KESALAHAN

KESALAHAN
bab 25


__ADS_3

Hari ini Roby dan Mina sudah tiba di desa . Mereka sedang mengatur semua nya mulai dari perkebunan teh hingga lahan percontohan. Memilih siapa-siapa saja yang akan di percayakan mengawasi dan mengarahkan . Sesuai kesepakatan Roby dan Mina selama Dian serta Dini belum masuk sekolah , mereka akan sering ke desa .


Semua sudah rampung hari ini rencananya besok Roby dan Mina akan kembali ke kota. Tapi sebelelumnya mereka pamit ke klinik Siti dan Rayhan.


" tumben pengantin baru datang bertamu malam-malam" ledek Siti begitu melihat mereka datang.


" kangen Ti" sahut Mina pendek sambil menarik Siti kedalam. Sedangkan Roby pergi menemui Rayhan . " ada apa nih?" tanya Siti kemudian.


" Gini loh Ti, kami sepakat mau balik ke kota. Rumah orang tua mas Roby gak ada yang urusin lagipun kakak iparku minta supaya si kembar ntar di sekolahkan di kota" terang Mina dengan serius. Siti menganggukkan kepala tanda mengerti.


" kami akan kembali ke desa sekali seminggu atau sekali sebulan tergantung kebutuhan kerja" sambung Mina lagi.


" memangnya kamu sudah siap kalau ketemu Guntur?" tanya Siti.


" sudah kami pikirkan dengan matang Ti, sebisa mungkin akan di hindari lagian rumah ke kantornya Guntur jauh yang dekat hanya ke kafe kalaupun aku harus ke kafe si kembar bisa dirumah sama bibik" terang Mina lagi.


" ya sudah kalau memang itu keputusan kalian, kami cuma bisa mendukung dan mendoakan . Jadi gimana urusan mu dengan pak Ilham?" tanya Siti.


" sudah semua tadi siang Ti" sahut Mina pendek.


Roby dan Rayhan juga sudah lama bercakap -cakap. Tiba saatnya mereka harus kembali ke villa karena Dian dan Dini tinggal tadi.


" ok kami pamit ya Ti kak Ray besok mungkin kami berangkat subuh. Sampai ketemu lagi ya" ucap Mina sambil memeluk Siti sahabatnya.


...----------------...

__ADS_1


Hari sudah hampir siang ketika mereka tiba di Jakarta.


" mau langsung makan den? bibik sudah masakin makanan kesukaan den Roby tadi waktu di kabari sama non Mina kalo kalian sudah berangkat" ucap bibik menyambut majikannya di pintu.


" boleh bik bentar bersih - bersih dulu ya'" ucap Roby sambil menggandeng Dian dan Dini. Mina mengekor di belakang mereka sambil menenteng tas nya. dan menyeret koper kecil di tangan nya.


" hemm enak loh bik" puji Mina saat menikmati makan siang mereka


" halah biasa aja non" ucap bibik malu akan majikan barunya.


" memang masakan bibik selalu begini , enak loh" tambah Roby lagi


" enak enak" ucap Dian dengan gaya lucunya sedangkan Dini terlihat asyik menikmati tanpa suara.


Makan siang sudah selesai, Roby beserta keluarga kecilnya ada di ruang keluarga. Dian dan Dini sedang menonton kartun kesukaan mereka. Roby sedang membahas tentang pekerjaan mereka selanjutnya di jakarta.


" ehm gimana kalau aku aja, kamu kenalin aku sama chef dan karyawan disana. Kamu cukup dirumah untuk mendampingi anak-anak. Lagipun aku tidak begitu suka kalau kamu ketemu dengan Guntur sampai tahu sudah bagaimana sekarang keadaannya" terang Roby.


" aku setuju aja mas asal kamu nyaman. Besok aku suruh mereka ngumpul lebih cepat, tapi habis itu kita ke makam bu Kiara ya sudah lama aku gak kesitu" ucap Mina.


" baik sayang kita bawa juga anak-anak ke wahana permainan sebelum aku aktif ke kafe entar" ujar Roby.


" boleh lah sesekali. Lagian mereka belum pernah tu di bawa kemana- mana" ucap Mina


" eh kita belum ngabari kak Tina kalau kita udah dirumah. Kamu telepon lah mas biar dia lebih tenang" sambung Mina lagi.

__ADS_1


" oh iya aku lupa, ntar ya aku hubungi dulu kamu sini aja dampingi anak-anak hemm" ujar Roby sambil berlalu dari sana untuk keluar .


Roby sudah menghubungi Tina dan kembali masuk kerumah. " anak ayah mau renang" ujarnya ketika masuk


" ssstttttt" ucap Mina perlahan menaruh telunjuk di depan bibir ternyata si kembar ketiduran menonton televisi.


" oh ya udah nanti saja" kata Roby setengah berbisik.


hari ini terlewati begitu saja tidak ada yang jadi berenang , hari sudah larut Roby dan Mina sudah di peraduan memadu cinta bertukar peluh . Dian dan Dini sudah tidur di kamar mereka. Beruntung mereka bukanlah anak-anak yang rewel.


mentari sudah menyinari bumi, Mina sudah bersiap dan menyiapkan si kembar. Roby juga sudah selesai dan kini mereka sudah selesai sarapan dan segera berangkat.


" kita mau kemana ayah" tanya Dini


" mau main diluar" jawab Roby


" main kan bisa dilumah ayah kenapa halus kelual" Dini mulai cerewet. Yang dia tahu main ya dirumah atau dipekarangan seperti waktu di desa.


" ada deh pokoknya, kalian pasti suka kita berangkat ya" ujar Mina. Dian hanya melihat ibunya tanpa berkata apa-apa. Karena selama mereka di rumah Tina pun mereka tidak kemana- mana.


Mereka baru saja tiba di kafe pagi itu dan langsung keruangan Mina. Dian dan Dini di suruh menunggu sembari Mina dan Roby rapat singkat di kafe. Semua paham mulai besok Roby yang akan memantau kafe dan cabang-cabangnya. Selepas dari situ mereka langsung menuju tempat permainan Dian dan Dini dibiarkan main sampai puas.


Kini mereka dalam perjalanan menuju makam bu Kiara. Mina singgah membeli bunga tabur. Lalu mereka segera ke makam dan berjiarah.


Hari sudah sore saat mereka tiba dirumah, Dian dan Dini ketiduran karena kelelahan.

__ADS_1


bersambung


...****************...


__ADS_2