
Happy reading.....
"Assalamu'alaikum... Aisyah..." sapa mami Farah dan papi Fadhil.
"Wa'alaikum salam mi,pi.." jawab Aisyah sembari mencium punggung tangan orang tua kandung nya bergantian. Aisyah,langsung menyambut orang tuanya,karena kebetulan memang sedang di teras menunggu sang suami mengambil tas kerja nya.
"Mari masuk mi,pi..." pinta Aisyah mempersilahkan. mami dan papi Aisyah pun masuk ke dalam rumah.
"Eh mami sama papi udah dateng.. gimana kabarnya mi,pi?" tanya Alex sambil menyalami kedua mertuanya.
"Alhamdulillah sehat nak.." jawab mami Farah.
"mau ngantor Lex?" tanya papi Fadhil.
"iya pi,mau ngecek bentar"
"papi temenin ya.. nanti papi bantu nge cek nya"
"makasih pi,, tapi apa papi nggak capek? papi baru aja nyampe lho" cecar Alex pada mertua nya.
"Nggak apa-apa,biar kamu cepat selesai kerjaannya. nanti bisa cepet pulang." ucap papi Fadhil.
"Sayang,mami kami berangkat ya.." pamit Alex.
Aisyah menyalami sang suami,begitu juga mami Farah. Aisyah pun juga bergantian menyalami papi nya.
"Hati-hati ya di jalan.." ucap mami Farah dan Aisyah barengan.
Papi Fadhil dan Alex pun berangkat ke kantor dengan Alex yang mengendarai mobil.
30 menit perjalanan,mobil yang di kendarai oleh Alex sudah sampai di kantor.
__ADS_1
Di lobi sudah menunggu sekretaris Alex,
"Selamat datang tuan muda,tuan Fadhil" sapa Dinda sopan. Alex dan papi Fadhil hanya mengangguk. Mereka bertiga memasuki lift khusus para petinggi menuju lantai 20 dimana kantor Alex berada. Setelah sampai dan keluar lift,mereka langsung berjalan menuju ruang CEO.
ceklek
"Silahkan masuk tuan," Dinda mempersilahkan.
"Terima kasih,,," jawab papi Fadhil dan Alex singkat.
Dinda pun kembali ke meja nya,meletakkan tas lalu menemui sang bos untuk memberikan berkas yang di butuhkan.
"ini tuan berkas nya"
"iya,kamu taruh situ aja Din. Makasih ya.."
"Sama-sama tuan" ucap Dinda sembari pamit untuk kembali ke meja kerjanya.
Alex dan sang mertua pun mengecek berkas yang di sodorkan Dinda. Hingga sampai berkas ke tiga,Alex mengerutkan keningnya. Karena ada hal yang janggal.
"Ini pi,kok ada yang janggal disini" jawab Alex.
"Kamu adakan meeting sekarang juga agar bisa cepat di atasi." saran Papi Fadhil.
"Baik pi,biar aku panggil semua karyawan di bagian keuangan" ucap Alex.
Alex pun men dial nomer sekretarisnya.
"Din,tolong kamu panggil kan semua karyawan divisi keuangan dan pemasaran ya.. suruh semua berkumpul di ruang meeting" ucap Alex.
"Baik pak..!" jawab Dinda singkat.
__ADS_1
Setelah menerima mandat dari sang bos,Dinda pun lalu menghubungi bagian keuangan dan pemasaran.
Karyawan yang berada di bagian keuangan dan pemasaran pun bergegas menuju ke ruang meeting.
"Ada apa ya..kok kita diajak bos meeting dadakan." ucap karyawan A. Semua pun juga berfikiran sama dengan si karyawan A.
Tiba di ruang meeting,ruangan yang masih satu lantai dengan ruangan CEO. mereka duduk berjejer. karyawan bagian pemasaran sendiri,bagian pemasaran sendiri namun masih satu meja.
"Selamat pagi semuanya,kalian pasti bertanya-tanya. mengapa kalian semua saya kumpulkan. Disini saya hanya ingin kejujuran kalian semua. Apabila kalian mau mengaku dan jujur pada saya,kalian akan saya pecat dan kalian tidak akan di terima di perusahaan mana pun" Ucap Alex.
"Saya akan bertanya siapa yang membuat laporan keuangan minggu lalu" tanya Alex tegas.
"Saya pak" ucap Rahma dari divisi keuangan.
"Coba kamu perhatikan kembali hasil kerjaan kamu" ucap Alex.
Rahma pun mengecek kembali laporan keuangan nya. Dia pun juga mengernyit. Rahma merasa kemarin membuatnya tidak seperti ini.
"Pak,saya kemarin buat laporan nggak seperti ini" ucap Rahma yang masih mengecek lembar laporan keuangan.
"Ternyata ada yang mau main-main dengan saya?" gumam Alex.
"Saya ingin mendengar penjelasan laporan dari bagian pemasaran."
Kepala bagian pemasaran pun menjelaskan sesuai yang ada.
"Baiklah semuanya silahkan keluar kecuali kamu" ucap sambil menunjuk Rahma.
"Baik pak.." ucap mereka serentak.
"Kamu ikut ke ruangan saya."ucap Alex dingin.
__ADS_1
"Baik pak"
🌻🌻🌻🌻