
hoeekkkk hoek
Mina berlari ke kamar mandi saat tengah beberes kamar. Sudah 2 hari ini Mina merasa pusing dan lemas tidak karu-karuan. Mina mengacuhkan semua rasa penasarannya takut kecewa akan hal-hal yang terjadi di belakang.
Mina juga tidak mengatakan apa-apa pada Roby.
Melihat hal tersebut Roby bingung tidak biasanya Mina seperti itu.
" sayang kamu sakit?" tanyanya khawatir
" kamu pucat loh" sambungnya kemudian
" paling masuk angin mas ntar juga baikan sendiri" sahut Mina tak bergairah lalu merebahkan dirinya kembali.
" pendaftaran kembar gimana?" tanya Roby
" udah semalam mas, tinggal beli perlengkapan nya aja .Boleh ya aku istirahat dulu sebentar aja?" pinta Mina pada suaminya.
"mmm ya sudah istirahat aja dulu" ujar Roby
" ibuuuu ayaaahhhh" panggil Dini dari luar
" masuk aja nak " sahut Roby
" ibu kenapa yah?" tanya Dini ketika masuk kekamar .
" cuma kecapean aja kok nak, kalian mau apa hmmm?" tanya Mina lemah.
" mau lihat ibu " kata Dian
" nah sekarang udah lihat ibu, biar ibu istirahat kita keluar ya" ajak Roby
" kamu istirahat ya kami diluar kalau butuh apa-apa panggil saja hmmm" sambung Roby lagi
Mina hanya menganggukkan kepalanya lalu mencoba memejamkan mata. Roby dan anak -anak keluar setelahnya.
Hari berganti begitu cepat satu minggu telah berlalu. Hari ini si kembar sudah masuk sekolah taman kanak-kanak. Mina dan Roby pergi mengantarkan anak-anak pergi sekolah.
" kamu ikut ke kafe habis dari sekolah atau.." belum sempat Roby menyelesaikan omongan nya. Ada yang memanggil nya dari seberang jalan.
" Roby hei apa kabar? lama tak ketemu. Dari mana saja lo bro?" ucap Guntur dengan berbagai pertanyaan dan mendekati Roby. Posisi Mina membelakangi jalan namun mendengar dan mengenali suara tersebut.
" kabar baik bro" sahut Roby singkat dan menjabat tangan Guntur . Apapun yang terjadi dia sudah bahagia dengan Mina dan mereka sepakat untuk melupakan apa yang sudah pernah terjadi.
" sedang apa disini?" tanya nya lagi
" mengantar anak-anak di hari pertama mereka sekolah" ucap Roby.
__ADS_1
" anak-anak ? jadi ini ? " tanya Guntur memastikan siapa yang sedang bersama dengan Roby saat itu.
" ya bro ini istri gue , cinta pertama gue" serta menarik Mina ke sampingnya dan menghadap ke Guntur. Bagai tersambar petir rasanya Guntur melihat Mina.
" ma maksud lo , Mina cinta pertama lo . se sejak kapan?" Guntur kaget bukan main.
" jauh sebelum lo mengenal dia. hmm sudahlah bro yang lalu sudah berlalu. mana istri lo ?" tanya Roby mengalihkan pembicaraan.
" istri gue dirumah. oke deh bro lain kali kita lanjut ngobrol gue ke kantor dulu" Guntur pamit karena merasa tidak enak. Tidak sengaja Guntur melihat Roby namun apa yang dilihat setelahnya cukup mengejutkan bagi Guntur.
pikiran Guntur cukup berkecamuk setelah pergi dari sana.
...----------------...
" kamu tidak apa- apa kan sayang?" tanya Roby pada Mina.
" gak cuma kaget aja " jawabnya singkat
" mas aku lagi pengen sesuatu" sambungnya kemudian.
" mau apa sayang hmmm?" tanya Roby
" mau makan nasi goreng yang di ujung jalan mall " sahut Mina.
" oke lets go" ajak Roby membukakan pintu mobil untuk Mina.
" apa kamu selapar itu?" tanya Roby
" pengen aja mas rasanya enak gitu" sahut Mina dan menghabiskan minumnya.
" kita langsung ke kafe? kamu mau kemana lagi?" tanya Roby pada istrinya.
" ke kafe juga boleh mas. aku merasa ngantuk sehabis makan barusan" sahut Mina . Roby terheran -heran melihat Mina soalnya dia adalah orang yang aktif. Bisa -bisanya Mina mengantuk di jam produktif seperti sekarang ini. Mungkin karena kekenyangan pikir Roby seraya mengajak Mina pulang ke kafe setelah membayar tagihan nya.
Baru setengah perjalanan Mina sudah tertidur pulas. Rasanya Roby tidak tega membangunkan Mina saat sampai di kafe dan tidak mungkin juga dia menggendong Mina untuk masuk ke ruangan nya. Jadi Roby memutuskan untuk mengantar Mina pulang kerumah. Sesampai nya di rumah Mina di gendong ke kamar dan di letakkan hati-hati oleh Roby. seperti anak kecil yang ke lelahan Mina tidak terbangun sama sekali. Jadi Roby memutuskan untuk berangkat ke kafe sendiri dan akan menjemput anak-anak sebentar lagi .
" bik Roby berangkat dulu tolong Mina di perhatikan " ucap Roby pada bik Narmi pembantu yang tua.
" memangnya nona kenapa den?" tanya bik Narmi.
" itu bik tadi dia minta makan nasi goreng habis dari sana pas mau ke kafe dia udah tidur jadi saya antar pulang aja" terang Roby singkat.
" den maaf kalau bibik lancang" ucap bik Narmi tidak enak.
" memangnya kenapa bik?" tanya Roby.
" sepertinya nona lagi ngidam den, bibik perhatikan nona belakangan ini agak kurang bergairah dan cenderung malas-malasan tidak seperti biasanya gitu den maaf sebelumnya " terang bik Narmi.
__ADS_1
" gak apa-apa bik nanti diperiksa dulu , saya pergi kerja dulu ya bik siapa tahu nanti Mina bangun dia nyari bilang saya ke kafe dan mau jemput anak-anak" terang Roby.
" iya den hati- hati" ucap bik Narmi.
Sepanjang jalan Roby memikirkan ucapan bik Narmi . Sebenarnya Roby merasa aneh cuma dia tidak mau berharap terlalu banyak karena keterangan dokter beberapa waktu yang lalu.
drtttt drtttt hp Roby bergetar di meja ketika dia baru saja tiba di kafe.
" iya kak apa kabar?" ucap Roby membuka pembicaraan. Tina menelepon nya sudah seminggu lebih mereka tidak berkomunikasi karena sibuk mengurusi sekolah kembar ditambah kondisi Mina yang sempat mengkhawatirkan Roby.
[baik, kabar kalian bagaimana]
[baik juga kak , tadi habis ngantar kembar sekolah tk]
[gimana By sudah ada tanda-tanda keponakan buat kakak?]
[belum tahu kak]
[loh kok belum tahu]
[kan kakak juga tahu masalah Roby sewaktu kami disana juga tidak mungkin dokter Rudi tidak memberi tahu kakak]
[hmm kakak tahu kan gak ada salahnya nanya. lagipun kan tetap ada peluang]
[ya kak nanti kalau ada pasti kami memberi tahu kakak kabar gembiranya]
[kamu dimana?]
[di kafe kak nunggu jam pulang sekolah untuk makan siang dirumah]
[oh ya sudah kalau begitu kakak juga mau kerja dulu ]
[iya kak]
telepon pun di tutup. Roby kembali memikirkan ucapan kakaknya. Dia tidak ingin menekan Mina dengan pertanyaan itu. Pasalnya dia ingat betapa kecewanya Mina kala itu saat mengetahui dirinya belum juga hamil. Dan ini sudah hampir 2 tahun semenjak mereka menikah. Jadi dia memutuskan untuk membiarkan semua berjalan seperti biasa.
Roby sudah diperjalanan menuju sekolah si kembar.
" ibu mana?" tanya Dian ketika sudah duduk di mobil
" dirumah sayang" sahut Roby seadanya
" kenapa gak ikut ayah?" tanya Dini
" ibu nya lagi istirahat" sahut Roby menenangkan.
besambung
__ADS_1
...****************...