KESALAHAN

KESALAHAN
bab 28


__ADS_3

Hari ini berjalan dengan cepat Roby sudah pulang kerja Mina habis menemani kembar berenang di samping rumah. Makan malam sudah tertata rapi diatas meja mereka makan bersama. Acara makan malam selesai Dian dan Dini sudah istirahat dikamar mereka masing-masing. Mina sudah duluan ke kamar saat ini dia tengah senyum-senyum memandangi dirinya di cermin. Pasalnya dia tertarik dengan satu lingerie warna maroon yang dia lihat di salah satu aplikasi penjualan. Dan lingerie itu sudah sampai siang tadi dan sekarang dia sedang mencobanya. Mina merasa deg-degan sekarang entah apa yang ada dipikirannya saat ini.


ceklek


pintu kamar terbuka dan kembali ditutup dan langsung di kunci.


" sayang tumben " ucap Roby menelan kasar salivanya Mina memancing hasratnya malam ini. Roby hapal setiap pakaian milik istrinya dia juga tahu Mina tidak pernah memiliki lingerie sebelumnya.


Mina mendatangi Roby yang terpaku menatap dirinya dia mengecup Roby dan me****t bibir suaminya. Tetap menikmati walau terheran dengan tingkah istrinya kali ini.


Roby yang sudah terbakar melepas semua pakaian mereka, suara - suara yang meresahkan keluar dari bibir keduanya membuat mereka semakin menggila lalu terkulai lemas setelahnya.


" mas " ucap Mina


" hmmm" Roby hanya mau mendengar


tidak ada sahutan Mina sudah tertidur. aneh bisa - bisanya dia langsung tertidur padahal baru saja dia memanggil Roby suaminya. Roby hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah Mina.


keesokan paginya Mina bangun dan beraktifitas seperti biasanya. Dia ikut bersama dengan Roby mengantar kembar dan ke kafe. Kali ini mereka mau survey ke semua cabang. Inilah yang akan mereka jadikan usaha dikota dan terus memantau kebun teh di desa permai.


"Mas aku ke toilet dulu baru kita ke cabang" Mina pamit ke suaminya saat di kafe Qara.


" eh ada bercak " gumam mina pelan.


Berarti aku tidak hamil pikirnya dan melanjutkan semua aktifitas mereka seperti biasa.


" sayang boleh aku tanya sesuatu?" ucap Roby ketika mereka di mobil menuju cabang.


" ya mas ada apa?" Mina balik bertanya


" kamu jangan sedih tapi ya! " ujar Roby

__ADS_1


" belum ada tanda-tanda kamu hamil? kemarin bik Narmi curiga mengenai hal itu dan kakak juga sudah menelepon memastikan. Itu saja" terang Roby kemudian.


" gak apa-apa mas sepertinya belum lah mas tadi ada bercak di pakaian aku sepertinya tamu bulanan ku akan datang. memang beberapa waktu terakhir ini agak berantakan kadang dikit kadang banyak. belum rejeki kali mas" ucap Mina menguatkan dirinya sendiri.


" oh ya sudah kalau begitu, hanya memastikan saja soalnya mas lihat kamu agak malas-malasan kurang bergairah gitu" ucap Roby membelai rambut Mina. Ya rasa cinta Roby masih sama seperti 7 tahun yang lalu saat mereka pertama kali jumpa.


Mereka sudah tiba di cabang dan sedang memeriksa semua . Hingga tiba jam pulang sekolah Mina dan Roby menjemput kembar.


"gimana sekolahnya anak ibu?" tanya Mina kepada anak-anak nya.


" menyenangkan bu lihat ini ada bintang ditangan kami karena bisa menulis cepat " ucap Dini.


"hmmm kami dipuji oleh mis nya dan diberi gambar bintang " Dian menambahkan keterangan adiknya.


" bu teman Dini punya adik kecil, Dini mau" ucap Dini mengusik hati Mina dan Roby.


" hmmm berdoa ya sayang biar Dini dan Dian dapat adik kecil ya! " pinta Roby kepada anak-anak mereka.


Sudah sebulan sejak kejadian pembicaraan di mobil. Hari ini Mina akan menemani Dian dan Dini di sekolah katanya ada acara. Baru saja Mina hendak keluar dari kamar kakinya tersandung keset kaki yang ada di depan pintu kamar entah buru- buru atau apa . Akhirnya dia terjatuh dengan posisi terduduk namun tidak begitu keras karena sempat menahan berat tubuh dengan tangan nya , Namun Mina merasa hentakan ke perutnya sangat terasa. Hingga rumah menjadi heboh mendengar suara pintu yang tersenggol dan jeritan Mina. Roby yang sudah diluar berlari kembali kerumah dan bik Narmi serta bik Asih juga datang dari dapur.


" sayang kamu kenapa?" tanya Roby yang melihat Mina begitu pucat dengan keringat membanjiri kening dan tangan memegangi perut.


Mina rasanya tak mampu berkata-kata .


" sepertinya nona habis kepeleset den" ucap bik Narmi melihat posisi Mina.


Roby bergerak cepat karena Mina hanya merintih kesakitan . Dia membawa Mina ke rumah sakit karena takut terjadi apa-apa . Roby menelepon wali si kembar sambil menyetir mengatakan bahwa mereka akan sedikit terlambat.


" sayang sebentar ya kita akan segera sampai dirumah sakit" ucap Roby yang terus memantau keadaan Mina. Tidak butuh waktu lama, 15 menit mereka sudah tiba di rumah sakit. Mina langsung diperiksa oleh dokter.


Mina sudah lebih tenang sekarang . semua pemeriksaan sudah selesai di lakukan.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya Roby dengan khawatir.


" tidak ada yang perlu dicemaskan pak. Syukurlah kandungan nya tidak apa-apa" ucap dokter pada Roby.


" ma maksud dokter ka kandungan istri saya ha hamil dokter?" tanyanya terbata-bata . Rasa di dada Roby campur aduk Mina hamil .


" untuk lebih pastinya langsung ke dokter obigyn aja pak!" saran dokter nya pada Roby. Tentu saja Roby setuju dan langsung membawa Mina ke dokter yang dianjurkan.


" bagaimana dokter? apa betul istri saya hamil ? sejak kapan?" pertanyaan Roby berentet pada dokter.


" istri anda dan janin yang di kandungnya baik-baik saja pak Roby. sakit yang dia rasakan karena shock akibat dari kepeleset tadi dan usia nya sudah memasuki usia 5 minggu dan karena ini trimester pertama supaya lebih berhati-hati. ini bukan kehamilan pertama kan?" ucap dokter memastikan .


" bukan dok anak kami kembar dan sekarang usianya 5 tahun" ucap Roby


" oh astaga anak kami dokter , terima kasih atas semua kami permisi dulu" sambung Roby kemudian, bagaimana tidak dia lupa dimana terakhir si kembar di suruh menunggu karena panik.


saat berjalan kearah ruang tunggu dia melihat anak-anaknya sedang duduk di kursi dengan tenang.


" hai sayang ayah dan ibu kalian bosan?" tanya nya begitu mendapatkan anak-anaknya.


" tidak ayah apakah ibu baik-baik saja'' tanya Dini hampir menangis. Namanya juga perempuan pasti lebih sensitif.


" hmmm ibu baik- baik saja dan kalian akan punya adik " ucap Mina dengan raut wajah bahagia memeluk Dian dan Dini.


" dimana adiknya bu Dian mau lihat " ucap Adrian pada ibunya


" adiknya masih disini" sahut Mina dan mengelus perutnya yang masih rata. Sungguh kebahagiaan yang tak terkira setelah lama menunggu akhirnya ia mengandung darah daging Roby suaminya.


bersambung


...****************...

__ADS_1


__ADS_2