KESALAHAN

KESALAHAN
bab 29


__ADS_3

Roby langsung mengantar Mina pulang. skedule hari ini berubah total . Roby lah yang akan mendampingi anak-anak disekolah.


hari berganti cepat minggu pun demikian hingga. berganti bulan kandungan Mina memasuki usia 8 bulan lebih


" semua baik- baik saja posisinya bagus dan aman untuk melahirkan normal" ucap dokter yang biasa menangani Mina selama beberapa bulan ini.


" terimakasih dokter infonya" ucap Roby


" jangan lupa pemeriksaan rutin nya dan perbanyak olah raga ringan" tambah dokter kemudian.


Pasalnya kehamilan kali ini Mina benar- benar malas. Entah faktor usia atau apa yang jelas tidak seperti hamil si kembar kala itu. Jadi Roby harus selalu memaksa Mina untuk berjalan-jalan di sekitar pekarangan.


" sayang mungkin minggu dwpan kak Tina akan datang untuk membantu kita " ucap Roby kala mereka sudah di mobil .


" apa tidak terlalu merepotkan mas?" tanya Mina.


" ini ponakan pertama yang akan dia lihat kelahirannya sayang Dian dan Dini tidak dilihat oleh kak Tina ketemunya setelah mereka sudah balita" terang Roby lembut. Mina menitik kan air matanya terharu atas perlakuan Roby untuk nya dan anak-anaknya.


" hei kenapa menangis ?" tanya Roby yang melihat Mina


" aku sangat berterimakasih pada mu mas. kamu sudah menerima kami apa adanya dan tetap mengakui kembar sebagai anak-anakmu juga. padahal mereka bukan lah darah dagingmu. bagaimana jika suatu saat Guntur menginginkan mereka saat tahu kebenarannya" ucap Mina setelah lama tak pernah membahas mengenai hal itu .


" tidak usah difikirkan, jalani saja toh mas tidak pernah mempermasalahkan itu kan. ayolah biar saja. Kamu kepikiran saat kita bertemu dengan Guntur di sekolah waktu itu?" tanya Roby


" takut saja mas" sahut Mina


" suatu saat nanti mereka tetap harus tahu kebenarannya" ucap Roby pasti.


Mereka pun menjemput kembar di sekolah lalu menuju rumah. Di kehamilan Mina yang memasuki bulan - bulan akhir Roby lebih sering berada dirumah dan mengurangi kunjungan ke perkebunan teh. Dia sudah pernah melihat Mina melahirkan walau bukan darah dagingnya. Maka kali ini dia tidak ingin melewatkan momen membahagiakan plus menegangkan itu.

__ADS_1


Hari demi hari berlalu begitu cepat, persalinan Mina tinggal menunggu hari. Roby merasa agak sedikit gugup kali ini pasalnya mereka juga tidak tahu jenis kelamin bayinya walau berulang kali menjalani usg.


Semua perlengakapan untuk persalinan sudah disiapkan jauh-jauh hari dalam sebuah tas besar yang diletak di sudut kamar. Seperti biasa kegiatan Mina adalah jalan ditemani Roby pagi dan sore. Mengantar dan menjemput si kembar sekolah. Mengawasi jalan nya kafe dari rumah.


Seminggu lalu Mina sudah mengalami kontraksi palsu dan menurut dokter itu wajar terjadi dan meminta mereka untuk tidak panik.


Pagi ini Mina sedang bersantai di pinggiran kolam. Setelah mengantar kembar Roby memilih untuk berenang sedangkan Mina hanya melihat- lihat saja. Sembari duduk bersantai sesekali terlihat Mina menarik nafas panjang dan menghembuskan kembali dan terkadang raut wajahnya juga berubah-ubah. Tanpa dia sadari Roby sudah memperhatikan nya dari tadi.


Kemudian Roby memutuskan untuk keluar dari kolam dan mendatangi Mina.


" kenapa sayang , sakit lagi?" tanya Roby lembut .


" iya mas tapi terkadang masih jauh- jauh kok dan sebentar" terang Mina.


" mau bawa jalan apa gimana?" tanya Roby lagi.


" sayang sudah jam pulang sekolah kembar, kamu gimana? ikut apa nunggu dulu? " tanya Roby setelah berjalan-jalan di pekarangan rumah.


" kayaknya aku nunggu aja mas, gak lucu rasanya meringis di depan si kembar" ucap Mina masih bisa tersenyum lebar.


" hmm baiklah sebentar ya, sebentar ya sayang ayah" ucap Roby mengelus perut Mina yang terasa lebih kencang dari biasanya.


Baru saja Roby pergi bayi mereka berulah .


Mina sudah pucat sekarang sakit yang dia rasa lebih lama dibanding yang tadi. kontraksi nya kian lama kian menjadi.


Beruntung Mina tidak panik dia menarik dan membuang nafas perlahan. Namun keringatnya mulai membanjiri tubuhnya. Kini dia hanya berpegangan pada kursi yang ada di teras sesekali dia merasakan dorongan yang sangat untuk meneran namun dia tak mau gegabah dan menahan itu walau terkadang kelepasan juga.


Roby baru saja tiba saat Mina sudah mulai setengah jongkok ,

__ADS_1


" mas hmmmmpptfff udah gak kuat" ucap nya , air matanya ikut mengalir kini.


" kembar masuk kedalam ganti baju sama bik Asih ayah antar ibu kerumah sakit jemput adik kalian ya!" Roby memerintah kembar sambil berlari mengambil tas perlengkapan Mina.


" iya ayah" jawab mereka serempak. Mereka tidak berani bertanya banyak melihat kondisi ibunya yang sudah kacau.


Mina di bantu naik kemobil dan kursi mobil diatur sedemikian rupa supaya Mina nyaman.


" maasss" Mina sudah gelisah walau berusaha tetap tenang dorongan mengejan kini lebih kuat dari yang tadi.


" sabar sayang ini kita lagi menuju rumah sakit" ucap Roby.


" mas su sudah gak tahan , su sudah mau ke keluar aaargghhhhh" teriak Mina . Kali ini dia benar-benar tidak tahan dia mulai menarik paksa celana nya.


" sudah sampai sayang jangan buka disini tahan sebentar" ucap Roby buru-buru buka pintu xan memanggil perawat. Mina langsung di naikkan ke brankar pasien dan di dorong ke ruang persalinan.


Tidak menunggu lama diruang persalinan ,karena kepala sibayi sudah muncul.


"huftff huftthh " nafas Mina kejar-kejaran dan meremas tangan Roby dengan kuat . Bersamaan dengan air yang keluar hangat membanjiri bagian bawah Mina terdengarlah tangisan bayi mereka.


oe oe oe oe


" selamat pak Roby bu Mina bayinya tampan" ucap dokter . Roby mengecup kening istrinya dengan bangga


" terima kasih sayang " ucapnya menitikkan qir mata


bersambung


...****************...

__ADS_1


__ADS_2