
setelah kepergian lastri, mawar kembali menjadi murung,menangis bahkan ia kembali mengunci pintu kamarnya.sungguh saat ini mawar tidak berdaya ia tidak tau pada siapa ia harus bercerita tentang masalah yang iya hadapi saat ini.
hingga putri pulang dari sekolah, pembantu mereka menceritakan bahwa mawar mengunci kamarnya, dan tidak mau makan sama sekali. putri yang mendengar cerita dari pembantunya langsung beranjak naik ke kamar kakak nya.
tok tok tok...
" kak mawar ini aku putri buka pintunya" ucapan putri namun mawar tidak mau membuka pintu kamarnya. akhirnya dengan berbagai bujukan mawar mau membuka pintu kamarnya dengan muka yang sembab dan muka yang pucat.
"kak aku mau ngomong sama kaka" ucapan putri, namun yang diajak bicara tidak bergeming sama sekali bahkan tatapan matanyapun kosong.
lalu putri menarik narik tangan sang kakak untuk duduk di tepi ranjang, putri merasa tidak ada yang beres dengan sang kakak.
masalahnya mawar kembali menjadi orang yang pendiam tertutup seperti sejak dulu dia kehilangan orang tua kandung nya.
"kaka mending sekarang kaka jujur deh sama aku, kaka kenapa seperti ini lagi hah?...tanya putri.
mawar yang ditanya seperti itu langsung menangis, membuat putri bingung dengan kakanya ini.
__ADS_1
"kok ka mawar nangis sih.aduuuuh...ujar putri merasa bersalah.
lalu putri meminta maaf, namun setelah putri meminta maaf mawarmalah semakin terisak,membuat putri semakin bingung.
"kakak takut put hiksss"
"maksud kakak apa...! tanya putri
put kamu inget ga pas abang datengin kakak waktu itu, tanya mawar yang membuat putri mengingat ingat yang dimaksud oleh mawar.
seketika saja putri langsung mengingat ingat kejadian waktu itu, tentu saja ia ingat kejadian yang membuat sang kaka kembali seperti ini lagi. ia pikir mawarsudah melupakan kejadian itu, kejadian yang hanya diketahui oleh mereka berdua saja bahkan kedua orang tuanya pun tidak tahu.
"kak jangan bilang kakak selama ini, karena kaka...?
Putri menggantung ucapannya karna sekarang pikiran putri dipenuhi oleh pikiran negatif tentang kakaknya.
"put tolongin kakak, kakak gamau kakak hamil. laki- laki berengsek itu telah merenggut masa depan kakak put, hiksss.
__ADS_1
Deg
benar saja dugaan putri, ucapan mawar tadi membuat putri sangat kaget.
cara satu satunya kak mawar harus cari dan temuin abang, abang harus tanggung jawab dengan masalah ini.apalagi kalo sampai ayah ibu tau kakak tau sendiri resikonya seperti apa.
mendengar ucapan putri membuat mawardilanda rasa takut di hati mawar, takut kehilangan laki laki yang telah merusak masa depan nya.
"tapi kakak takut ayah ibu ngusir bang radit,dan kakak pasti akan kehilangan dia untuk selamanya.ucapan mawar di sela tangisnya...
"yah terus kakak maunya gimana ?
gak mungkin ka mawar nyimpen masalah ini sendirian, saran aku lebih baik kakak jujur sama semuanya sampe kapan kakak nyembunyiin masalah ini sendirian...
karna putri yakin kaka gabisa ngelewatin ini sendirian, apalagi kalo sampai ayah ibu tau."ucap putri
benar yang dikatakan oleh putri tapi sekarang hatinya sedang rapuh untuk mengatakan itu terlebih kepada kedua orang tuanya...
__ADS_1
***
SELAMAT MEMBACA GAYS....