagi beli rujak kan,Aisyah tolong beliin ya.."


"Oke siap,nanti abang beliin.."


"makasih abang sayang.."


"Iya sama dek.."


Klik..


Panggilan pun terputus.


"Siapa mas??" Aisyah ya?"


"Hmm,dia minta di beliin rujak." kata Dion.


"Ya sudah aku pesenin dulu mas.." ucap Rahma lalu mendekati mang penjual rujak.


"Mang,nanti di buatin rujak 3 porsi ya.. nggak usah pedas"

__ADS_1


"Baik neng.."


Mamang penjual rujak pun membuatkan rujak pesanan Rahma.


"Lho yang,kok banyak amat 3porsi." Dion heran.


"Iya mas,buat aku 1porsi,Aisyah 1porsi,dan Hana 1 porsi" jawab Rahma


"Kok Hana juga,emang tau kalau Hana ada di rumah??"


"Mas Dion kayak nggak tau aja,adik mastu nggak bisa pisah sama Hana.paling pisah nya kalau suaminya udah pulang kantor" tutur Rahma.


"Begitu ya.."


"Iya mas.."


"Ini neng,pesanannya.."


"Ya mang,makasih.." ucap Rahma.


"ini mang uang nya..kembaliannya buat mamang aja"


"Makasih tuan.."


Rahma dan Dion pun meninggalkan tempat penjual rujak menuju ke mobil.


Rahma menenteng kantong rujak di tangan kanan nya.


*****


"Rahma,rujak pesanan ku mana??" seru Aisyah.


Dion pun baru tau kalau adik nya ternyata bisa teriak. biasanya kalem aja.


"Ternyata adik nya abang ini bisa teriak ya"


"He he he,biasa bang kalau sama sohib sendiri ya seperti ini.." ucap Aisyah.


"Mas Dion nggak usah kaget,kalau kita bertiga kumpul bisa berisik seperti pasar," ucap Rahma.


"Ya sudah,kalian makan gih rujak nya.."


"Ya bang..." ucap Hana dan Aisyah serentak.


"Abang makasih ya..dah beliin Aisyah rujak"


"Iya,,apa pun untuk adik abang ini akan abang usaha kan untuk memenuhi keinginan mu dan juga istri abang ini" ucap Dion seraya menyentil hidung Rahma.


Ketiga sohib yang di satukan lagi dalam hubungan yang lebih dekat yaitu keluarga.


Ketiga nya makan dengan lahap,bahkan sampai di rekam namun ketiga sahabat itu tidak sadar.


Hasil rekaman pun di kirim ke suami masing masing.


Ting ting ting..


Lahap bener yang..makan rujaknya. (Alex)


Aisyah lalu menoleh kepada Dion. Dion pun tersenyum.

__ADS_1


"Abang...!!" seru Aisyah.


Dion pun terkekeh.


__ADS_2