
happy reading all....
🌹🌹🌹🌹
Sepeninggal Dion,Alex dan Aisyah kembali ke kamar mereka.
Alex merebahkan tubuhnya di ranjang. Badan nya lebih mendingan dari pada tadi pagi.
Dirinya kini bermanja-manja dengan sang istri. dengan tidur di pangkuan istri.
Reflek Aisyah pun mengusap kepala Alex.
"Mas,maafin Aisy ya,Aisyah yang hamil tapi mas malah yang mengalami morning sickness nya"
"Nggak apa-apa yank, aku malah seneng kok bisa ngerasain apa yang orang hamil rasain".
"Makasih ya mas... sudah begitu menyayangi ku" ucap Aisyah malu.
"Mas bukan hanya menyayangimu,tapi juga mencintaimu,mengasihimu sayang..."
"Jangan merasa bersalah,kita nikmati bersama kehamilan mu ini" imbuh Alex.
"Makasih mas.."
cup cup cup
Aisyah mengecup bibir suaminya. Alex terbelalak namun juga senang mendapat kecupan dari sang istri.
*****
Di meja makan.
"Aisyah,Hana.. gimana,apa kalian pengen sesuatu?" tanya mama Nia.
"Nggak ma.."jawab Aisyah.
"mmmm..kalau Hana sebenarnya pengen di masakin oseng tempe cabe ijo.tapi..." Hana todak melanjutkan ucapannya.
"tapi apa nak?" mama Nia penasaran.
"Yang masak..papa sama kak Rio" ucap Hana ragu. Papa langsung membelalakkan mata mendengar ucapan menantunya.
"Pa.." kode mama.
"Baiklah,akan papa buat kan demi calon cucu ku sayang" ucap Papa wijaya di ikuti Rio di belakangnya.
"Papa,kak Rio.. nggak usah di bikinin nggak papa kok. besok pagi aja. kak Rio sama Papa pasti capek habis kerja seharian. Hana nggak mau kalian capek,hanya karena nurutin ngidamnya Hana" ucap Hana.membuat semua yang ada di ruang makan terharu.
__ADS_1
"nggak apa-apa yank,biar kakak yang buat aja. papa yang nyiapin bahan nya" ucap Rio yang tak tega akan ngidamnya sang istri.
"makasih ya kak.."
Hana pun membantu menyiapkan bahan.
"sudah lah nak,kamu duduk aja dulu. biar kami yang buat" kata papa Wijaya.
Hana pun akhirnya menuruti perintah sang papa mertua. Rio dengan mulai memotong tempe dan cabai yang sudah di siapkan oleh papa Wijaya.
"papa sekarang,makan aja dulu.. biar Rio yang melanjutkan masaknya" ucap Rio.
"Baiklah"
Waktu yang di butuhkan buat masak pesanan Hana,tidaklah lama. Oseng tempe pun tersaji di atas meja makan.
Hana yang melihat oseng,langsung berbinar.
"Yank,makan lah.."
"Suapin.."rengek Hana.
Mama papa Alex dan Aisyah pun hanya geleng kepala. Papa Wijaya dan mama Nia bahagia melihat interaksi dua wanita hamil dengan pasangannya.
Hana di suapin Rio,sedangkan Alex di suapi istrinya.
Diam diam sang papa mengambil gambar ke dua pasang suami istri.
Di taman kota,Dion ngajak Rahma untuk ketemuan.
"Maaf ya mas Dion,tadi kerjaan nya agak banyak dari biasanya. Mo pulang nanggung banget. jadi nya aku lembur deh. takut nya bos marah kalau nggak selesai" jelas Rahma.
"Nggak papa dek,aku juga belum terlalu lama kok nyampenya" ucap Dion.
"Oiya,aku ganggu kamu nggak ni kalau aku ajak keluar kayak gini..?"
"Nggak kok mas Dion,santai aja.." ucap Rahma.
Dion mengajak Rahma duduk di tempat yang terang pencahayaan takut khilaf.
Kalau sudah halal nggak masalah,tapi kalau belum halal,berabe..
Dion membelikan cemilan dan minuman untuk dirinya sendiri dan Rahma.
"Dek,ke kafe ku aja yok,kamu pasti belum makan kan?" tutur Dion.
"Emang sih belum makan,tapi rumah aku sama kafe mas Dion berlawanan arah. Dan aku kalau lebih dari jam sembilan malam nggak berani pulang" Rahma memberi alasan.
__ADS_1
"Nanti aku antar pulang aku antar aja. motor kamu tinggal di kafe aku"
"tapi..."
"udah,gak usah tapi-tapi.. besok pagi,kamu aku jemput buat antar ke kantor. gimana??"tawar Dion. Rahma masih menimbang-nimbang.
"Ya sudah yuk.. tapi beneran ya nanti di antar.."
"Iya dek,,nanti mas Dion antar pulang ke rumah" ucap Dion.
Akhirnya Dion dan Rahma pun mengendarai motor dan mobil masing-masing menuju ke kafe Dion.
Sesampai di kafe,Dion langsung mengajak Rahma ke ruangan nya. Dion lalu meminta Edi dan Joni membuatkan makanan sesuai yang di pesan Rahma. 15 menit makanan yang di pesan telah jadi.
Dion dan Rahma pun makan malam yang sedikit terlambat. Hingga tak terasa waktu sidah menunjukkan pukul 20.56. Yang artinya,kafe sebentar lagi akan tutup. Terlihat para karyawan saling kerja sama untuk membersihkan tempat kerja masing-masing bagian. Dan Rahma pun,juga bersiap-siap untuk pulang.
"Mas Dion,aku pamit pulang ya.."
"Sebentar dek,nanti aku antar sampai rumah" ucap Dion sambil mengecek laporan keuangan kafe.
"Masih lama mas??"
"Ya,bentar aku beresin ini dulu. nanti biar aku cek di rumah aja"
Mendengar penuturan Dion,Rahma merasa bersalah.
"Maaf ya mas Dion.." cicit Rahma.
"Maaf kenapa dek?"
"Maaf,karena Rahma kerjaan mas Dion jadi nggak selesai." ujar Rahma.
Dion terkekeh mendengar perkataan Rahma.
"Yuk,aku antar kamu pulang" ajak Dion setelah membereskan meja kerjanya.
"Rahma mengangguk lalu berjalan ke arah pintu.
Sampai di parkiran kafe.
"Dek,kamu duduk depan ya.." pinta Dion.
"baiklah mas.."
Rahma pun duduk di samping Dion. Jantung Rahma berdetak cepat.gugup,grogi yang dia rasakan. Dalam perjalanan Rahma dan Dion tidak banyak berbicara.
Rahma tertidur di mobil,mungkin karena terlalu capek.dan untung nya Sion sudah menanyakan alamat lengkap rumah Rahma.
__ADS_1
Mobil melaju perlahan setelah memasuki gang masuk kampung.
Jalan mulai sepi. padahal jam baru menunjukkan jam 22.01. Saat mobil memasuki halaman rumah yang tidak terlalu luas,seorang wanita beranjak dari duduk nya. menghampiri mobil yang berhenti di halaman rumah nya.