
Selamat membaca....
🌻🌻🌻
Dion,Rio dan Alex sedang di kafe milik Dion. Mereka kumpul di ruang kerja milik Dion.
"Tumben ni,kalian datang kemari? Lagi khilaf??" ledek Dion.
"Sialan loe!" Ucap Alex sambil melempar bantal sofa ke wajah Dion. Yang di lempar pun,hanya terkekeh.
"Aku kemari ada perlu sama kamu Yon" kata Alex serius.
"Emang perlu apa?? kok kayak serius banget?" tanya Dion.
"Iya,ini tentang Aisyah". jawab Alex
"Maksud nya?" Dion masih tidak ngerti.
"Begini,aku dah janji kalau mau bantu Aisyah menemukan keluarga kandungnya. Dan kemarin dia cerita kalau bentuk kalung itu liontin nya sama persis sama milik mami kamu," ucap Alex
"Beneran??" Kalau emang benar,berarti Aisyah adik gue!" kata Dion berbinar.
"Kita pastikan dulu kebenarannya" pinta Alex.
Dion mengangguk dengan cepat.
****
flashback
"Dek Aisy,boleh mas Alex tanya sesuatu??" tanya Alex saat menyambangi toko kue Hana.
"Tanya apa mas Alex?"
"Apakah dek Aisyah punya barang peninggalan orang tua kandung mu?"
Aisyah mengangguk lalu mengeluarkan sesuatu dari balik kerudungnya.
"Ini mas,yang melekat di tubuh Aisyah dari dulu saat masih kecil hingga saat ini" kata Aisyah sambil memperlihatkan kalung dengan liontin huruf A yang berhiaskan berlian asli.
Alex pun menerima kalung itu,lalu mengamati dengan seksama.
"Aku pernah lihat kalung seperti ini sama persis,tapi dimana ya??"gumam Alex.
"Apa mas Alex?"
"Nggak apa-apa kok,aku foto dulu ya kalungnya." kata Alex seraya mengeluarkan ponsel mahalnya. Lalu mengambil gambar liontin nya.
"Mudah-mudah an ini menjadi petunjuk,untuk mu bisa bertemu dengan keluarga kandung mu". ucap Alex
"Amin.. semoga saja".
flashback off
****
__ADS_1
Di kediaman Dion.
"Assalamu'alaikum ma.." sapa Dion dan Alex bareng.
"Wa'alaikumsalam"sahut mama Dion.
"Nak Alex kok lama gak main ke rumah mami?" kamu sehat kan? mama papa kamu juga gimana kabarnya? tanya mami Dion.
"Mami tu kalau nanya kayak kereta yang punya banyak gerbong aja!" ucap Dion. Mami nya hanya tersenyum.
"Alex sehat mi, papa mama alhamdulillah juga sehat" jawab Alex.
" Duduk dulu nak!" pinta mami mempersilakan Alex. Kalau Dion sudah duduk lebih dulu,karena memang di rumah sendiri
"Iya mi.."
"Bi,, tolong buatkan minum buat buat Alex dan Dion ya.." perintah mami Dion pada art nya.
"Baik nya.." setelah berkata demikian bibi lalu pergi ke dapur membuat minuman.
Mami Dion melihat Alex dan Dion hanya diam,jadi bertanya-tanya.
"Ada apa nak Alex,kok kayak nya ada hal penting yang mau di omongin" tanya mami
Dion dan Alex saling pandang,membuat sang mami jadi penasaran.
"Begini mi,," Alex men jeda ucapannya "Alex mau tanya soal anak mami yang hilang saat masih kecil" lanjut Alex.
"Apa kamu tahu keberadaannya?" tanya mami dengan tidak sabar.
"maaf nyonya,aden..ini minumannya" kata bibi sambil meletakkan gelas berisi jus .
"makasih bi.." kata Dion dan Alex
"iya den sama-sama",saya permisi nyonya,den" bibi lalu meninggalkan mami,Dion dan Alex.
"Tanya apa nak??"
"Apa dulu mami memakaikan kalung emas dengan liontin huruf A berhiaskan berlian asli?? tanya Alex.
"iya nak,"jawab mami tanpa ragu.
"apakah bentuknya seperti ini??" tanya Alex sambil menyodorkan gambar melalui hp nya. Mami mengambil hp Alex,lalu mengamati foto tersebut.
"Kamu tahu dari mana nak? dan kamu bertemu dengan putri mami dimana?" ucap mami dengan suara lirih menahan tangis,karena rindu dengan putrinya. Alex dan Dion pun lalu mengajak sang mami karena tak tega melihat air mata yang mengalir di pipi maminya.
"Mami mau Alex ajak ke tempat seseorang ?" ajak Alex.
Mami Dion mengangguk. "tapi,bagaimana dengan kerjaan kamu nak?" tanya nya pada Alex.
"Mami tenang aja,kerjaan Alex kebetulan nggak terlalu padat kok." jawab Alex.
"Dion,sekarang saja ya!" ajak Alex.
"Oke.." ucap Dion singkat.
__ADS_1
Mami Dion sedang bersiap-siap,Alex dan Dion menunggu di ruang tamu. Setelah beberapa menit,Mami turun menapaki tangga menuju ruang tamu. Akhirnya mereka pergi menyambangi toko kue Hana.
…***…
Di toko kue Hana...
"Assalamu'alaikum..." sapa Dion memasuki toko.
"Wa'alaikumsalam.. eh abang,, gimana kabarnya?" tanya Aisyah.
"Alhamdulillah,abang sehat. kamu sehat kan??".
Aisyah mengangguk. Mami Dion hanya memandang interaksi putra nya dengan seorang perempuan cantik. Melihat Aisyah,ada perasaan yang menghangat di hati mami.
"Aisyah,ini kenalin mami aku" kata Dion memperkenalkan Aisyah ke maminya. Aisyah lalu menyalami dan mencium punggung tangan sang mami. Ada rasa aneh di hatinya.
"Aisyah tante.."
Mami Dion seakan enggan melepaskan tangannya.Hingga tepukan di bahu,menyadarkannya. Mami melepaskan tangannya.
"Silahkan duduk tante,abang,mas Alex.." Aisyah mempersilahkan tamunya. Kebetulan siang ini,dagangan sudah habis.dan toko akan segera tutup. Aisyah lalu ke belakang membuatkan minuman untuk tamu nya. hingga beberapa saat Aisyah pun kembali dengan nampan berisi minuman.
Saat memberikan minuman pada sang tamu,pandangan Aisyah terus menatap ke arah kalung yang di pakai mami Dion.Alex dan Dion yang mengetahui tidak ada pergerakan dari Aisyah pun saling lirik,lalu Alex mencoba membuka pembicaraan.
"Begini dek,mas Alex kesini hanya ingin memastikan saja. apa benar dek Aisyah putri mami Farah".
"maksudnya mas??" Aisyah masih belum mengerti.
"Begini,setelah kemarin mas liat kalung punya dek Aisyah,dan itu tidak asing bagi mas." mas Alex sering liat mami Farah pakai kalung yang sama persis dengan punya kamu," jelas Alex.
"Nak Aisyah boleh tante kalung kamu??" tanya mami Farah.Aisyah lalu menyibakkan sedikit jilbabnya untuk mengambil kalungnya.
"ini tante,kalung saya" ucap Aisyah sambil menyodorkan kalungnya.Mami Dion menerima kalung yang diberikan oleh Aisyah.
Mami Farah menitikkan air matanya melihat kalung tersebut. Lalu di rengkuh nya tubuh Aisyah. " Alhamdulillah ya Allah.." ucap mami Farah. Aisyah masih bingung. Lalu di ciumi nya wajah Aisyah. Meluapkan rasa rindu yang membuncah. setelah belasan tahun tidak bertemu. " Alhamdulillah mami bisa bertemu dengan putri mami" ucap Mami Farah.
"Tante,ibu kandung Aisyah??" tanya Aisyah.
Mami Farah mengangguk.
"maafin mami nak,semua salah mami" kata mami Farah dengan sesenggukan.
"mami hampir gila karena kehilangan mu, mami pesimis saat itu. tapi papi mu yang selalu menguatkan mami. agar selalu percaya bahwa kamu akan kembali." mami Farah memberi penjelasan pada Aisyah. "Alhamdulillah sekarang Allah mengabulkan do'a mami" imbuh mami Farah.
Aisyah lalu memeluk mami Farah.
"Tolong jangan benci mami ya sayang" pinta mami Farah.
"Aisyah tidak akan membenci mami,semua sudah takdir Allah," tutur Aisyah.
"Aisyah,,," ucap Dion langsung memeluk erat Aisyah. "ternyata memang benar,kamu adik abang" imbuh Dion. Aisyah membalas pelukan abangnya. Dia terharu,ternyata orang yang selalu menolongnya abangnya sendiri.
Mami Farah pun lalu memeluk kedua putra putrinya,hingga beberapa saat.
Alex yang di dalam ruangan merasa bahagia,melihat sahabatnya menemukan adiknya. Bahkan adik yang selalu ada di dekatnya. Hana yang sedari tadi melihat dan mendengarkan percakapan Aisyah dan tamunya merasa terharu dan sekaligus bahagia. Akhirnya sahabatnya menemukan keluarga kandungnya.
__ADS_1
🌹🌹🌹