
happy reading...
🌻🌻🌻🌻
Alex berada di dalam kamar mewah nya. Kamar yang terlihat maskulin sesuai dengan dekorasi yang menunjukkan sisi empunya.
Dia tak dapat memejamkan kedua matanya. Dirinya terngiang wajah ayu Aisyah. Wajah teduhnya seakan magnet yang menjadikannya pribadi yang lebih baik.
Aisyah pun belum memberi jawaban atas khitbah yang dia utarakan kepada nya di hadapan mami dan papi Aisyah.
Bahkan saat Alex bertanya kepada Dion,yang ditanya pun hanya menghendikkan bahunya.
Alex merasa belum siap jika jawaban yang di berikan oleh Aisyah adalah tidak / menolaknya.
Dalam setiap sujud nya,Alex berharap Aisyah menerima nya.
…………
Di sisi lain,di kamar yang bernuansa pink,Aisyah juga belum bisa memejamkan matanya. Dia masih memikirkan jawaban khitbahnya. Aisyah tak mau terburu-buru dalam memberi jawaban. Karena ini masalah pernikahan yang akan ia lalui sekali seumur hidupnya. Hanya maut yang memisahkan.
"Abang udah tidur belum ya??" tanya Aisyah dalam hati .
Aisyah mengetik pesan di hp nya.
abang tidur belum? aisy,pengen curhat.. (sent)
Tak berselang lama ada balasan masuk dari Dion.
abang belum tidur dek,, abang kesitu aja.,(Dion)
Tak berapa lama,Dion sampai di depan kamar Aisyah.
tok tok tok
Aisyah yang mendengar pun mendekati pintu lalu membukanya.
"Masuk bang.." pinta Aisyah.
Dion mengangguk.
"Ada apa dek,kok jam segini belum tidur? ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya sang kakak.
__ADS_1
"iya kak,Aisyah masih bingung.mau nerima atau tidak" ucap Aisyah
"Soal,lamaran Alex untuk mu??" tanya abang.Aisyah mengangguk.
"Adik abang ni sudah shalat istikharah kan?"
Aisyah mengangguk lagi.
"Apa jawabannya,kalau abang boleh tau??"
"dalam sujud ku,terlintas wajah Alex tidak yang lain. tapi..." Aisyah tidak meneruskan ucapannya. Dion mengernyitkan keningnya.
"Tapi kenapa....?" tanya abang masih penasaran.
"Mas Alex kayak nya orang nya serem,Aisyah takut kalau nanti mukul aku,pas dia marah" kata Aisyah dengan sendu. Dion yang mendengar hanya tersenyum dan menggeleng -gelengkan kepala pelan.
"Alex tu sebenarnya orangnya asyik kalau sama orang-orang terdekat. Di luar dia kelihatan arogan,galak,tegas karena memang tuntutan pekerjaan nya" ucap Dion menjelaskan.
"Gitu ya bang.." . Dion mengangguk.
"Sebelum kamu menerima lamaran Alex,alangkah baik nya mantapkan hati terlebih dahulu", saran Dion.
"Ya sudah,abang kembali ke kamar ya.Mantapkan lebih dahulu hati adik" kata sang abang. Aisyah hanya mengangguk.
Setelah beberapa menit di kamar Aisyah,Dion keluar. Dion memeluk erat tubuh Aisyah sebelum meninggalkan kamar.Dia juga ingin mengistirahatkan tubuh nya yang seharian diajak bekerja.
Di kamar Dion sendiri,dirinya langsung menghempaskan tubuhnya. Dia menghela nafas dalam-dalam. Sebenarnya Dion masih belum rela kalau adik yang baru diketahui keberadaannya,memilih menikah. Namun,dia sadar bahwa adiknya juga berhak bahagia. Dion bertekad akan selalu berada di belakang Aisyah. Meski adiknya sudah menikah,bahkan dengan sahabatnya sendiri.
*****
Di lain tempat,tepat nya ada di kamar Rio. Dia senyum-senyum sendiri. Membayangkan kalau sudah menikah dengan Hana. Seorang wanita yang telah mencuri hati nya. Dengan segala kelebihan dan bahkan nyaris tiada kekurangan menurut Rio. Perempuan dengan tutur kata lembut,sopan santun. Sesuai apa yang dia damba. "Apakah dek Hana mau menerimaku ,pria dengan segala dosa seperti ku??"tanya nya dalam hati.
flashback..
Di sebuah club.Rio melepas penat setelah bekerja dengan minum-minum di kelilingi wanita penghibur. Mereka mencoba menggoda Rio dengan mengusap dada sang asisten secara sensual. Wanita itu berharap dapat tidur dengan Rio.asisten Rio yang mengetahui maksud dari para wanita,pun meninggalkan club malam. Dia masih berfikir,menginginkan perempuan sholehah yang kan menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya.
Dengan agak sempoyongan,Rio meninggalkan club malam mewah yang ada di kota. Di perjalanan pulang,sayup-sayup terdengar orang mengaji dengan lantunan ayat yang sangat merdu. Dan suara yang dia dengar adalah suara Hana,saat ada acara mujahadah. Sang asisten berharap,dialah yang nanti kan menjadi istri nya.
flashback off...
*****
__ADS_1
Hana bersiap untuk membuka toko kue miliknya. Ditempat lain pun Aisyah juga bersiap untuk ke toko. Aisyah masih membantu Hana.meski sudah di minta berhenti sama mami nya. Mami Farah tidak ingin anak perempuannya mencari uang sendiri. Beliau ingin terus bersama putri kecilnya. Aisyah tetap kekeuh dengan keinginannya,akhirnya sang mami pun mengijinkan Aisyah untuk pergi ke toko kue,harus di antar sopir pribadi mami Farah. Tidak boleh mengendarai motor sendiri.
"Assalamu'alaikum..." ucap Aisyah memasuki toko.
"Wa'alaikumsalam... Aisyah... akhirnya kamu datang juga. Kirain kamu gak akan ke toko lagi?"
"Nggak mungkinlah,aku duduk manis di rumah. yang ada nanti malah boring lagi."
Akhirnya mereka membuat kue di dapur. Dengan di selingi canda tawa. Tak terasa 3 jam berkutat di dapur,kue yang di buat sudah siap untuk di tata di etalase.
Seorang wanita masuk dengan angkuh nya.
"Selamat pagi menjelang siang.. selamat datang di toko kami" sapa Aisyah.
"Gue kesini gak mau beli kue kampungan punya loe ya. gue mau peringatkan elo ya,kalau gue pacarnya Alex. maka dari itu jangan kau dekati Alex lagi!!" ucap Cintya ketus. Setelah berucap demikian,Cintya meninggalkan toko.
Aisyah terdiam. Entah kenapa dadanya nyeri mendengar ucapan wanita tadi. Aisyah merasa dibohongi oleh Alex.tak terasa air mata menetes membelah pipi cubby miliknya.
Hana heran melihat Aisyah meneteskan air matanya.Ia langsung menghampiri dan memeluk seraya mengusap lembut punggung Aisyah.
"Sabar ya Syah.." hanya itu yang bisa Hana ucapkan saat ini.
"Kenapa,saat aku sudah mulai mantap dengan jawaban sesuai kata hati ku malah ternyata aku ada di antara dua orang yang saling mencinta" ucap Aisyah dengan terisak.
"Begini saja,nanti kamu tanya kebenarannya. bisa aja tadi emang orang yang menyukai tuan Alex,tapi mengaku pacarnya tuan Alex" ujar Hana. "sekarang,kamu hapus air mata mu,nanti kamu tanya ke tuan Alex kebenarannya." saran Hana. Aisyah pun mulai tenang mendengar ucapan Hana.
"Hmm baik lah,nanti aku tanyakan mas Alex." ucap Aisyah dengan sedikit menyungingkan senyum manisnya.
Hana dan Aisyah pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Hingga tak terasa jam makan siang telah tiba.
Dion membuka pintu toko kue seraya mengucapkan salam. Mendengar bahwa itu suara Dion,Aisyah menjawab salam lalu berlari ke arah sang kakak.Dia langsung memeluk abangnya.
"Ada apa hmm,, kok tumben ni adek manja gini sama abang?" tanya Dion sambil mengusap kepala Aisyah yang tertutup hijab. Aisyah tidak menjawab. Akhirnya Dion pun membiarkan adik nya menumpahkan segala beban sesak yang ada di dadanya.Hingga Aisyah benar-benar tenang.
"Dek,kita ke kafe abang aja yok!!" ajak Dion.
"Ayok bang" jawab Aisyah dengan semangat.
Mereka pun meninggalkan kafe setelah berpamitan dengan Hana.
🌹🌹🌹
__ADS_1