
happy reading.....
Di kafe Dion, Aisyah menceritakan semua yang baru saja dia alami nya.
"Dan kamu percaya sama omongan tu cewek,dek?" tanya Dion. Aisyah tidak menjawab,namun mata nya berembun.
Dion yang melihat langsung memeluk adiknya. Saat memeluk adiknya,Dion diam-diam mengirim pesan ke Alex untuk datang ke kafe nya. Tak berapa lama,Alex sudah sampai ke kantor Dion karena memang rencana mau makan di kafe Dion.
"Assalamu'alaikum... " ucap Alex dan Rio barengan saat masuk ke ruangan Dion. Aisyah menjawab salam masih dalam pelukan sang abang. Rio dan Alex pun duduk di sofa yang ada di kantor.
"Adik mu kenapa bang??" tanya Alex.
"Apa kamu punya pacar Lex? tanya Dion to the point.
"Maksudnya?" seru Alex. sang asisten hanya diam mendengarkan.
"Apakah kamu sekarang berhubungan dengan perempuan selain adik ku? Tadi kata Aisyah ada seorang cewek yang mengaku sebagai kekasihmu yang menemuinya di toko kue" ucap Dion menahan emosinya.
"Aku sudah 3 tahun tidak menjalin hubungan dengan wanita. kamu bisa tanya kan ke asisten ku ini.yang setiap harinya selalu bersama ku,"..
"Dek,mas boleh tanya ciri - ciri wanita yang menemui mu tadi?" tanya Alex pada Aisyah.
"Dia orang nya cantik,tinggi semampai dan kayaknya dia seorang model" tutur Aisyah.
Rio membuka galeri hp nya. lalu menunjukkan sebuah foto pada Aisyah.
"Apakah ini orang nya non?"
Aisyah menerima hp Rio lalu memperhatikan dengan seksama foto yang ada di hp.
"Iya benar dia orangnya" ucap Aisyah sambil mengembalikan hp milik Rio.
"Bos,dia kembali" kata Rio singkat. Alex mengepal kan tangan nya. mencoba menahan amarahnya. Alex lalu menghela nafas.
"Dulu memang aku menjalin kasih dengan wanita itu. tapi setelah penghianatan yang dia lalukan,aku memutuskan hubungan" tutur Alex menjelaskan.
"Dan di hati ini sudah tidak ada lagi yang namanya mantan. aku ingin menjalani masa depan dengan seorang wanita pilihan ku saat ini" penuturan Alex membuat seisi ruangan tersenyum. dan yang satunya sudah merona pipi cubby nya.
" Dek Aisyah,percaya kan sama aku??" tanya Alex. " Aisyah coba percaya mas," jawab Aisyah masih ragu.
Mendengar jawaban Aisyah,Alex menghela nafas panjang. mencoba menerima jawaban Aisyah.
Tok tok tok..
__ADS_1
"masuk!" perintah Dion.
seorang waiter masuk dengan membawa makanan yang tadi sudah di pesan oleh Dion.
Saat menaruh makanan di meja, waiter yang mengenali Aisyah pun bersorak gembira.
"Aisyah,, ini beneran kamu? gimana kabar mu?" tanya Danu antusias.
"Alhamdulillah baik Dan," ucap Aisyah. " Nanti aku ke depan deh" imbuh Aisyah yang melihat dari tatapan dari Alex pada Danu.
"Baiklah, aku tunggu bareng temen pasti mereka senang lihat kamu," kata Danu.
"Maaf tuan-tuan,Aisyah saya permisi" pamit Danu. Alex merasa cemburu ,Aisyah dekat dengan cowok lain.
"Dek,kamu deket ma waiter tadi?".
Aisyah mengangguk. "Bukan hanya dengan Danu mas,dengan semua karyawan disini alhamdulillah dekat sama Aisyah." Aisyah menjeda ucapannya. " mereka lah orang yang menyemangati hidup Aisyah sebelum Aisyah bertemu dengan keluarga kandungku." imbuh Aisyah. Alex pun mangut-mangut. Sedangkan Rio dan Dion hanya mendengar apa yang Aisyah dan Alex bicarakan.
"Udah,ngobrol nya nanti lagi.sekarang makan dulu ya.. udah siang banget ni,bentar lagi j am makan siang habis." ajak Dion.
Aisyah yang mengingat kalau belum sholat dhuhur pun ijin sholat dulu. Para lelaki yang ada di ruangan pun menyadari kalau mereka belum menunaikan kewajiban seorang muslim.
Akhirnya,mereka memutuskan untuk sholat lebih dulu di ruangan Dion. Dengan Dion sebagai imam nya.Mereka sholat dengan khusuk. Usai menunaikan sholat,baru mereka makan siang.meski makanan sudah dingin.
"Maaf ya semua nya,gara-gara Aisyah makan siang nya jadi terlambat" ucap Aisyah merasa tidak enak hati.
Mereka makan siang dengan tidak bersuara.hanya suara denting garpu dan sendok beradu dengan piring yang terdengar.
*****
"Dek Hana,apakah adik bersedia menjadi istri dan ibu dari anak-anak ku?" ucap Rio di hadapan orang tua Hana.
"Bismillah,,Hana bersedia" jawab singkat Hana.
"Alhamdulillah..."
Mendengar jawaban Hana,Rio merasa lega.bahagia dan juga terharu. Tak terasa bulir bening menetes membelah pipi Rio. Doa-doa yang dia panjatkan,di ijabah oleh Yang Maha Kuasa.
"Lalu kapan nak Rio mau menghalalkan putri kami?" tanya ayah Hana.
"Maaf pak,untuk waktunya.saya ingin setelah pernikahan bos saya" ucap Rio.
"Karena bos saya,insyaallah juga akan menikah dalam waktu dekat. sekalian saya juga mempersiapkan pernikahan saya sendiri" imbuh Rio.
__ADS_1
"Emang si Aisyah sudah menerima lamaran tuan Alex??" tanya Hana. Rio hanya tersenyum dan mengangguk. Melihat senyum Rio,Hana pun juga ikut tersenyum. Bahwa sahabatnya juga akan melepas masa lajangnya. Bahkan dengan bos calon suaminya. Dan berarti bahwa nantinya Aisyah akan menjadi bos nya juga.
…………
Setelah menerima lamaran dari Alex,Aisyah ngobrol-ngobrol dengan Dion dan kedua orang tua nya.
"Kenapa sayang,kamu nggak mau diadakan acara yang megah meriah?" tanya Mami Farah.
"Aisyah,ingin yang sederhana saja. Nggak mau mewah. yang penting sudah sah di mata hukum agama" jawab Aisyah.
"Baiklah kalau itu memang mau mu nak,, tapi biarkan mami yang urus semuanya. dan jangan lupa ziarah dulu ke makam orang tua angkat mu yang telah merawat mu" pinta Farah.
"baik mi,,"
"Nanti kita ziarah bareng aja mi,papi juga pengen mengunjungi makam orang yang telah merawat dan mendidik putri kita dengan sangat baik"
"Baik pi.."
"Besok,setelah fitting baju pengantin aja ya.." ajak Mami Farah.Aisyah mengangguk.
Usai ngobrol-ngobrol,mami dan papi ijin masuk ke kamar lebih dahulu.
Mami menangis dalam diam,dan itu pun di sadari oleh sang suami. Papi pun memeluk sang istri dan mengusap punggung agar menjadi tenang.
"Apakah mami,tidak ingin melihat Aisyah menikah?"
"Bukan begitu pi,mami hanya belum puas memeluk putri kita. kini dia menemukan jodohnya" ucap mami sendu.
"Mami jangan bersedih. Mami masih bisa tetap memeluknya,menyayanginya meskipun sudah berkeluarga"
"Mendoakan mereka bahagia adalah hal yang hanya dapat kita lakukan," imbuh papi.
Mami Farah mengangguk. Akhirnya,papi mami Dion pun merebahkan tubuh mereka di ranjang.
Dion dan Aisyah yang berada di ruang keluarga pun masih melanjutkan obrolannya. Mereka masih membahas tentang pernikahan Aisyah dan juga kehidupan Alex sebelum bertemu dengan Aisyah. Hingga tak terasa waktu sudah mendekati tengah malam. Mereka pun memutuskan untuk beristirahat. Mereka menapaki tangga bersama-sama,karena kamar nya bersebelahan.
"Selamat malam bang,,, selamat beristirahat" ucap Aisyah.
"iya dek,, have a nice dream..."
****
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
selamat malam semua nya..
have a nice *****...