
happy reading..
Papa Wijaya dan Rio jalan berdampingan memasuki lobi perusahaan. Menampilkan wajah tegas dan berwibawa. Keduanya memasuki lift khusus,yang akan mengantarkan mereka sampai ke kantor CEO.
Para karyawan pun kepo,pasalnya CEO mereka tidak lah hadir,malah bos besar yang hadir memimpin perusahaan.
Ada apa gerangan dengan sang bos???
Para karyawan hanya bisa bertanya dalam hati. sambil mengerjakan pekerjaan.
Ting
Lift yang mengantar sang bos besar dan asisten putra nya telah sampai di ruang teratas dimana ruang CEO.
"Selamat pagi tuan Wijaya,selamat pagi tuan Rio?" sapa Dinda.
Papa Wijaya dan Rio hanya mengangguk sebagai balasannya.
Sesampai di dalam,Papa Wijaya mendaratkan bokongnya di kursi kebesarannya dulu. Beliau langsung mengoreksi berkas yang sudah ada di meja.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
Di lobi kantor,seorang resepsionis 1 menghadang wanita berhijab,dia tak mengijinkan Hana untuk menemui suaminya karena belum ada janji.
"maaf mbak,saya hanya ingin menemui suami saya dan membawakan bekal makan siang nya saja" ucap Hana.
"Alasan saja kan!! ucap resepsionis 1 ketus.
"Nin,kamu gak boleh seperti itu,kita harus menghormati siapa saja yang datang bertamu" ucap Dita teman Nina.
"Maaf mbak,mbak sudah ada janji dengan tuan Rio?" tanya Dita sopan.
"Belum sih mbak.. bisa nggak hubungkan ke ruangannya" pinta Hana.
"baik mbak sebentar.." Dita pun lalu melakukan panggilan ke ruangan Rio.
"Maaf mbak,dengan mbak...?" tanya Dita setelah Rio menerima panggilannya.
"Hana.."jawab nya singkat.
"Cepat antar kan istri saya ke ruangan ku!" ucap Rio lewat line telpon.
"Baik tuan.." ucap Dita gemetaran. lalu telpon di tutup.
"Mari nyonya,saya antar.." ucap Dita sopan.
Nina kaget mendengar Dita memanggil wanita itu dengan panggilan nyonya. Dirinya ketakutan,takut hilang pekerjaannya.
"Sebentar mbak,,,, "
"Oiya mbak..mbak Nina jangan memandang orang dari penampilannya dan jangan pernah memandang rendah seseorang" ucap Hana lalu berjalan meninggal kan resepsionis itu.
__ADS_1
Dita mengantarkan Hana sampai di depan ruangan.
"Mbak Dinda,tuan Rio ada di dalam?"
"Ada.."jawab Dinda sambil mengamati Hana.karena memang belum pernah bertemu.
"Silahkan nyonya..ini ruangannya"
"Makasih ya mbak Dita.."
"Sama-sama nyonya.."
Dita pun lalu meninggal kan meja Dinda.
Dinda pun lalu mencoba membantu mengetuk pintu. Belum sampai di ketuk,pintu sudah terbuka.
"Yank..kok lama??" tanya Rio.
"Kak.. Assalamu'alaikum..." sapa Hana sambil mencium punggung tangan Rio.
"Wa'alaikum salam yank.. yuk masuk" ajak Rio.
Rio mengajak Hana dengan memeluk pinggang Hana erat. Dinda melongo melihat sang asisten dengan wanitanya. Asisten yang selalu kejam dengan karyawan yang berbuat salah,kini terlihat bucin dengan seorang wanita.
Dinda pun tak mau ambil pusing.
"Asaalamu'alaikum pa.. papa makan siang dulu" ucap Hana.
Hana pun lalu menyiapkan peralatan makan,yang sebelumnya dia tanya dulu ke Dinda.
"Mari pa,kita makan"
"iya nak.." papa Wijaya pun akhirnya bergabung dengan Hana dan Rio untuk menyantap makan siang.
*****
"Abang,bisa minta tolong buatin nasi goreng??"
tanya Aisyah lewat telpon.
"Nanti aku tak bilang sama orang dapur,kamu pengen nasi goreng apa dek?"
"Aku pengen nasi goreng telur tapi jangan di kasih ayam sama daun sledri. yang buat harus abang!" ucap Aisyah.
"Tapi,abang nggak bisa buat nasi goreng dek.."
"Pokoknya harus abang yang buat!"
"tapi..." belum sempat menyelesaikan ucapannya terdengar isakan tangis.
"hiks hiks hiks,,, abang,hak sayang Aisyah" rajuk nya.
__ADS_1
"baiklah,akan abang buatin nasi goreng pesanan adik abang tersayang" ucap Dion.
"beneran ya bang... makasih abang ku sayang.." Aisyah pun lalu menutup telpon usai mengucapkan salam.
Dion mengelengkan kepalanya. Lalu beranjak menuju dapur,untuk membuatkan pesanan sang adik.
"Bos,biar saya buatkan saja" ucap Joni si tukang masak.
"Nggak usah Jon,nanti bumil marah kalau bukan aku yang buat"
"Bumil?? siapa bos???"
"Aisyah,ngidam nasi goreng dan harus aku yang buat" ujar Dion sambil menyiapkan bahan.
"Aisyah hamil?? saya ikut senang mendengar Aisyah hamil. semoga selalu di beri kesehatan untuk bumil dan janinnya,amin.." ucap Joni.
"Amin..."
Karyawan Dion merasa senang mendengar bahwa teman mereka hamil.
Dion hanya membutuhkan waktu 15 menit buat menyiapkan pesanan Aisyah,lalu mengantarkan ke kediaman Wijaya Kusuma.
"abang,Aisyah kangen..." ucap Aisyah usai menjawab salam dari Dion.
"Abang,jadi kan buatin Aisyah,nasi goreng??"
Dion lalu mengangkat tempat nasi yang dia bawa.
Aisyah pun lalu menyantap nasi goreng yang di bawa oleh Dion.Sedangkan Dion dan Alex yang baru saja bergabung, menjadi terheran heran.
"makasih ya bang,ini enak banget" kata Aisyah di suapan terakhirnya.
"Dek,di telan dulu baru ngomong"
"He he.."Aisyah hanya terkekeh.
Aisyah,Alex dan Dion pun ngobrol random di ruang keluarga hingga menjelang sore.
"Dek,abang pulang dulu ya.. kamu jangan lupa main ke rumah" ucap Dion sambil mengucap kepala Aisyah yang berbalut kerudung.
"Iya bang,, salam buat mami,papi ya.."
"iya.. Assalamu'alaikum..abang pulang ya.."
"iya bang,hati-hati di jalan"ucap Aisyah setelah menjawab salam dari Dion.
Dion pun lalu keluar meninggalkan mansion Wijaya Kusuma.
🌻🌻🌻🌻
bersambung...
__ADS_1